<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kuwait Luncurkan Operasi Penyelamatan, Evakuasi Warganya dari Sudan</title><description>Kuwait meluncurkan operasi darurat untuk mengevakuasi warganya dari Sudan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/24/18/2803181/kuwait-luncurkan-operasi-penyelamatan-evakuasi-warganya-dari-sudan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/24/18/2803181/kuwait-luncurkan-operasi-penyelamatan-evakuasi-warganya-dari-sudan"/><item><title>Kuwait Luncurkan Operasi Penyelamatan, Evakuasi Warganya dari Sudan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/24/18/2803181/kuwait-luncurkan-operasi-penyelamatan-evakuasi-warganya-dari-sudan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/24/18/2803181/kuwait-luncurkan-operasi-penyelamatan-evakuasi-warganya-dari-sudan</guid><pubDate>Senin 24 April 2023 13:27 WIB</pubDate><dc:creator> Muhammad Fadli Rizal</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/24/18/2803181/kuwait-luncurkan-operasi-penyelamatan-evakuasi-warganya-dari-sudan-cKzzFcVj6g.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/24/18/2803181/kuwait-luncurkan-operasi-penyelamatan-evakuasi-warganya-dari-sudan-cKzzFcVj6g.jpg</image><title>Ilustrasi (Antara)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8yNC8xLzE2NTUxNC81L3g4a2Nxb2s=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KUWAIT - Kuwait meluncurkan operasi darurat untuk mengevakuasi warganya dari Sudan. Evakuasi itu dilakukan karena Sudan saat ini memanas imbas pertempuran Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF).

Menteri Luar Negeri Kuwait Sheikh Salim Abdullah al-Jaber al-Sabah mengumumkan upaya penyelamatan yang sedang berlangsung dan menggarisbawahi bahwa operasi itu dilakukan sebagai respons terhadap krisis keamanan di Sudan.

Dia mengatakan semua warga Kuwait yang ingin kembali ke negara Teluk itu tiba dengan selamat di Kota Jeddah, Arab Saudi. Ia mengatakan Kuwait terus berupaya untuk membawa mereka pulang.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Perang Memanas, Arab Saudi Evakuasi Diplomatnya dan Warga Negara Asing dari Sudan

Sementara itu, Mesir mengatakan telah melakukan kontak dengan pihak berwenang di Sudan untuk mengamankan evakuasi warga negaranya.

Kementerian Luar Negeri Mesir mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Jumat (21/4/2023) bahwa misi diplomatiknya di Wadi Halfa, Sudan utara, memantau kondisi warga negara Mesir di Sudan dan berupaya memfasilitasi kepulangan mereka melalui penyeberangan darat antara kedua negara.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia masih berupaya mencari cara untuk mengevakuasi WNI dari Sudan. Hal itu disampaikan Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha.

&amp;ldquo;Koordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan beberapa misi asing di Sudan dilakukan,&amp;rdquo; ujar Judha melalui pesan singkat, Senin (24/3/2023) dikutip Antara.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pemerintah Kontak PBB, Cari Cara Evakuasi WNI dari Sudan

Judha mengatakan berdasarkan data KBRI Khartoum, saat ini tercatat 1.209 WNI yang tinggal di Sudan. Sebagian besar dari mereka adalah pelajar dan mahasiswa.



Pertempuran antara Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF) terus berlanjut dan mengakibatkan sedikitnya 413 korban tewas dan 3.551 orang terluka, menurut data PBB per 21 April 2023.

Upaya internasional dan regional sejauh ini gagal mengakhiri pertempuran yang telah dimulai sejak 15 April 2023 itu.

Sudan tidak memiliki pemerintahan yang berfungsi sejak Oktober 2021, ketika militer membubarkan pemerintahan transisi Perdana Menteri Abdalla Hamdok dan menyatakan keadaan darurat yang disebut oleh kekuatan-kekuatan politik sebagai kudeta.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8yNC8xLzE2NTUxNC81L3g4a2Nxb2s=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KUWAIT - Kuwait meluncurkan operasi darurat untuk mengevakuasi warganya dari Sudan. Evakuasi itu dilakukan karena Sudan saat ini memanas imbas pertempuran Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF).

Menteri Luar Negeri Kuwait Sheikh Salim Abdullah al-Jaber al-Sabah mengumumkan upaya penyelamatan yang sedang berlangsung dan menggarisbawahi bahwa operasi itu dilakukan sebagai respons terhadap krisis keamanan di Sudan.

Dia mengatakan semua warga Kuwait yang ingin kembali ke negara Teluk itu tiba dengan selamat di Kota Jeddah, Arab Saudi. Ia mengatakan Kuwait terus berupaya untuk membawa mereka pulang.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Perang Memanas, Arab Saudi Evakuasi Diplomatnya dan Warga Negara Asing dari Sudan

Sementara itu, Mesir mengatakan telah melakukan kontak dengan pihak berwenang di Sudan untuk mengamankan evakuasi warga negaranya.

Kementerian Luar Negeri Mesir mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Jumat (21/4/2023) bahwa misi diplomatiknya di Wadi Halfa, Sudan utara, memantau kondisi warga negara Mesir di Sudan dan berupaya memfasilitasi kepulangan mereka melalui penyeberangan darat antara kedua negara.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia masih berupaya mencari cara untuk mengevakuasi WNI dari Sudan. Hal itu disampaikan Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha.

&amp;ldquo;Koordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan beberapa misi asing di Sudan dilakukan,&amp;rdquo; ujar Judha melalui pesan singkat, Senin (24/3/2023) dikutip Antara.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pemerintah Kontak PBB, Cari Cara Evakuasi WNI dari Sudan

Judha mengatakan berdasarkan data KBRI Khartoum, saat ini tercatat 1.209 WNI yang tinggal di Sudan. Sebagian besar dari mereka adalah pelajar dan mahasiswa.



Pertempuran antara Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF) terus berlanjut dan mengakibatkan sedikitnya 413 korban tewas dan 3.551 orang terluka, menurut data PBB per 21 April 2023.

Upaya internasional dan regional sejauh ini gagal mengakhiri pertempuran yang telah dimulai sejak 15 April 2023 itu.

Sudan tidak memiliki pemerintahan yang berfungsi sejak Oktober 2021, ketika militer membubarkan pemerintahan transisi Perdana Menteri Abdalla Hamdok dan menyatakan keadaan darurat yang disebut oleh kekuatan-kekuatan politik sebagai kudeta.

</content:encoded></item></channel></rss>
