<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Panglima TNI Masih Cari Lokasi Sandera KKB di Nduga</title><description>Panglima TNI Masih Cari Lokasi Sandera KKB di Nduga
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/26/337/2804209/panglima-tni-masih-cari-lokasi-sandera-kkb-di-nduga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/26/337/2804209/panglima-tni-masih-cari-lokasi-sandera-kkb-di-nduga"/><item><title>Panglima TNI Masih Cari Lokasi Sandera KKB di Nduga</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/26/337/2804209/panglima-tni-masih-cari-lokasi-sandera-kkb-di-nduga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/26/337/2804209/panglima-tni-masih-cari-lokasi-sandera-kkb-di-nduga</guid><pubDate>Rabu 26 April 2023 19:23 WIB</pubDate><dc:creator>Kiswondari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/26/337/2804209/panglima-tni-masih-cari-lokasi-sandera-kkb-di-nduga-20mY5f19pt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Panglima TNI Laksamana Yudi Margono. (MNC Portal/Putra Ramadhani Astyawan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/26/337/2804209/panglima-tni-masih-cari-lokasi-sandera-kkb-di-nduga-20mY5f19pt.jpg</image><title>Panglima TNI Laksamana Yudi Margono. (MNC Portal/Putra Ramadhani Astyawan)</title></images><description>JAKARTA - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menyampaikan pihaknya masih mencari lokasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua menyandera warga sipil di Nduga, Papua. Hal itu diungkapkannya usai Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin di Istana Wapres, Jakarta pada Rabu (26/4/2023).
&quot;Kemarin sudah disampaikan, kita masih mencari baik melalui pemerintah daerah, tokoh agama, sampai sekarang kan,&quot; kata Yudo kepada wartawan.
&quot;(Tempatnya) Masih belum (ditemukan). Kami masih cari di daerah Nduga, daerah Paru,&quot; lanjutnya.
Soal OPM yang menyatakan siap tempur tatkala TNI berstatus siaga tempur, Yudo menegaskan, pihaknya sudah menetapkan status siaga tempur. Dalam artian, siaga untuk pasukan TNI bersiap jika sewaktu-waktu diserang.
&quot;Siaga tempur itu kan untuk pasukan kita sendiri supaya siaga sewaktu-waktu diserang. TNI ini kan harus selalu siaga pasukan itu,&quot; ujarnya.
Yudo menjelaskan, untuk operasi teritorial dan operasi komunikasi sosial diterapkan pada kondisi masyarakat yang kerawanannya tidak tinggi. Tapi, khusus daerah-daerah tertentu yang kerawanan tinggi, prajurit harus siaga tempur.
&quot;Itu kan penekanan, bukan operasi militer, jadi jangan dipelesetkan itu operasi militer, bukan belum operasi militer. Siaga tempur itu untuk menumbuhkan naluri militer pada para prajurit,&quot; tuturnya.
Mantan KSAL ini memastikan, itu bukan operasi yang sifatnya ofensif atau menyerang, melainkan defensif atau pertahanan. Yang pasti, pasukan harus siap jika berada di daerah yang kerawanannya tinggi untuk siaga tempur.
&quot;Bukan, bukan ofensif, kita tetap defensif. Tapi, mereka harus siap karena memang di daerah yang kerawanannya tinggi, sehingga harus siaga tempur tadi,&quot; tegas Yudo.

BACA JUGA:
Panglima TNI Sambut Kedatangan Jenazah Kusuma Bangsa yang Gugur Usai Baku Tembak dengan KKB

Karena itu, menurut Yudo, prajurit yang berada di sana tetap stand by atau siaga dan tetap melaksanakan operasi.
&quot;Ya tetap standby toh, tetap melaksanakan operasi,&quot; katanya.
Sementara 16 prajurit yang selamat dari operasi sebelumnya, Yudo mengatakan mereka sudah kembali ke pos masing-masing.

BACA JUGA:
Pratu F Gugur Ditembak KKB Teroris, Panglima TNI Berbelangsungkawa&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Ya masuk di posnya masing-masing,&quot; katanya.Yudo memastikan tidak ada lagi jumlah prajurit yang gugur pada operasi terakhir, sebagaimana yang disampaikan Kapuspen TNI.
&quot;Enggak (ada yang meninghal lagi), sudah semua kan kemarin, sudah disampaikan Pak Kapuspen,&quot; tandasnya.
Sebagaimana diketahui, rakor tersebut turut hadir Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, Menteri Keuangan (KSP) Sri Mulyani, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Gubernur Lemhanas Andi Widjajanto, Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.</description><content:encoded>JAKARTA - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menyampaikan pihaknya masih mencari lokasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua menyandera warga sipil di Nduga, Papua. Hal itu diungkapkannya usai Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin di Istana Wapres, Jakarta pada Rabu (26/4/2023).
&quot;Kemarin sudah disampaikan, kita masih mencari baik melalui pemerintah daerah, tokoh agama, sampai sekarang kan,&quot; kata Yudo kepada wartawan.
&quot;(Tempatnya) Masih belum (ditemukan). Kami masih cari di daerah Nduga, daerah Paru,&quot; lanjutnya.
Soal OPM yang menyatakan siap tempur tatkala TNI berstatus siaga tempur, Yudo menegaskan, pihaknya sudah menetapkan status siaga tempur. Dalam artian, siaga untuk pasukan TNI bersiap jika sewaktu-waktu diserang.
&quot;Siaga tempur itu kan untuk pasukan kita sendiri supaya siaga sewaktu-waktu diserang. TNI ini kan harus selalu siaga pasukan itu,&quot; ujarnya.
Yudo menjelaskan, untuk operasi teritorial dan operasi komunikasi sosial diterapkan pada kondisi masyarakat yang kerawanannya tidak tinggi. Tapi, khusus daerah-daerah tertentu yang kerawanan tinggi, prajurit harus siaga tempur.
&quot;Itu kan penekanan, bukan operasi militer, jadi jangan dipelesetkan itu operasi militer, bukan belum operasi militer. Siaga tempur itu untuk menumbuhkan naluri militer pada para prajurit,&quot; tuturnya.
Mantan KSAL ini memastikan, itu bukan operasi yang sifatnya ofensif atau menyerang, melainkan defensif atau pertahanan. Yang pasti, pasukan harus siap jika berada di daerah yang kerawanannya tinggi untuk siaga tempur.
&quot;Bukan, bukan ofensif, kita tetap defensif. Tapi, mereka harus siap karena memang di daerah yang kerawanannya tinggi, sehingga harus siaga tempur tadi,&quot; tegas Yudo.

BACA JUGA:
Panglima TNI Sambut Kedatangan Jenazah Kusuma Bangsa yang Gugur Usai Baku Tembak dengan KKB

Karena itu, menurut Yudo, prajurit yang berada di sana tetap stand by atau siaga dan tetap melaksanakan operasi.
&quot;Ya tetap standby toh, tetap melaksanakan operasi,&quot; katanya.
Sementara 16 prajurit yang selamat dari operasi sebelumnya, Yudo mengatakan mereka sudah kembali ke pos masing-masing.

BACA JUGA:
Pratu F Gugur Ditembak KKB Teroris, Panglima TNI Berbelangsungkawa&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Ya masuk di posnya masing-masing,&quot; katanya.Yudo memastikan tidak ada lagi jumlah prajurit yang gugur pada operasi terakhir, sebagaimana yang disampaikan Kapuspen TNI.
&quot;Enggak (ada yang meninghal lagi), sudah semua kan kemarin, sudah disampaikan Pak Kapuspen,&quot; tandasnya.
Sebagaimana diketahui, rakor tersebut turut hadir Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, Menteri Keuangan (KSP) Sri Mulyani, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Gubernur Lemhanas Andi Widjajanto, Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.</content:encoded></item></channel></rss>
