<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kepala BMKG Persilakan Warga Mengungsi Gempa M7,3 Mentawai Kembali ke Rumah   </title><description>Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/25/337/2803460/kepala-bmkg-persilakan-warga-mengungsi-gempa-m7-3-mentawai-kembali-ke-rumah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/25/337/2803460/kepala-bmkg-persilakan-warga-mengungsi-gempa-m7-3-mentawai-kembali-ke-rumah"/><item><title>Kepala BMKG Persilakan Warga Mengungsi Gempa M7,3 Mentawai Kembali ke Rumah   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/25/337/2803460/kepala-bmkg-persilakan-warga-mengungsi-gempa-m7-3-mentawai-kembali-ke-rumah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/25/337/2803460/kepala-bmkg-persilakan-warga-mengungsi-gempa-m7-3-mentawai-kembali-ke-rumah</guid><pubDate>Selasa 25 April 2023 07:00 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/25/337/2803460/kepala-bmkg-persilakan-warga-mengungsi-gempa-m7-3-mentawai-kembali-ke-rumah-P5cIPo0LbC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BMKG, Dwikorita. (Foto: Tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/25/337/2803460/kepala-bmkg-persilakan-warga-mengungsi-gempa-m7-3-mentawai-kembali-ke-rumah-P5cIPo0LbC.jpg</image><title>Kepala BMKG, Dwikorita. (Foto: Tangkapan layar)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8yMy8xLzE2NTQ4Ny81L3g4a2J4NDA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Gempa besar M7,3 mengguncang di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) pada pukul 03.00 WIB, Selasa (25/4/2023). Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyatakan bahwa peringatan tsunami akibat gempa tersebut sudah berakhir. Sehingga, warga yang mengungsi dipersilakan untuk kembali ke rumah masing-masing dengan sejumlah syarat.

BACA JUGA:
Gempa M7,3 Mentawai Bikin Warga Panik, Berlarian Mengungsi hingga Jalanan Macet&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Tetap tenang namun waspada, sekarang yang dikhawatirkan bukan lagi tsunami, tapi masih ada kemungkinan gempa susulan yang semakin lemah, terakhir semakin besar M 5,0, selama rumah masih utuh, tidak rusak dan retak, silakan kembali ke rumah masing-masing, kecuali rumah rusak atau retak, jangan berada di lokasi itu, cari lokasi yang lebih aman,&amp;rdquo; ucapnya

Sebagaimana diketahui, gempa bumi berkekuatan M7.3 terjadi di Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (25/4/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gempa M7,3 Mentawai, Ratusan Warga Pantai Barat Madina Mengungsi

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa itu terjadi pukul 03.00 WIB.&amp;nbsp;Adapun, pusat gempa itu berada di 177 km Barat Laut Kepulauan Mentawai, Sumbar.



Lokasi tepatnya berada di 0.93 LS-98.39 BT. Dan berada pada kedalaman 84 KM. BMKG sempat mengeluarkan peringatan tsunami.



BMKG mengeluarkan peringatan potensi terjadinya tsunami terkait dengan gempa berkekuatan besar tersebut.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8yMy8xLzE2NTQ4Ny81L3g4a2J4NDA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Gempa besar M7,3 mengguncang di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) pada pukul 03.00 WIB, Selasa (25/4/2023). Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyatakan bahwa peringatan tsunami akibat gempa tersebut sudah berakhir. Sehingga, warga yang mengungsi dipersilakan untuk kembali ke rumah masing-masing dengan sejumlah syarat.

BACA JUGA:
Gempa M7,3 Mentawai Bikin Warga Panik, Berlarian Mengungsi hingga Jalanan Macet&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Tetap tenang namun waspada, sekarang yang dikhawatirkan bukan lagi tsunami, tapi masih ada kemungkinan gempa susulan yang semakin lemah, terakhir semakin besar M 5,0, selama rumah masih utuh, tidak rusak dan retak, silakan kembali ke rumah masing-masing, kecuali rumah rusak atau retak, jangan berada di lokasi itu, cari lokasi yang lebih aman,&amp;rdquo; ucapnya

Sebagaimana diketahui, gempa bumi berkekuatan M7.3 terjadi di Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (25/4/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gempa M7,3 Mentawai, Ratusan Warga Pantai Barat Madina Mengungsi

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa itu terjadi pukul 03.00 WIB.&amp;nbsp;Adapun, pusat gempa itu berada di 177 km Barat Laut Kepulauan Mentawai, Sumbar.



Lokasi tepatnya berada di 0.93 LS-98.39 BT. Dan berada pada kedalaman 84 KM. BMKG sempat mengeluarkan peringatan tsunami.



BMKG mengeluarkan peringatan potensi terjadinya tsunami terkait dengan gempa berkekuatan besar tersebut.



</content:encoded></item></channel></rss>
