<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dituduh Terlibat Konflik di Sudan, Ini Kata Tentara Bayaran Rusia Grup Wagner</title><description>Grup Wagner diketahui beroperasi di beberapa negara Afrika, termasuk Mali dan Republik Afrika Tengah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/20/18/2801731/dituduh-terlibat-konflik-di-sudan-ini-kata-tentara-bayaran-rusia-grup-wagner</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/20/18/2801731/dituduh-terlibat-konflik-di-sudan-ini-kata-tentara-bayaran-rusia-grup-wagner"/><item><title>Dituduh Terlibat Konflik di Sudan, Ini Kata Tentara Bayaran Rusia Grup Wagner</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/20/18/2801731/dituduh-terlibat-konflik-di-sudan-ini-kata-tentara-bayaran-rusia-grup-wagner</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/20/18/2801731/dituduh-terlibat-konflik-di-sudan-ini-kata-tentara-bayaran-rusia-grup-wagner</guid><pubDate>Kamis 20 April 2023 13:05 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/20/18/2801731/dituduh-terlibat-konflik-di-sudan-ini-kata-tentara-bayaran-rusia-grup-wagner-AjngBLgyKx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/20/18/2801731/dituduh-terlibat-konflik-di-sudan-ini-kata-tentara-bayaran-rusia-grup-wagner-AjngBLgyKx.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>MOSKOW &amp;ndash; Perusahaan tentara bayaran swasta Rusia, Grup Wagner pada Rabu, (19/4/2023) membantah beroperasi di Sudan dan mengatakan tidak ada hubungannya dengan pertempuran yang mengguncang negara Afrika yang sangat miskin itu.

BACA JUGA:
Bos Wagner Rusia: Pertempuran Bakhmut Hampir Hancurkan Tentara Ukraina

Diplomat Barat di Khartoum mengatakan pada Maret 2022 bahwa Wagner terlibat dalam penambangan emas ilegal di Sudan, di antara aktivitas lainnya. Sudan membantah hal ini terjadi.
&quot;Karena banyaknya pertanyaan dari berbagai media asing tentang Sudan, yang sebagian besar bersifat provokatif, kami menganggap perlu untuk memberi tahu semua orang bahwa staf Wagner tidak berada di Sudan selama lebih dari dua tahun,&quot; tulis kelompok itu di Telegram, sebagaimana dilansir Reuters.

BACA JUGA:
Diungkap Bos Tentara Bayaran Wagner, Ternyata Ini Alasan Rusia Ogah Akhiri Perang di Ukraina

Wagner sudah lama tidak berhubungan dengan penguasa militer Sudan, Jenderal Abdel Fattah al-Burhan, atau kepala paramiliter Jenderal Mohamed Hamdan Dagalo, yang pasukannya berada di jantung konflik saat ini, kata perusahaan tersebut.Perusahaan yang terkait dengan pendiri Wagner, Yevgeny Prigozhin, tidak memiliki kepentingan keuangan di Sudan, tambahnya, dengan mengatakan bahwa konflik itu murni urusan internal Sudan.
Tentara bayaran Wagner, yang di masa lalu dikerahkan untuk melawan pemberontak di Mali dan Republik Afrika Tengah, saat ini mempelopori upaya untuk merebut kota Bakhmut di Ukraina timur.

</description><content:encoded>MOSKOW &amp;ndash; Perusahaan tentara bayaran swasta Rusia, Grup Wagner pada Rabu, (19/4/2023) membantah beroperasi di Sudan dan mengatakan tidak ada hubungannya dengan pertempuran yang mengguncang negara Afrika yang sangat miskin itu.

BACA JUGA:
Bos Wagner Rusia: Pertempuran Bakhmut Hampir Hancurkan Tentara Ukraina

Diplomat Barat di Khartoum mengatakan pada Maret 2022 bahwa Wagner terlibat dalam penambangan emas ilegal di Sudan, di antara aktivitas lainnya. Sudan membantah hal ini terjadi.
&quot;Karena banyaknya pertanyaan dari berbagai media asing tentang Sudan, yang sebagian besar bersifat provokatif, kami menganggap perlu untuk memberi tahu semua orang bahwa staf Wagner tidak berada di Sudan selama lebih dari dua tahun,&quot; tulis kelompok itu di Telegram, sebagaimana dilansir Reuters.

BACA JUGA:
Diungkap Bos Tentara Bayaran Wagner, Ternyata Ini Alasan Rusia Ogah Akhiri Perang di Ukraina

Wagner sudah lama tidak berhubungan dengan penguasa militer Sudan, Jenderal Abdel Fattah al-Burhan, atau kepala paramiliter Jenderal Mohamed Hamdan Dagalo, yang pasukannya berada di jantung konflik saat ini, kata perusahaan tersebut.Perusahaan yang terkait dengan pendiri Wagner, Yevgeny Prigozhin, tidak memiliki kepentingan keuangan di Sudan, tambahnya, dengan mengatakan bahwa konflik itu murni urusan internal Sudan.
Tentara bayaran Wagner, yang di masa lalu dikerahkan untuk melawan pemberontak di Mali dan Republik Afrika Tengah, saat ini mempelopori upaya untuk merebut kota Bakhmut di Ukraina timur.

</content:encoded></item></channel></rss>
