<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Akurasi Hitungan Guru Mansur, Tahu Gerhana Matahari Sebelum Idul Fitri 1444 H</title><description>Pemerintah baru akan menetapkan 1 Syawal 1444 Hijriah pada Kamis (20/4/2023) sore.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/20/337/2801626/akurasi-hitungan-guru-mansur-tahu-gerhana-matahari-sebelum-idul-fitri-1444-h</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/20/337/2801626/akurasi-hitungan-guru-mansur-tahu-gerhana-matahari-sebelum-idul-fitri-1444-h"/><item><title>Akurasi Hitungan Guru Mansur, Tahu Gerhana Matahari Sebelum Idul Fitri 1444 H</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/20/337/2801626/akurasi-hitungan-guru-mansur-tahu-gerhana-matahari-sebelum-idul-fitri-1444-h</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/20/337/2801626/akurasi-hitungan-guru-mansur-tahu-gerhana-matahari-sebelum-idul-fitri-1444-h</guid><pubDate>Kamis 20 April 2023 09:23 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/20/337/2801626/akurasi-hitungan-guru-mansur-tahu-gerhana-matahari-sebelum-idul-fitri-1444-h-YMt5wzotdz.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Guru Mansur. (Foto: Dok Wikipedia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/20/337/2801626/akurasi-hitungan-guru-mansur-tahu-gerhana-matahari-sebelum-idul-fitri-1444-h-YMt5wzotdz.jpeg</image><title>Guru Mansur. (Foto: Dok Wikipedia)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah baru akan menetapkan 1 Syawal 1444 Hijriah pada Kamis (20/4/2023) sore. Sementara itu, PP Muhammadiyah sudah menetapkan Idul Fitri jatuh pada Jumat 21 April 2023.

Terkait penetapan 1 Syawal ini, Ustadz Yusuf Mansur (UYM) kembali membahas tentang Muhammad Mansur atau Guru Mansur yang dikenal sebagai Ahli Falak dari Tanah Betawi. Guru Mansur menulis buku Sullam Al-Nayyirain yang masih dirujuk hingga saat ini.

UYM dalam tulisannya mengungkapkan kegagumannya atas tingginya ilmu para ulama-ulama zaman dahulu. Mereka atas izin Allah SWT bisa menentukan hilal meski tanpa bantuan teknologi.

BACA JUGA:
Lokasi Sholat Idul Fitri 21 April 2023 di Malang Raya, Ada 88 Titik!

&amp;ldquo;Misalnya, di catatan ratusan tahun, pasca tahun wafatnya Guru Mansur. Lah orangnya dah wafat, itungannya masih sangat presisi. Akurat. Dalam hal ini, yakni soal Gerhana Matahari sebelum Id 2023, di ujung Ramadhan 1444 H. Ini orangnya udah wafat loh. Tapi itungan saat beliau idup, ya bener banget. Akurasinya sangat tepat,&amp;rdquo; tulis Yusuf Mansur, dikutip Kamis.

&amp;ldquo;Keingetan omongan Guru Mansur, dari murid-muridnya beliau... &quot;Kalo itungan Gua salah, kiamat...&quot;. Karena berarti bumi, bulan, matahari, udah ga disiplin,&amp;rdquo; sambung Yusuf Mansur.

Meski begitu, Yusuf Mansur menegaskan perbedaan adalah sebuah keniscayaan, termasuk dalam menentukan 1 Syawal. Pasalnya, setiap cara penetapannya punya dasar masing-masing.

BACA JUGA:
5 Fakta Ustadz Yusuf Mansur Sebut Lebaran Jatuh pada Jumat 21 April 2023

Yusuf Mansur mencontohkan perbedaan tersebut, Guru Mansur disebutnya punya prinsip sederhana. Jika Ijtima'/Konjungsi sebelum terbenam matahari, maka berapapun derajatnya maka saat Magrib sudah diitung sebagai tanggal 1.

Yusuf Mansur juga sangat kagum pada orang-orang zaman dahulu yang sangat menghargai perbedaan. Bahkan, jika ada yang berlebaran lebih dulu, maka pengumumannya dilakukan secara diam-diam.&amp;ldquo;Yang indah, dari kecil diajarin untuk jangan belagu, jangan petantang petenteng, jangan ngegodain, yang lain. Kalau lebaran duluan. Misal, beduk ga dikeluarin. Speaker, dalem doangan. Ga ada takbiran kecuali suara dalam. Ga ada pawai obor. Dan pengumuman mushalla ke mushalla, senyap. Ga rame2. &quot;Berlebarannya&quot; besoknya aja, pas udah semua lebaran. Dan suka dikasih catatan, yang mau gabung aja. Yang engga, ga apa2. Ga berdosa tetep puasa, dengan istikmaal,&amp;rdquo; lanjut Yusuf Mansur.



&amp;ldquo;Jadi, perbedaan ini rahmah. Sebab jadi ilmu. Ga ada yang salah. Bahwa pemerintah mengambil satu prinsip tertentu, itu adalah haknya sebagai pemerintah. Waliyyul Amri,&amp;rdquo; tulisnya.



</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah baru akan menetapkan 1 Syawal 1444 Hijriah pada Kamis (20/4/2023) sore. Sementara itu, PP Muhammadiyah sudah menetapkan Idul Fitri jatuh pada Jumat 21 April 2023.

Terkait penetapan 1 Syawal ini, Ustadz Yusuf Mansur (UYM) kembali membahas tentang Muhammad Mansur atau Guru Mansur yang dikenal sebagai Ahli Falak dari Tanah Betawi. Guru Mansur menulis buku Sullam Al-Nayyirain yang masih dirujuk hingga saat ini.

UYM dalam tulisannya mengungkapkan kegagumannya atas tingginya ilmu para ulama-ulama zaman dahulu. Mereka atas izin Allah SWT bisa menentukan hilal meski tanpa bantuan teknologi.

BACA JUGA:
Lokasi Sholat Idul Fitri 21 April 2023 di Malang Raya, Ada 88 Titik!

&amp;ldquo;Misalnya, di catatan ratusan tahun, pasca tahun wafatnya Guru Mansur. Lah orangnya dah wafat, itungannya masih sangat presisi. Akurat. Dalam hal ini, yakni soal Gerhana Matahari sebelum Id 2023, di ujung Ramadhan 1444 H. Ini orangnya udah wafat loh. Tapi itungan saat beliau idup, ya bener banget. Akurasinya sangat tepat,&amp;rdquo; tulis Yusuf Mansur, dikutip Kamis.

&amp;ldquo;Keingetan omongan Guru Mansur, dari murid-muridnya beliau... &quot;Kalo itungan Gua salah, kiamat...&quot;. Karena berarti bumi, bulan, matahari, udah ga disiplin,&amp;rdquo; sambung Yusuf Mansur.

Meski begitu, Yusuf Mansur menegaskan perbedaan adalah sebuah keniscayaan, termasuk dalam menentukan 1 Syawal. Pasalnya, setiap cara penetapannya punya dasar masing-masing.

BACA JUGA:
5 Fakta Ustadz Yusuf Mansur Sebut Lebaran Jatuh pada Jumat 21 April 2023

Yusuf Mansur mencontohkan perbedaan tersebut, Guru Mansur disebutnya punya prinsip sederhana. Jika Ijtima'/Konjungsi sebelum terbenam matahari, maka berapapun derajatnya maka saat Magrib sudah diitung sebagai tanggal 1.

Yusuf Mansur juga sangat kagum pada orang-orang zaman dahulu yang sangat menghargai perbedaan. Bahkan, jika ada yang berlebaran lebih dulu, maka pengumumannya dilakukan secara diam-diam.&amp;ldquo;Yang indah, dari kecil diajarin untuk jangan belagu, jangan petantang petenteng, jangan ngegodain, yang lain. Kalau lebaran duluan. Misal, beduk ga dikeluarin. Speaker, dalem doangan. Ga ada takbiran kecuali suara dalam. Ga ada pawai obor. Dan pengumuman mushalla ke mushalla, senyap. Ga rame2. &quot;Berlebarannya&quot; besoknya aja, pas udah semua lebaran. Dan suka dikasih catatan, yang mau gabung aja. Yang engga, ga apa2. Ga berdosa tetep puasa, dengan istikmaal,&amp;rdquo; lanjut Yusuf Mansur.



&amp;ldquo;Jadi, perbedaan ini rahmah. Sebab jadi ilmu. Ga ada yang salah. Bahwa pemerintah mengambil satu prinsip tertentu, itu adalah haknya sebagai pemerintah. Waliyyul Amri,&amp;rdquo; tulisnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
