<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Suka Duka Sopir Bus saat Musim Mudik: Senang Bisa Antar Orang Meski Dirinya Tak Berlebaran Bersama Keluarga</title><description>Hari Raya Idul Fitri 1444 H dijadikan sebagai momentum untuk berkumpul bersama sanak saudara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/25/337/2803312/suka-duka-sopir-bus-saat-musim-mudik-senang-bisa-antar-orang-meski-dirinya-tak-berlebaran-bersama-keluarga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/25/337/2803312/suka-duka-sopir-bus-saat-musim-mudik-senang-bisa-antar-orang-meski-dirinya-tak-berlebaran-bersama-keluarga"/><item><title>Suka Duka Sopir Bus saat Musim Mudik: Senang Bisa Antar Orang Meski Dirinya Tak Berlebaran Bersama Keluarga</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/25/337/2803312/suka-duka-sopir-bus-saat-musim-mudik-senang-bisa-antar-orang-meski-dirinya-tak-berlebaran-bersama-keluarga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/25/337/2803312/suka-duka-sopir-bus-saat-musim-mudik-senang-bisa-antar-orang-meski-dirinya-tak-berlebaran-bersama-keluarga</guid><pubDate>Selasa 25 April 2023 00:05 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/24/337/2803312/suka-duka-sopir-bus-saat-musim-mudik-senang-bisa-antar-orang-meski-dirinya-tak-berlebaran-bersama-keluarga-2bAFDsDO08.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/24/337/2803312/suka-duka-sopir-bus-saat-musim-mudik-senang-bisa-antar-orang-meski-dirinya-tak-berlebaran-bersama-keluarga-2bAFDsDO08.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Hari Raya Idul Fitri 1444 H dijadikan sebagai momentum untuk berkumpul bersama sanak saudara. Namun ternyata, tidak semua orang dapat merasakan hal tersebut.

Yudi, salah seorang sopir bus Pahala Kencana rute Madura-Jakarta-Madura menceritakan suka duka nya menjadi seorang sopir saat arus mudik dan balik Lebaran 2023.

&quot;Suka duka kalau jalanan pas lancar ya senang, tapi sedihnya kalau pas lagi macet lebaran jadi tidak bisa pulang untuk kumpul bareng keluarga,&quot; ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Senin (24/4/2023).

Namun demikian, Yudi mengaku dirinya ikut senang lantaran dapat membantu masyarakan yang mudik untuk bisa bertemu dengan saudara-saudara.

&quot;Kita ikut rasain senang ya kita bisa bantu saudara-saudara kita bisa mudik walau kita sendiri tidak bisa kumpul dengan keluarga,&quot; imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Nardi, yang juga sopir bus Pahala Kencana,  mengatakan, dirinya bersama dengan Yudi bergantian mengendarai bus. Katanya, selama arus mudik dan balik tahun ini, keduanya sudah 5 kali PP Jakarta-Madura-Jakarta.

&quot;Sudah 5 kali PP, satu bus dua sopir kan ganti-gantian nyopirnya. Kalo kernet nya 1,&quot; lanjutnya.

Yudi bercerita, selama 5 kali PP itu, perjalanan paling berkesan yakni saat puncak arus mudik di tanggal 19 April 202 lalu.

&quot;Ya, paling berkesan pas kapn? Pas puncak arus mudik tanggal 19 karena macet banget sebelum tol japek. Arah balik ke Jakartanya harus leqat bawah, nostalgia lagi deh lewat Pantura,&quot; tutupnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Hari Raya Idul Fitri 1444 H dijadikan sebagai momentum untuk berkumpul bersama sanak saudara. Namun ternyata, tidak semua orang dapat merasakan hal tersebut.

Yudi, salah seorang sopir bus Pahala Kencana rute Madura-Jakarta-Madura menceritakan suka duka nya menjadi seorang sopir saat arus mudik dan balik Lebaran 2023.

&quot;Suka duka kalau jalanan pas lancar ya senang, tapi sedihnya kalau pas lagi macet lebaran jadi tidak bisa pulang untuk kumpul bareng keluarga,&quot; ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Senin (24/4/2023).

Namun demikian, Yudi mengaku dirinya ikut senang lantaran dapat membantu masyarakan yang mudik untuk bisa bertemu dengan saudara-saudara.

&quot;Kita ikut rasain senang ya kita bisa bantu saudara-saudara kita bisa mudik walau kita sendiri tidak bisa kumpul dengan keluarga,&quot; imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Nardi, yang juga sopir bus Pahala Kencana,  mengatakan, dirinya bersama dengan Yudi bergantian mengendarai bus. Katanya, selama arus mudik dan balik tahun ini, keduanya sudah 5 kali PP Jakarta-Madura-Jakarta.

&quot;Sudah 5 kali PP, satu bus dua sopir kan ganti-gantian nyopirnya. Kalo kernet nya 1,&quot; lanjutnya.

Yudi bercerita, selama 5 kali PP itu, perjalanan paling berkesan yakni saat puncak arus mudik di tanggal 19 April 202 lalu.

&quot;Ya, paling berkesan pas kapn? Pas puncak arus mudik tanggal 19 karena macet banget sebelum tol japek. Arah balik ke Jakartanya harus leqat bawah, nostalgia lagi deh lewat Pantura,&quot; tutupnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
