<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres Minta Penembakan TNI di Papua Tak Terulang Kembali</title><description></description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/26/337/2804204/wapres-minta-penembakan-tni-di-papua-tak-terulang-kembali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/26/337/2804204/wapres-minta-penembakan-tni-di-papua-tak-terulang-kembali"/><item><title>Wapres Minta Penembakan TNI di Papua Tak Terulang Kembali</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/26/337/2804204/wapres-minta-penembakan-tni-di-papua-tak-terulang-kembali</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/26/337/2804204/wapres-minta-penembakan-tni-di-papua-tak-terulang-kembali</guid><pubDate>Rabu 26 April 2023 19:06 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/26/337/2804204/wapres-minta-penembakan-tni-di-papua-tak-terulang-kembali-syUl95ISIX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres KH Ma'ruf Amin. (Dok Setwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/26/337/2804204/wapres-minta-penembakan-tni-di-papua-tak-terulang-kembali-syUl95ISIX.jpg</image><title>Wapres KH Ma'ruf Amin. (Dok Setwapres)</title></images><description>
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin prihatin terkait situasi di Papua dalam dua pekan terakhir. Sejumlah prajurit TNI gugur dalam tugas operasi di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, serta masih adanya tindak kekerasan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah tersebut.


Hal itu diungkapkan Ma'ruf selaku Ketua Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) saat memimpin rapat terbatas membahas tentang Papua.

Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi mengatakan Wapres menekankan agar kejadian penembakan terhadap anggota TNI tidak terulang lagi.

&quot;Tentu saja kalau itu pasti (tidak boleh terulang lagi), tapi itu kan detail kecil yang dibicarakan dalam konteks teknis di lapangan jadi tidak dibicarakan itu (dalam rapat). Tapi lebih pada besaranya seperti apa yang mesti dihadapi oleh pemerintah supaya penanganan, pola-pola penanganan Papua itu efektif. Terutama yang menyangkut soal koordinasi karena selama ini sudah berjalan dengan baik tapi harus ditingkatkan terus-menerus kira-kira gitu,&quot; kata Masduki di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (26/4/2023).

Wapres, kata Masduki, menginstruksikan TNI dan Polri untuk memperkuat strategi yang komprehensif dan lebih siaga untuk Papua. Wapres meyakini, Panglima TNI dan Kapolri telah melakukan evaluasi operasi dan memperkuat langkah-langkah dengan menetapkan status operasi menjadi siaga tempur darat.

&quot;Saya kira wapres sudah memberikan pernyataan terkait itu. Itulah sebabnya kenapa tadi dilakukan rapat koordinasi itu salah satunya bagaimana agar pihak keamanan lebih siaga, lebih efektif koordinasinya lebih baik, saya kira semuanya itu agar dilakukan, dan mudah-mudahan tidak terjadi lagi,&quot; kata Masduki.




BACA JUGA:
Mencekam! Warga Lawan KKB Teroris dengan Panah di Bilogai Papua




Namun, Wapres mengingatkan, bersamaan dengan pendekatan keamanan, harus tetap konsisten dengan pendekatan kesejahteraan yang berbasis sosial-kultural dan administratif-politik untuk menangani akar persoalan dan isu-isu strategis di 6 Provinsi di tanah Papua.

Dalam rapat tersebut,kata Masduki, Wapres membahas mengenai realisasi pemerataan pembangunan untuk 6 Provinsi di Papua.




BACA JUGA:
Gunakan Panah, Warga Perangi KKB Teroris di Bilogai Papua



&quot;Yang kedua, tentu saja berbicara mengenai pola-pola penanganan keamanan Papua. Nah pola pola penanganan papua itu seperti apa itu memang belum selesai, pembicaraan, karena masih akan ada rapat lanjutan dan tidak ada pembicaraan-pembicaraan yang berhubungan dengan itu untuk dibicarakan lebih jauh,&quot; kata Masduki.

Hadir dalam rapat tersebut, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Andi Widjajanto, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dan pejabat lainnya yang hadir.


Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, adapun Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) diwakili oleh Deputi II Edmil Nurjamil dan Deputi III Aswardi.



Sementara Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wakil Presiden Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pemerintahan dan Wawasan Kebangsaan Velix F. Wanggai, Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi, dan Staf Khusus Wapres Bidang Umum Masykuri Abdillah.

</description><content:encoded>
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin prihatin terkait situasi di Papua dalam dua pekan terakhir. Sejumlah prajurit TNI gugur dalam tugas operasi di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, serta masih adanya tindak kekerasan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah tersebut.


Hal itu diungkapkan Ma'ruf selaku Ketua Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) saat memimpin rapat terbatas membahas tentang Papua.

Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi mengatakan Wapres menekankan agar kejadian penembakan terhadap anggota TNI tidak terulang lagi.

&quot;Tentu saja kalau itu pasti (tidak boleh terulang lagi), tapi itu kan detail kecil yang dibicarakan dalam konteks teknis di lapangan jadi tidak dibicarakan itu (dalam rapat). Tapi lebih pada besaranya seperti apa yang mesti dihadapi oleh pemerintah supaya penanganan, pola-pola penanganan Papua itu efektif. Terutama yang menyangkut soal koordinasi karena selama ini sudah berjalan dengan baik tapi harus ditingkatkan terus-menerus kira-kira gitu,&quot; kata Masduki di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (26/4/2023).

Wapres, kata Masduki, menginstruksikan TNI dan Polri untuk memperkuat strategi yang komprehensif dan lebih siaga untuk Papua. Wapres meyakini, Panglima TNI dan Kapolri telah melakukan evaluasi operasi dan memperkuat langkah-langkah dengan menetapkan status operasi menjadi siaga tempur darat.

&quot;Saya kira wapres sudah memberikan pernyataan terkait itu. Itulah sebabnya kenapa tadi dilakukan rapat koordinasi itu salah satunya bagaimana agar pihak keamanan lebih siaga, lebih efektif koordinasinya lebih baik, saya kira semuanya itu agar dilakukan, dan mudah-mudahan tidak terjadi lagi,&quot; kata Masduki.




BACA JUGA:
Mencekam! Warga Lawan KKB Teroris dengan Panah di Bilogai Papua




Namun, Wapres mengingatkan, bersamaan dengan pendekatan keamanan, harus tetap konsisten dengan pendekatan kesejahteraan yang berbasis sosial-kultural dan administratif-politik untuk menangani akar persoalan dan isu-isu strategis di 6 Provinsi di tanah Papua.

Dalam rapat tersebut,kata Masduki, Wapres membahas mengenai realisasi pemerataan pembangunan untuk 6 Provinsi di Papua.




BACA JUGA:
Gunakan Panah, Warga Perangi KKB Teroris di Bilogai Papua



&quot;Yang kedua, tentu saja berbicara mengenai pola-pola penanganan keamanan Papua. Nah pola pola penanganan papua itu seperti apa itu memang belum selesai, pembicaraan, karena masih akan ada rapat lanjutan dan tidak ada pembicaraan-pembicaraan yang berhubungan dengan itu untuk dibicarakan lebih jauh,&quot; kata Masduki.

Hadir dalam rapat tersebut, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Andi Widjajanto, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dan pejabat lainnya yang hadir.


Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, adapun Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) diwakili oleh Deputi II Edmil Nurjamil dan Deputi III Aswardi.



Sementara Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wakil Presiden Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pemerintahan dan Wawasan Kebangsaan Velix F. Wanggai, Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi, dan Staf Khusus Wapres Bidang Umum Masykuri Abdillah.

</content:encoded></item></channel></rss>
