<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Soeharto Tidak Gelar Open House Lebaran</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) meniadakan open house pada Hari Raya Idul Fitri 1444 H.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/22/337/2802343/kisah-soeharto-tidak-gelar-open-house-lebaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/22/337/2802343/kisah-soeharto-tidak-gelar-open-house-lebaran"/><item><title>Kisah Soeharto Tidak Gelar Open House Lebaran</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/22/337/2802343/kisah-soeharto-tidak-gelar-open-house-lebaran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/22/337/2802343/kisah-soeharto-tidak-gelar-open-house-lebaran</guid><pubDate>Sabtu 22 April 2023 10:30 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/21/337/2802343/kisah-soeharto-tidak-gelar-open-house-lebaran-yang-kini-dilakukan-jokowi-sETQPBTwFD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Soeharto (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/21/337/2802343/kisah-soeharto-tidak-gelar-open-house-lebaran-yang-kini-dilakukan-jokowi-sETQPBTwFD.jpg</image><title>Soeharto (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meniadakan open house pada Hari Raya Idul Fitri 1444 H. Dulu, ternyata Presiden ke-2 RI, Soeharto juga pernah melakukan hal serupa.
Kala itu, Soeharto meniadakan open house sebagai bentuk keprihatinannya atas kondisi perekonomian Indonesia pada 1987. Untuk itu, ia memilih untuk melakukan penghematan.
&quot;Saya mesti memberi contoh apa yang patut kita lakukan dalam suasana seperti itu. Penghematan! ltu pasti mesti kita lakukan,&quot; ungkap Soeharto, dikutip dari buku &amp;ldquo;Soeharto: Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya&amp;rdquo; yang ditulis G. Dwipayana dan Ramadhan KH, diterbitkan PT Citra Kharisma Bunda Jakarta tahun 1982.

BACA JUGA:
Deretan Pernyataan Bung Karno Penuh Makna, Bisa Dikutip saat Idul Fitri 1444 H

&quot;Maka pada hari Lebaran tahun 1987, di bulan Mei, saya dan istri saya tidak menerima ucapan selamat Idul Fitri secara langsung (Open House) di kediaman kami di Jalan Cendana,&quot; imbuhnya.
Soeharto menyadari bahwa kegiatan open house itu akan menelan banyak biaya. Bahkan, untuk pengamanan kegiatannya saja harus menyediakan anggaran.

BACA JUGA:
Cerita Bung Karno Mengabsen Nama Gadis-gadis Cantik saat Comblangi Hatta&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Kepada masyarakat, dirinya juga mengimbau agar menghindari suasana kegembiraan yang berlebihan. Kemudian, melakukan sesuatu dengan menyesuaikan keadaan.
&quot;Saya juga mengimbau agar masyarakat menghindarkan suasana kegembiraan yang berlebih-lebihan dan agar segala sesuatunya disesuaikan dengan keadaan,&quot; ujarnya.
&quot;Kita sedang prihatin. Apakah imbauan saya itu mendapat tanggapan yang cukup, entahlah. Kami telah memberi contoh,&quot; tambah Soeharto. (ari)</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meniadakan open house pada Hari Raya Idul Fitri 1444 H. Dulu, ternyata Presiden ke-2 RI, Soeharto juga pernah melakukan hal serupa.
Kala itu, Soeharto meniadakan open house sebagai bentuk keprihatinannya atas kondisi perekonomian Indonesia pada 1987. Untuk itu, ia memilih untuk melakukan penghematan.
&quot;Saya mesti memberi contoh apa yang patut kita lakukan dalam suasana seperti itu. Penghematan! ltu pasti mesti kita lakukan,&quot; ungkap Soeharto, dikutip dari buku &amp;ldquo;Soeharto: Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya&amp;rdquo; yang ditulis G. Dwipayana dan Ramadhan KH, diterbitkan PT Citra Kharisma Bunda Jakarta tahun 1982.

BACA JUGA:
Deretan Pernyataan Bung Karno Penuh Makna, Bisa Dikutip saat Idul Fitri 1444 H

&quot;Maka pada hari Lebaran tahun 1987, di bulan Mei, saya dan istri saya tidak menerima ucapan selamat Idul Fitri secara langsung (Open House) di kediaman kami di Jalan Cendana,&quot; imbuhnya.
Soeharto menyadari bahwa kegiatan open house itu akan menelan banyak biaya. Bahkan, untuk pengamanan kegiatannya saja harus menyediakan anggaran.

BACA JUGA:
Cerita Bung Karno Mengabsen Nama Gadis-gadis Cantik saat Comblangi Hatta&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Kepada masyarakat, dirinya juga mengimbau agar menghindari suasana kegembiraan yang berlebihan. Kemudian, melakukan sesuatu dengan menyesuaikan keadaan.
&quot;Saya juga mengimbau agar masyarakat menghindarkan suasana kegembiraan yang berlebih-lebihan dan agar segala sesuatunya disesuaikan dengan keadaan,&quot; ujarnya.
&quot;Kita sedang prihatin. Apakah imbauan saya itu mendapat tanggapan yang cukup, entahlah. Kami telah memberi contoh,&quot; tambah Soeharto. (ari)</content:encoded></item></channel></rss>
