<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sejarah Munculnya THR di Indonesia yang Kini Dinantikan Setiap Lebaran</title><description>Setiap Hari Raya Idul Fitri, hal yang paling familiar di masyarakat adalah adanya Tunjangan Hari Raya (THR).</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/22/337/2802325/sejarah-munculnya-thr-di-indonesia-yang-kini-dinantikan-setiap-lebaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/22/337/2802325/sejarah-munculnya-thr-di-indonesia-yang-kini-dinantikan-setiap-lebaran"/><item><title>Sejarah Munculnya THR di Indonesia yang Kini Dinantikan Setiap Lebaran</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/22/337/2802325/sejarah-munculnya-thr-di-indonesia-yang-kini-dinantikan-setiap-lebaran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/22/337/2802325/sejarah-munculnya-thr-di-indonesia-yang-kini-dinantikan-setiap-lebaran</guid><pubDate>Sabtu 22 April 2023 07:14 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/21/337/2802325/sejarah-munculnya-thr-di-indonesia-yang-kini-dinantikan-setiap-lebaran-jqgWlOF9bC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/21/337/2802325/sejarah-munculnya-thr-di-indonesia-yang-kini-dinantikan-setiap-lebaran-jqgWlOF9bC.jpg</image><title>Uang (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Setiap Hari Raya Idul Fitri, hal yang paling familiar di masyarakat adalah adanya Tunjangan Hari Raya (THR). Uang yang biasanya diberikan kepada pekerja oleh perusahaan kantor pemerintah sesuai dengan nilai gajinya.&amp;nbsp;
Darimana asal asulnya?
Istilah THR pertama kali dikenalkan oleh Perdana Menteri dari Masyumi, Soekiman Wirjosandjojo. Kabinet yang dipimpinnya dikenal dengan nama Kabinet Sukiman-Suwirjo.

BACA JUGA:
Pemudik Masih Padati Bandara Soetta pada H-1 Lebaran

Program kerja kabinet tersebut meningkatkan kesejahteraan terhadap para pegawai atau aparatur negara. Kebijakan yang dikeluarkan Soekiman adalah memberikan tunjangan menjelang hari raya kepada para pamong praja (sekarang, PNS).

Kebijakan itu diambil katena perekonomian Indonesia sedang stabil sehingga untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai, pemerintah memberikan tunjangan hari raya atau THR.

BACA JUGA:
Aksi Lucu Pemudik Viral, Perjalanan Tangerang-Palembang Naik Motor Sambil Pangku Kucing


Besaran THR kala itu antara Rp125 hingga Rp200. Namun, kebijakan itu menuai protes khusus dari kalangan buruh yang bekerja di perusahaan swasta.

Mereka menuntut hal yang sama, yakni ingin mendapatkan THR setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri. Mereka terus menuntut hingga melakukan aksi mogok kerja pada Februari 1952.



Soekiman akhirnya meminta perusahaan mengeluarkan THR untuk para karyawannya. Sementara peraturan resmi mengenai THR baru keluar setelah rezim berganti.



Soekiman merupakan adik kandung dari Satiman Wirjosandjojo, pendiri Jong Java yang lahir di Jawa Tengah, 1898. Sejak 27 April 1951 &amp;ndash; 3 April 1952, Soekiman Wirjosandjojo menjabat sebagai Perdana Menteri ke-6 Indonesia.

</description><content:encoded>JAKARTA - Setiap Hari Raya Idul Fitri, hal yang paling familiar di masyarakat adalah adanya Tunjangan Hari Raya (THR). Uang yang biasanya diberikan kepada pekerja oleh perusahaan kantor pemerintah sesuai dengan nilai gajinya.&amp;nbsp;
Darimana asal asulnya?
Istilah THR pertama kali dikenalkan oleh Perdana Menteri dari Masyumi, Soekiman Wirjosandjojo. Kabinet yang dipimpinnya dikenal dengan nama Kabinet Sukiman-Suwirjo.

BACA JUGA:
Pemudik Masih Padati Bandara Soetta pada H-1 Lebaran

Program kerja kabinet tersebut meningkatkan kesejahteraan terhadap para pegawai atau aparatur negara. Kebijakan yang dikeluarkan Soekiman adalah memberikan tunjangan menjelang hari raya kepada para pamong praja (sekarang, PNS).

Kebijakan itu diambil katena perekonomian Indonesia sedang stabil sehingga untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai, pemerintah memberikan tunjangan hari raya atau THR.

BACA JUGA:
Aksi Lucu Pemudik Viral, Perjalanan Tangerang-Palembang Naik Motor Sambil Pangku Kucing


Besaran THR kala itu antara Rp125 hingga Rp200. Namun, kebijakan itu menuai protes khusus dari kalangan buruh yang bekerja di perusahaan swasta.

Mereka menuntut hal yang sama, yakni ingin mendapatkan THR setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri. Mereka terus menuntut hingga melakukan aksi mogok kerja pada Februari 1952.



Soekiman akhirnya meminta perusahaan mengeluarkan THR untuk para karyawannya. Sementara peraturan resmi mengenai THR baru keluar setelah rezim berganti.



Soekiman merupakan adik kandung dari Satiman Wirjosandjojo, pendiri Jong Java yang lahir di Jawa Tengah, 1898. Sejak 27 April 1951 &amp;ndash; 3 April 1952, Soekiman Wirjosandjojo menjabat sebagai Perdana Menteri ke-6 Indonesia.

</content:encoded></item></channel></rss>
