<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Genting! WHO Ungkap Laju Kenaikan Permukaan Laut Naik Dua Kali Lipat</title><description>Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) PBB mengungkap laju permukaan laut global naik lebih cepat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/21/18/2802455/genting-who-ungkap-laju-kenaikan-permukaan-laut-naik-dua-kali-lipat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/21/18/2802455/genting-who-ungkap-laju-kenaikan-permukaan-laut-naik-dua-kali-lipat"/><item><title>Genting! WHO Ungkap Laju Kenaikan Permukaan Laut Naik Dua Kali Lipat</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/21/18/2802455/genting-who-ungkap-laju-kenaikan-permukaan-laut-naik-dua-kali-lipat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/21/18/2802455/genting-who-ungkap-laju-kenaikan-permukaan-laut-naik-dua-kali-lipat</guid><pubDate>Jum'at 21 April 2023 23:40 WIB</pubDate><dc:creator> Muhammad Fadli Rizal</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/21/18/2802455/genting-who-ungkap-laju-kenaikan-permukaan-laut-naik-dua-kali-lipat-FEWYI3uxwG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/21/18/2802455/genting-who-ungkap-laju-kenaikan-permukaan-laut-naik-dua-kali-lipat-FEWYI3uxwG.jpg</image><title>Ilustrasi (Freepik)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xMS8xLzE2NTEyNy81L3g4anlsbHI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) PBB mengungkap laju permukaan laut global naik lebih cepat. Bahkan kecepatannya lebih dari dua kali lipat, dibandingkan dalam dekade pertama perhitungannya pada 1993-2002.

WMO PBB menuturkan kecepatannya mencapai angka tertingginya pada tahun lalu. Menurut laporan WMO yang menjelaskan tentang bahaya dari perubahan iklim, runtuhan glasier ekstrim dan kenaikan suhu laut menyebabkan kenaikan rata-rata permukaan laut sebesar 4,62mm antara tahun 2013-2022.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

PM Kamboja Ngeluh Kena Dampak Perubahan Iklim: Medan Perang dan Kelaparan Sudah Bisa Dilewati

Angka tersebut dua kali lipatnya laju yang dicatat pada dekade pertama catatan mereka, yaitu 1993-2022. Secara total, ada kenaikan sebesar lebih dari 10 cm sejak awal tahun 90an. Mereka memperingatkan bahwa tren itu bisa terjadi terus menerus selama seribu tahun.

&quot;Kita sudah kalah dalam permainan glasier meleleh ini dan juga permainan kenaikan permukaan laut, jadi itu berita buruk,&quot; kata Sekretaris Jenderal WMO Petteri Taalas dalam sebuah konferensi pers dikutip Antara.

Ia menilai, besarnya jumlah emisi rumah kaca yang sudah dikeluarkan, sehingga permukaan air akan terus naik selama 'ribuan tahun lamanya'.Kenaikan permukaan laut mengancam kelangsungan kota-kota yang berada di pantai, serta negara-negara di dataran rendah, seperti kepulauan Tuvalu. Negara itu berencana membuat versi digital tanah airnya untuk persiapan seandainya mereka benar-benar tenggelam.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

UU Cipta Kerja Jaga Iklim Investasi dan Industri Tetap Tumbuh

Laporan tahunan itu, yang dirilis sebelum Hari Bumi, juga menunjukkan bahwa bahwa lautan es di Antartika menyusut sampai ke angka terendahnya pada Juni dan Juli yang lalu. Dalam laporan tersebut, lautan menjadi yang paling hangat, dan 58 persen permukaan laut mengalami gelombang panas laut.


</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xMS8xLzE2NTEyNy81L3g4anlsbHI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) PBB mengungkap laju permukaan laut global naik lebih cepat. Bahkan kecepatannya lebih dari dua kali lipat, dibandingkan dalam dekade pertama perhitungannya pada 1993-2002.

WMO PBB menuturkan kecepatannya mencapai angka tertingginya pada tahun lalu. Menurut laporan WMO yang menjelaskan tentang bahaya dari perubahan iklim, runtuhan glasier ekstrim dan kenaikan suhu laut menyebabkan kenaikan rata-rata permukaan laut sebesar 4,62mm antara tahun 2013-2022.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

PM Kamboja Ngeluh Kena Dampak Perubahan Iklim: Medan Perang dan Kelaparan Sudah Bisa Dilewati

Angka tersebut dua kali lipatnya laju yang dicatat pada dekade pertama catatan mereka, yaitu 1993-2022. Secara total, ada kenaikan sebesar lebih dari 10 cm sejak awal tahun 90an. Mereka memperingatkan bahwa tren itu bisa terjadi terus menerus selama seribu tahun.

&quot;Kita sudah kalah dalam permainan glasier meleleh ini dan juga permainan kenaikan permukaan laut, jadi itu berita buruk,&quot; kata Sekretaris Jenderal WMO Petteri Taalas dalam sebuah konferensi pers dikutip Antara.

Ia menilai, besarnya jumlah emisi rumah kaca yang sudah dikeluarkan, sehingga permukaan air akan terus naik selama 'ribuan tahun lamanya'.Kenaikan permukaan laut mengancam kelangsungan kota-kota yang berada di pantai, serta negara-negara di dataran rendah, seperti kepulauan Tuvalu. Negara itu berencana membuat versi digital tanah airnya untuk persiapan seandainya mereka benar-benar tenggelam.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

UU Cipta Kerja Jaga Iklim Investasi dan Industri Tetap Tumbuh

Laporan tahunan itu, yang dirilis sebelum Hari Bumi, juga menunjukkan bahwa bahwa lautan es di Antartika menyusut sampai ke angka terendahnya pada Juni dan Juli yang lalu. Dalam laporan tersebut, lautan menjadi yang paling hangat, dan 58 persen permukaan laut mengalami gelombang panas laut.


</content:encoded></item></channel></rss>
