<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Ingin Evakuasi WNI dari Perang, Tapi Menlu Sudan Belum Respons Telepon Indonesia</title><description>Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri telah menghubungi Menteri Luar Negeri Sudan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/20/18/2801822/ri-ingin-evakuasi-wni-dari-perang-tapi-menlu-sudan-belum-respons-telepon-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/20/18/2801822/ri-ingin-evakuasi-wni-dari-perang-tapi-menlu-sudan-belum-respons-telepon-indonesia"/><item><title>RI Ingin Evakuasi WNI dari Perang, Tapi Menlu Sudan Belum Respons Telepon Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/20/18/2801822/ri-ingin-evakuasi-wni-dari-perang-tapi-menlu-sudan-belum-respons-telepon-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/20/18/2801822/ri-ingin-evakuasi-wni-dari-perang-tapi-menlu-sudan-belum-respons-telepon-indonesia</guid><pubDate>Kamis 20 April 2023 15:25 WIB</pubDate><dc:creator> Muhammad Fadli Rizal</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/20/18/2801822/ri-ingin-evakuasi-wni-dari-perang-tapi-menlu-sudan-belum-respons-telepon-indonesia-fgLB7z7Lm7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Retno Marsudi (Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/20/18/2801822/ri-ingin-evakuasi-wni-dari-perang-tapi-menlu-sudan-belum-respons-telepon-indonesia-fgLB7z7Lm7.jpg</image><title>Retno Marsudi (Antara)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wNi8xLzE2MDIzMi81L3g4ajk3bXU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri telah menghubungi Menteri Luar Negeri Sudan. Upaya itu dilakukan demi membahas perlindungan WNI yang terjebak perang saudara di negara Afrika itu. Namun, hingga kini belum ada tanggapan.

Menlu Retno Marsudi mengungkap hal itu dalam keterangan pers yang disampaikan virtual, Kamis (20/4/2023). Kemlu juga sudah meminta pejabat tingginya untuk menghubungi Kedubes Sudan di Jakarta.


&quot;Saya juga telah mengirim pesan ke Menlu Sudan untuk meminta pembicaraan per telepon. Namun sampai saat ini belum ditanggapi,&quot; kata Retno.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Persiapkan Evakuasi WNI dari Sudan, Menlu RI Desak Dilakukan Jeda Kemanusiaan

&quot;Dirjen Aspasaf (Asia, Pasifik, Afrika) Kemlu RI telah melakukan kontak dengan Dubes Sudan di Jakarta yang mengirimkan pesan yang sama bahwa Menlu ingin bicara dengan Menlu Sudan dan Indonesia meminta pelindungan terhadap misi diplomatik dan juga keselamatan WNI kita yang ada di Sudan,&quot; sambung dia.

Retno mengatakan perlindungan WNI di Sudah adalah hal penting. Apalagi pertempuran di Sudan semakin memburuk. Ia mengatakan beberapa gedung perwakilan RI terkena dampak langsung peperangan.

&quot;Beberapa kali Wisma Indonesia dan KBRI juga terimbas oleh terus berlangsungnya pertempuran. Alhamdulillah, semua WNI dan staf KBRI dalam keadaan selamat,&quot; kata Retno.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Dituduh Terlibat Konflik di Sudan, Ini Kata Tentara Bayaran Rusia Grup Wagner

&quot;Perkembangan ini menimbulkan keprihatinan yang sangat dalam dan kewaspadaan yang sangat tinggi. KBRI Khartoum terus melakukan komunikasi dan permintaan pelindungan WNI kepada Kementerian Luar Negeri Sudan,&quot; jelas Retno.

Retno memastikan, kendati respons belum diterima Pemerintah RI siap melakukan evakuasi WNI pulang ke Indonesia. Ia mengatakan ada 1.209 WNI berada di Sudan.


</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wNi8xLzE2MDIzMi81L3g4ajk3bXU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri telah menghubungi Menteri Luar Negeri Sudan. Upaya itu dilakukan demi membahas perlindungan WNI yang terjebak perang saudara di negara Afrika itu. Namun, hingga kini belum ada tanggapan.

Menlu Retno Marsudi mengungkap hal itu dalam keterangan pers yang disampaikan virtual, Kamis (20/4/2023). Kemlu juga sudah meminta pejabat tingginya untuk menghubungi Kedubes Sudan di Jakarta.


&quot;Saya juga telah mengirim pesan ke Menlu Sudan untuk meminta pembicaraan per telepon. Namun sampai saat ini belum ditanggapi,&quot; kata Retno.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Persiapkan Evakuasi WNI dari Sudan, Menlu RI Desak Dilakukan Jeda Kemanusiaan

&quot;Dirjen Aspasaf (Asia, Pasifik, Afrika) Kemlu RI telah melakukan kontak dengan Dubes Sudan di Jakarta yang mengirimkan pesan yang sama bahwa Menlu ingin bicara dengan Menlu Sudan dan Indonesia meminta pelindungan terhadap misi diplomatik dan juga keselamatan WNI kita yang ada di Sudan,&quot; sambung dia.

Retno mengatakan perlindungan WNI di Sudah adalah hal penting. Apalagi pertempuran di Sudan semakin memburuk. Ia mengatakan beberapa gedung perwakilan RI terkena dampak langsung peperangan.

&quot;Beberapa kali Wisma Indonesia dan KBRI juga terimbas oleh terus berlangsungnya pertempuran. Alhamdulillah, semua WNI dan staf KBRI dalam keadaan selamat,&quot; kata Retno.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Dituduh Terlibat Konflik di Sudan, Ini Kata Tentara Bayaran Rusia Grup Wagner

&quot;Perkembangan ini menimbulkan keprihatinan yang sangat dalam dan kewaspadaan yang sangat tinggi. KBRI Khartoum terus melakukan komunikasi dan permintaan pelindungan WNI kepada Kementerian Luar Negeri Sudan,&quot; jelas Retno.

Retno memastikan, kendati respons belum diterima Pemerintah RI siap melakukan evakuasi WNI pulang ke Indonesia. Ia mengatakan ada 1.209 WNI berada di Sudan.


</content:encoded></item></channel></rss>
