<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertemuan Sangat Rahasia Soekarno-Tan Malaka, Lampu Dipadamkan Hindari Mata-Mata Jepang   </title><description>Soekarno begitu mengagumi pemikiran Tan Malaka. Keduanya pun tak sembarangan bisa bertemu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/23/337/2802716/pertemuan-sangat-rahasia-soekarno-tan-malaka-lampu-dipadamkan-hindari-mata-mata-jepang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/23/337/2802716/pertemuan-sangat-rahasia-soekarno-tan-malaka-lampu-dipadamkan-hindari-mata-mata-jepang"/><item><title>Pertemuan Sangat Rahasia Soekarno-Tan Malaka, Lampu Dipadamkan Hindari Mata-Mata Jepang   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/23/337/2802716/pertemuan-sangat-rahasia-soekarno-tan-malaka-lampu-dipadamkan-hindari-mata-mata-jepang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/23/337/2802716/pertemuan-sangat-rahasia-soekarno-tan-malaka-lampu-dipadamkan-hindari-mata-mata-jepang</guid><pubDate>Minggu 23 April 2023 06:46 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/22/337/2802716/pertemuan-sangat-rahasia-soekarno-tan-malaka-lampu-dipadamkan-hindari-mata-mata-jepang-SsjiUMK0th.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Soekarno dan Tan Malaka. (Foto: Wikipedia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/22/337/2802716/pertemuan-sangat-rahasia-soekarno-tan-malaka-lampu-dipadamkan-hindari-mata-mata-jepang-SsjiUMK0th.jpeg</image><title>Soekarno dan Tan Malaka. (Foto: Wikipedia)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;- Soekarno begitu mengagumi pemikiran Tan Malaka. Keduanya pun tak sembarangan bisa bertemu. Terlebih lagi, Bung Karno selalu dipantau oleh militer Jepang pada masa penjajahan.

Soekarno lantas mengarahkan untuk pertemuannya dengan Tan Malaka dirahasiakan dan dilakukan di tempat yang aman dari intaian militer Jepang. Salah satunya di rumah DR. R. Soeharto.

BACA JUGA:
Ketika Bung Karno Ingin Serahkan Kekuasaan Pemerintahan Indonesia kepada Tan Malaka, Ditolak M Hatta

Pertemuan itu akhirnya terjadi pada tanggal 9 September 1945 di hari pertama Hari Raya Idul Fitri. Pertemuan sangat rahasia itu diadakan di kediaman DR. R. Soeharto di Jalam. Kramat Raya No. 128.

Melansir dari laman Setneg, bahkan saking rahasianya, pertemuan Soekarno dan Tan Malaka dilakukan dalam kondisi gelap. Lampu penerangan di kamar pertemuan sengaja dipadamkan untuk menghindari mata-mata Jepang.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kisah Kekaguman Soekarno ke Tan Malaka: Kalau Saya Tak Berdaya Lagi, Pimpinan Revolusi Saya Serahkan ke Saudara

Disebutkan, Soekarno sangat mengagumi Tan Malaka dengan semangat perjuangannya dalam memperjuangkan kemerdekaan di negaranya.

Bahkan, pada akhir pertemuan, Soekarno memberi penghormatan kepada Tan Malaka, yaitu jika Soekarno tidak berdaya lagi, maka kepemimpinan revolusi akan diserahkan kepada Tan Malaka.

Pernyataan Soekarno tersebut dituangkan ke dalam surat wasiat Presiden Soekarno untuk Tan Malaka yang disebut Testamen Politik untuk Tan Malaka yang berisi penyerahan kekuasaan pemerintahan Soekarno dan M. Hatta kepada Tan Malaka.Tetapi, ketika surat wasiat tersebut masuk ke M. Hatta untuk ditandatanganinya, M. Hatta menolak usulan tersebut dan meminta kepada Soekarno untuk diganti karena tidak sesuai dengan kesepakatan mereka berdua.



Kemudian pada 1 Oktober 1945, surat wasiat yang sudah diperbarui diketik dan ditandatangani oleh Soekarno-Hatta yang berisi penyerahan kekuasaan pemerintahan akan diteruskan oleh saudara-saudara: Tan Malaka, Iwa Kusuma Sumantri, Sjahrir dan Wongsonegoro.</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;- Soekarno begitu mengagumi pemikiran Tan Malaka. Keduanya pun tak sembarangan bisa bertemu. Terlebih lagi, Bung Karno selalu dipantau oleh militer Jepang pada masa penjajahan.

Soekarno lantas mengarahkan untuk pertemuannya dengan Tan Malaka dirahasiakan dan dilakukan di tempat yang aman dari intaian militer Jepang. Salah satunya di rumah DR. R. Soeharto.

BACA JUGA:
Ketika Bung Karno Ingin Serahkan Kekuasaan Pemerintahan Indonesia kepada Tan Malaka, Ditolak M Hatta

Pertemuan itu akhirnya terjadi pada tanggal 9 September 1945 di hari pertama Hari Raya Idul Fitri. Pertemuan sangat rahasia itu diadakan di kediaman DR. R. Soeharto di Jalam. Kramat Raya No. 128.

Melansir dari laman Setneg, bahkan saking rahasianya, pertemuan Soekarno dan Tan Malaka dilakukan dalam kondisi gelap. Lampu penerangan di kamar pertemuan sengaja dipadamkan untuk menghindari mata-mata Jepang.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kisah Kekaguman Soekarno ke Tan Malaka: Kalau Saya Tak Berdaya Lagi, Pimpinan Revolusi Saya Serahkan ke Saudara

Disebutkan, Soekarno sangat mengagumi Tan Malaka dengan semangat perjuangannya dalam memperjuangkan kemerdekaan di negaranya.

Bahkan, pada akhir pertemuan, Soekarno memberi penghormatan kepada Tan Malaka, yaitu jika Soekarno tidak berdaya lagi, maka kepemimpinan revolusi akan diserahkan kepada Tan Malaka.

Pernyataan Soekarno tersebut dituangkan ke dalam surat wasiat Presiden Soekarno untuk Tan Malaka yang disebut Testamen Politik untuk Tan Malaka yang berisi penyerahan kekuasaan pemerintahan Soekarno dan M. Hatta kepada Tan Malaka.Tetapi, ketika surat wasiat tersebut masuk ke M. Hatta untuk ditandatanganinya, M. Hatta menolak usulan tersebut dan meminta kepada Soekarno untuk diganti karena tidak sesuai dengan kesepakatan mereka berdua.



Kemudian pada 1 Oktober 1945, surat wasiat yang sudah diperbarui diketik dan ditandatangani oleh Soekarno-Hatta yang berisi penyerahan kekuasaan pemerintahan akan diteruskan oleh saudara-saudara: Tan Malaka, Iwa Kusuma Sumantri, Sjahrir dan Wongsonegoro.</content:encoded></item></channel></rss>
