<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sudah Lama Meresahkan, 10 Anggota Geng Tewas Dihakimi dan Dibakar Penduduk</title><description>Geng-geng kriminal di Haiti telah menjadi momok keamanan di negara itu selama bertahun-tahun.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/25/18/2803612/sudah-lama-meresahkan-10-anggota-geng-tewas-dihakimi-dan-dibakar-penduduk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/25/18/2803612/sudah-lama-meresahkan-10-anggota-geng-tewas-dihakimi-dan-dibakar-penduduk"/><item><title>Sudah Lama Meresahkan, 10 Anggota Geng Tewas Dihakimi dan Dibakar Penduduk</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/25/18/2803612/sudah-lama-meresahkan-10-anggota-geng-tewas-dihakimi-dan-dibakar-penduduk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/25/18/2803612/sudah-lama-meresahkan-10-anggota-geng-tewas-dihakimi-dan-dibakar-penduduk</guid><pubDate>Selasa 25 April 2023 15:10 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/25/18/2803612/sudah-lama-meresahkan-10-anggota-geng-tewas-dihakimi-dan-dibakar-penduduk-jDUNrhRJW2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/25/18/2803612/sudah-lama-meresahkan-10-anggota-geng-tewas-dihakimi-dan-dibakar-penduduk-jDUNrhRJW2.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>PORT-AU-PRINCE - Polisi Haiti mengatakan pada Senin, (24/4/2023) bahwa setidaknya 10 tersangka anggota geng telah digantung dan tubuh mereka dibakar oleh penduduk Port-au-Prince. Juru Bicara Kepolisian Haiti, Gary Desrosiers, mengatakan kelompok bandit bersenjata itu bepergian dengan kendaraan di ibu kota dan polisi bermaksud menangkap mereka.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
3 Jemaat Gereja Diculik Usai Menghadiri Misa Minggu, Geng Haiti Minta Uang Tebusan Banyak

Secara terpisah, dia mengatakan bos kejahatan terkenal Carlo Petithomme telah meninggal, tanpa memberikan rincian apapun. Petithomme menggunakan alias Ti Makak dan memimpin geng dengan nama yang sama.
Hukuman mati tanpa pengadilan mengikuti konfrontasi berhari-hari antara anggota geng dan agen keamanan.

BACA JUGA:
Geng G9 Bebaskan Terminal Gas Utama Usai Negosiasi Selama 2 Minggu dengan Politisi dan PM Haiti

Foto-foto Reuters dan video yang beredar di media sosial menunjukkan beberapa mayat ditumpuk di jalan, dengan ban berasap dan benda lain di atasnya. Orang-orang mengelilingi mereka, berteriak dengan marah. Satu orang terlihat memukuli tubuh tak bernyawa dengan benda tumpul.
Geng-geng di Haiti semakin kuat sejak pembunuhan Presiden Jovenel Moise pada 2021. Penduduk terjebak di tengah-tengah pertikaian antara geng dengan pasukan keamanan karena sebagian besar ibu kota dan sebagian besar pedesaan telah menjadi tanpa hukum.Situasi keamanan semakin memburuk dalam beberapa bulan terakhir, dengan baku tembak rutin terjadi antara petugas polisi dan geng. Pertempuran rumput berdarah telah menyebabkan ratusan orang tewas dan ribuan lainnya mengungsi.
Desrosiers mengatakan kemarahan penduduk dapat dimengerti &quot;tetapi kerja sama yang kami upayakan harus dilakukan tanpa kekerasan.&quot;
Kelompok kriminal menguasai sekira 80% wilayah metropolitan Port-au-Prince, di mana sekira 200 geng beroperasi tanpa hukuman, menurut perkiraan.
Pemerintah Haiti dan pejabat tinggi PBB telah menyerukan pasukan internasional untuk mendukung polisi Haiti dalam perjuangan mereka melawan geng.</description><content:encoded>PORT-AU-PRINCE - Polisi Haiti mengatakan pada Senin, (24/4/2023) bahwa setidaknya 10 tersangka anggota geng telah digantung dan tubuh mereka dibakar oleh penduduk Port-au-Prince. Juru Bicara Kepolisian Haiti, Gary Desrosiers, mengatakan kelompok bandit bersenjata itu bepergian dengan kendaraan di ibu kota dan polisi bermaksud menangkap mereka.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
3 Jemaat Gereja Diculik Usai Menghadiri Misa Minggu, Geng Haiti Minta Uang Tebusan Banyak

Secara terpisah, dia mengatakan bos kejahatan terkenal Carlo Petithomme telah meninggal, tanpa memberikan rincian apapun. Petithomme menggunakan alias Ti Makak dan memimpin geng dengan nama yang sama.
Hukuman mati tanpa pengadilan mengikuti konfrontasi berhari-hari antara anggota geng dan agen keamanan.

BACA JUGA:
Geng G9 Bebaskan Terminal Gas Utama Usai Negosiasi Selama 2 Minggu dengan Politisi dan PM Haiti

Foto-foto Reuters dan video yang beredar di media sosial menunjukkan beberapa mayat ditumpuk di jalan, dengan ban berasap dan benda lain di atasnya. Orang-orang mengelilingi mereka, berteriak dengan marah. Satu orang terlihat memukuli tubuh tak bernyawa dengan benda tumpul.
Geng-geng di Haiti semakin kuat sejak pembunuhan Presiden Jovenel Moise pada 2021. Penduduk terjebak di tengah-tengah pertikaian antara geng dengan pasukan keamanan karena sebagian besar ibu kota dan sebagian besar pedesaan telah menjadi tanpa hukum.Situasi keamanan semakin memburuk dalam beberapa bulan terakhir, dengan baku tembak rutin terjadi antara petugas polisi dan geng. Pertempuran rumput berdarah telah menyebabkan ratusan orang tewas dan ribuan lainnya mengungsi.
Desrosiers mengatakan kemarahan penduduk dapat dimengerti &quot;tetapi kerja sama yang kami upayakan harus dilakukan tanpa kekerasan.&quot;
Kelompok kriminal menguasai sekira 80% wilayah metropolitan Port-au-Prince, di mana sekira 200 geng beroperasi tanpa hukuman, menurut perkiraan.
Pemerintah Haiti dan pejabat tinggi PBB telah menyerukan pasukan internasional untuk mendukung polisi Haiti dalam perjuangan mereka melawan geng.</content:encoded></item></channel></rss>
