<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Miguel Diaz-Canel Kembali Pimpin Kuba, Berjanji Pelihara Semangat Revolusi Fidel Castro</title><description>Parlemen Kuba kembali memilih Miguel Diaz-Canel sebagai presiden. Diaz akan menjadi pemimpin Kuba untuk periode kedua.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/20/18/2801733/miguel-diaz-canel-kembali-pimpin-kuba-berjanji-pelihara-semangat-revolusi-fidel-castro</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/20/18/2801733/miguel-diaz-canel-kembali-pimpin-kuba-berjanji-pelihara-semangat-revolusi-fidel-castro"/><item><title>Miguel Diaz-Canel Kembali Pimpin Kuba, Berjanji Pelihara Semangat Revolusi Fidel Castro</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/20/18/2801733/miguel-diaz-canel-kembali-pimpin-kuba-berjanji-pelihara-semangat-revolusi-fidel-castro</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/20/18/2801733/miguel-diaz-canel-kembali-pimpin-kuba-berjanji-pelihara-semangat-revolusi-fidel-castro</guid><pubDate>Kamis 20 April 2023 13:10 WIB</pubDate><dc:creator> Muhammad Fadli Rizal</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/20/18/2801733/miguel-diaz-canel-kembali-pimpin-kuba-berjanji-pelihara-semangat-revolusi-fidel-castro-IhBObcz72R.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Muguel Diaz-Canel (Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/20/18/2801733/miguel-diaz-canel-kembali-pimpin-kuba-berjanji-pelihara-semangat-revolusi-fidel-castro-IhBObcz72R.jpg</image><title>Muguel Diaz-Canel (Antara)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxMy8wMi8yOC8xMC80MTE1My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KUBA - Parlemen Kuba kembali memilih Miguel Diaz-Canel sebagai presiden. Diaz akan menjadi pemimpin Kuba untuk periode kedua.

Pemimpin Partai Komunis itu dengan telak memenangkan 97,66 persen suara dalam Majelis Nasional. Semua dari 470 anggotanya beraliansi dengan Partai Komunis atau bersimpati kepada partai tersebut.

Partai Komunis adalah satu-satunya gerakan politik yang diakui di Kuba, mengingat negara ini menganut sistem politik satu partai.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Cerita Korek Api saat Soekarno Berkeliling di Kuba, Awalnya Menegangkan Berujung Tawa&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Diaz langsung berterima kasih kepada para anggota parlemen yang telah memberikan dukungan. Hal itu ia sampaikan dalam pidato yang disiarkan langsung televisi lokal.

&quot;Kita mesti menghadapi tantangan yang luar biasa besar ini tanpa mengendurkan diri,&quot; kata Dias dikutip Antara.

Dalam pidatonya, presiden berusia 62 tahun itu menegaskan kembali komitmen pemerintahannya kepada cita-cita revolusi Castro. Di antara yang hadir dalam Majelis Nasional itu adalah Raul Castro. Raul merupakan adik dari Fidel Castro.

Selain kembali mengangkat Diaz, Majelis Nasional juga memilih kembali Salvador Valdes sebagai wakil presiden dan Manuel Marrero sebagai perdana menteri.

Suka cita ini kemungkinan tak akan berlangsung lama karena pemerintahan Diaz-Canel menghadapi tantangan-tantangan sulit selama masa jabatan lima tahun keduanya.

Inflasi yang membumbung tinggi, pariwisata yang lumpuh sejak pandemi virus corona, dan antrean panjang mendapatkan bahan bakar, obat-obatan, dan makanan telah membuat Kuba semakin tegang.

Kondisi itu sempat memicu kerusuhan hingga demonstrasi pada Juli 2021, aksi terbesar dalam puluhan tahun terakhir. Ratusan ribu warga Kuba sudah meninggalkan negara pulau ini sepanjang tahun lalu guna menghindari ekonomi yang tengah hancur.


</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxMy8wMi8yOC8xMC80MTE1My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KUBA - Parlemen Kuba kembali memilih Miguel Diaz-Canel sebagai presiden. Diaz akan menjadi pemimpin Kuba untuk periode kedua.

Pemimpin Partai Komunis itu dengan telak memenangkan 97,66 persen suara dalam Majelis Nasional. Semua dari 470 anggotanya beraliansi dengan Partai Komunis atau bersimpati kepada partai tersebut.

Partai Komunis adalah satu-satunya gerakan politik yang diakui di Kuba, mengingat negara ini menganut sistem politik satu partai.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Cerita Korek Api saat Soekarno Berkeliling di Kuba, Awalnya Menegangkan Berujung Tawa&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Diaz langsung berterima kasih kepada para anggota parlemen yang telah memberikan dukungan. Hal itu ia sampaikan dalam pidato yang disiarkan langsung televisi lokal.

&quot;Kita mesti menghadapi tantangan yang luar biasa besar ini tanpa mengendurkan diri,&quot; kata Dias dikutip Antara.

Dalam pidatonya, presiden berusia 62 tahun itu menegaskan kembali komitmen pemerintahannya kepada cita-cita revolusi Castro. Di antara yang hadir dalam Majelis Nasional itu adalah Raul Castro. Raul merupakan adik dari Fidel Castro.

Selain kembali mengangkat Diaz, Majelis Nasional juga memilih kembali Salvador Valdes sebagai wakil presiden dan Manuel Marrero sebagai perdana menteri.

Suka cita ini kemungkinan tak akan berlangsung lama karena pemerintahan Diaz-Canel menghadapi tantangan-tantangan sulit selama masa jabatan lima tahun keduanya.

Inflasi yang membumbung tinggi, pariwisata yang lumpuh sejak pandemi virus corona, dan antrean panjang mendapatkan bahan bakar, obat-obatan, dan makanan telah membuat Kuba semakin tegang.

Kondisi itu sempat memicu kerusuhan hingga demonstrasi pada Juli 2021, aksi terbesar dalam puluhan tahun terakhir. Ratusan ribu warga Kuba sudah meninggalkan negara pulau ini sepanjang tahun lalu guna menghindari ekonomi yang tengah hancur.


</content:encoded></item></channel></rss>
