<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kronologi Kerusuhan di Kupang: TNI Diserang Suporter dari Belakang</title><description>Peristiwa penyerangan petugas tersebut, kata Edwin, direkam oleh beberapa dan disebarluaskan melalui media sosial.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/21/337/2802290/kronologi-kerusuhan-di-kupang-tni-diserang-suporter-dari-belakang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/21/337/2802290/kronologi-kerusuhan-di-kupang-tni-diserang-suporter-dari-belakang"/><item><title>Kronologi Kerusuhan di Kupang: TNI Diserang Suporter dari Belakang</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/21/337/2802290/kronologi-kerusuhan-di-kupang-tni-diserang-suporter-dari-belakang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/21/337/2802290/kronologi-kerusuhan-di-kupang-tni-diserang-suporter-dari-belakang</guid><pubDate>Jum'at 21 April 2023 15:43 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/21/337/2802290/kronologi-kerusuhan-di-kupang-tni-diserang-suporter-dari-belakang-aJhVJxOVEK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Danpuspom TNI Laksamana Muda Edwin (Foto: Riana Rizkia) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/21/337/2802290/kronologi-kerusuhan-di-kupang-tni-diserang-suporter-dari-belakang-aJhVJxOVEK.jpg</image><title>Danpuspom TNI Laksamana Muda Edwin (Foto: Riana Rizkia) </title></images><description>JAKARTA - Danpuspom TNI, Laksmana Muda Edwin mengungkap kronologi kerusuhan dalam sebuah pertandingan futsal di Kupang, Kamis 19 April 2023. Peristiwa terjadi saat suporter dari tim Polda NTT dan tim dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) terlibat saling ejek.
Kemudian, suporter dari tim Polda NTT meloncat turun ke lapangan, dan dihalau oleh tim pengamanan.

BACA JUGA:
6 Kesepakatan 3 Matra TNI dan Polri Usai Bentrokan Personel di Kupang

&quot;Pada waktu gol ke 5 Kabupaten Soe, salah satu suporter dari Tim Ranaka itu turun ke lapangan dari tribun dengan meloncat. Dan pada saat itu, tim pengamanan yang dilaksanakan oleh 3 anggota Denpom IX dari 1 kupang menghalau suporter tersebut karena dikhawatirkan akan membuat kerusuhan di lapangan,&quot; kata Edwin di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (21/4/2023).
&quot;Petugas yang melaksanakan pengamanan tiba-tiba diserang dari arah belakang yang diduga dilakukan oleh salah satu oknum dari Polri, pendukung Tim Ranaka Polda NTT,&quot; sambunganya.

BACA JUGA:
5 Fakta Kerusuhan Kupang: Polri-TNI Bentuk Tim hingga Kumpulkan Bukti Video

Peristiwa penyerangan petugas tersebut, kata Edwin, direkam oleh beberapa dan disebarluaskan melalui media sosial. &quot;Situasi menjadi memanas sehingga kondisi di GOR Oepoi Kupang menjadi panas tindakan pengamanan bisa dilaksanakan tetapi untuk suporter sendiri tidak bisa dikendalikan. Dan pada saat bersamaan ini ada berapa penonton yang mengambil video dan mengedarkannya di media sosial,&quot; katanya.Akibat video itu, sekelompok orang tidak dikenal yang diduga oknum TNI mendatangi GOR. Kemudian, melakukan penyerangan dan pelemparan botol-botol minuman kepada suporter pendukung Tim Ranaka Polda NTT saat pertandingan usai.
&quot;Inilah yang akhirnya memicu situasi yang lebih buruh di mana pada akhirnya ada sekelompok orang tidak dikenal (OTK) yang diduga itu adalah prajurit TNI yang mendatangi GOR pada pukul 22.30,&quot; katanya.
&quot;Dan pada waktu pertandingan sudah bubar dan di sini para kelompok OTK tadi melaksanakan penyerangan dan pelemparan botol-botol minuman kepada suporter pendukung Tim Ranaka polda NTT,&quot; sambungnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Danpuspom TNI, Laksmana Muda Edwin mengungkap kronologi kerusuhan dalam sebuah pertandingan futsal di Kupang, Kamis 19 April 2023. Peristiwa terjadi saat suporter dari tim Polda NTT dan tim dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) terlibat saling ejek.
Kemudian, suporter dari tim Polda NTT meloncat turun ke lapangan, dan dihalau oleh tim pengamanan.

BACA JUGA:
6 Kesepakatan 3 Matra TNI dan Polri Usai Bentrokan Personel di Kupang

&quot;Pada waktu gol ke 5 Kabupaten Soe, salah satu suporter dari Tim Ranaka itu turun ke lapangan dari tribun dengan meloncat. Dan pada saat itu, tim pengamanan yang dilaksanakan oleh 3 anggota Denpom IX dari 1 kupang menghalau suporter tersebut karena dikhawatirkan akan membuat kerusuhan di lapangan,&quot; kata Edwin di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (21/4/2023).
&quot;Petugas yang melaksanakan pengamanan tiba-tiba diserang dari arah belakang yang diduga dilakukan oleh salah satu oknum dari Polri, pendukung Tim Ranaka Polda NTT,&quot; sambunganya.

BACA JUGA:
5 Fakta Kerusuhan Kupang: Polri-TNI Bentuk Tim hingga Kumpulkan Bukti Video

Peristiwa penyerangan petugas tersebut, kata Edwin, direkam oleh beberapa dan disebarluaskan melalui media sosial. &quot;Situasi menjadi memanas sehingga kondisi di GOR Oepoi Kupang menjadi panas tindakan pengamanan bisa dilaksanakan tetapi untuk suporter sendiri tidak bisa dikendalikan. Dan pada saat bersamaan ini ada berapa penonton yang mengambil video dan mengedarkannya di media sosial,&quot; katanya.Akibat video itu, sekelompok orang tidak dikenal yang diduga oknum TNI mendatangi GOR. Kemudian, melakukan penyerangan dan pelemparan botol-botol minuman kepada suporter pendukung Tim Ranaka Polda NTT saat pertandingan usai.
&quot;Inilah yang akhirnya memicu situasi yang lebih buruh di mana pada akhirnya ada sekelompok orang tidak dikenal (OTK) yang diduga itu adalah prajurit TNI yang mendatangi GOR pada pukul 22.30,&quot; katanya.
&quot;Dan pada waktu pertandingan sudah bubar dan di sini para kelompok OTK tadi melaksanakan penyerangan dan pelemparan botol-botol minuman kepada suporter pendukung Tim Ranaka polda NTT,&quot; sambungnya.</content:encoded></item></channel></rss>
