<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kritisi Fenomena Anak Muda yang Suka Menganiaya, TGB Zainul Majdi Angkat Bicara</title><description>Satu Indonesia sempat dibuat heboh dengan anak muda yang menganiaya pemuda lain hingga koma.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/27/337/2804676/kritisi-fenomena-anak-muda-yang-suka-menganiaya-tgb-zainul-majdi-angkat-bicara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/27/337/2804676/kritisi-fenomena-anak-muda-yang-suka-menganiaya-tgb-zainul-majdi-angkat-bicara"/><item><title>Kritisi Fenomena Anak Muda yang Suka Menganiaya, TGB Zainul Majdi Angkat Bicara</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/27/337/2804676/kritisi-fenomena-anak-muda-yang-suka-menganiaya-tgb-zainul-majdi-angkat-bicara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/27/337/2804676/kritisi-fenomena-anak-muda-yang-suka-menganiaya-tgb-zainul-majdi-angkat-bicara</guid><pubDate>Kamis 27 April 2023 17:38 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/27/337/2804676/kritisi-fenomena-anak-muda-yang-suka-menganiaya-tgb-zainul-majdi-angkat-bicara-pt5LzUwCa3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor sekaligus Ketua Harian Nasional DPP Perindo TGB HM Zainul Majdi saat memberi tausiyah kepada mahasiswa di Pancor, Lombok Timur, NTB (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/27/337/2804676/kritisi-fenomena-anak-muda-yang-suka-menganiaya-tgb-zainul-majdi-angkat-bicara-pt5LzUwCa3.jpg</image><title>Rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor sekaligus Ketua Harian Nasional DPP Perindo TGB HM Zainul Majdi saat memberi tausiyah kepada mahasiswa di Pancor, Lombok Timur, NTB (Foto: MPI)</title></images><description>
LOMBOK TIMUR &amp;ndash; Tokoh Nasional TGB HM Zainul Majdi menyoroti fenomena anak muda yang menyiksa atau menganiaya orang lain.
Hal ini diungkapkan saat halal bi halal dengan Civitas Akademika Institut Agama Islam  Hamzanwadi (IAIH) NWDI Pancor, Kabupaten Lombok Timur, NTB.

TGB, yang juga Rektor IAIH mengatakan, satu Indonesia sempat dibuat heboh dengan anak muda yang menganiaya pemuda lain hingga koma.


BACA JUGA:
Gelar Halal Bihalal Idul Fitri, TGB: Kebaikan Kita Harus Bertambah

&quot;Ada fenomena anak muda ganas-ganas. Penganiayaan demi penganiayaan,&quot; katanya di IAIH NWDI, Pancor, Lombok Timur, Kamis (27/4/2023).


BACA JUGA:
Saat Peneliti Cornell University Antre dengan Ribuan Warga untuk Bersalaman dengan TGB

Kasus yang dimaksud TGB ini berkaitan dengan putra seorang pegawai Dirjen Pajak yang menganiaya putra pengurus GP Ansor hingga koma. Persoalan awal dipicu oleh aduan seorang anak perempuan.
Ketua Harian Nasional DPP Partai Perindo ini, mengatakan, yang terbaru, kata penganiayaan yang dilakukan anak muda malah ditonton bapaknya.

&quot;Ini semakin aneh, anaknya menyiksa, bapaknya menonton. Ada orang mau menghentikan dihalangi,&quot; ujarnya.

&quot;Ini bapaknya menonton dan memberikan motivasi,&quot; sambungnya.


Doktor Ahli Tafsir Alquran ini melanjutkan, kejadian tersebut dapat diterjemahkan ketika belajar psikologi sekuler, pasti prilaku didiagnosa sebatas materi. Artinya, yang dapat diobservasi.



&quot;Anak itu menjadi kasar karena kurang diasuh orang tuanya. Kasar, karena orang tuanya suka mengucapkan kata kasar, anak melihat orang tuanya kasar, psikologi,&quot; bebernya.



TGB melanjutkan, bila merujuk yang disampaikan oleh Syeikh Abdul Jailani. Penyakit kehidupan masuk dari tiga perkara.



Pertama, dari tabiat yang rusak. Kedua, kebiasaan yang ditetapkan. Ketiga, pertemanan yang buruk. Tabiat yang rusak itu adalah makanan yang haram.



&quot;Psikologi barat tak menyampaikan hal ini, dalam Islam aspek ini kuat,&quot; ujarnya.

.



Publik di Indonesia memang lagi-lagi dibuat heboh dengan seorang anak muda yang menghajar rekannya. Disaat peristiwa tersebut berlangsung, ayah pelaku yang merupakan perwira polisi hanya menonton tanpa melerai.



Video penganiayaan ini pun viral di media sosial hingga berujung pada pencopotan jabatan perwira polisi tersebut dan penetapan tersangka pada pelaku penganiayaan.

</description><content:encoded>
LOMBOK TIMUR &amp;ndash; Tokoh Nasional TGB HM Zainul Majdi menyoroti fenomena anak muda yang menyiksa atau menganiaya orang lain.
Hal ini diungkapkan saat halal bi halal dengan Civitas Akademika Institut Agama Islam  Hamzanwadi (IAIH) NWDI Pancor, Kabupaten Lombok Timur, NTB.

TGB, yang juga Rektor IAIH mengatakan, satu Indonesia sempat dibuat heboh dengan anak muda yang menganiaya pemuda lain hingga koma.


BACA JUGA:
Gelar Halal Bihalal Idul Fitri, TGB: Kebaikan Kita Harus Bertambah

&quot;Ada fenomena anak muda ganas-ganas. Penganiayaan demi penganiayaan,&quot; katanya di IAIH NWDI, Pancor, Lombok Timur, Kamis (27/4/2023).


BACA JUGA:
Saat Peneliti Cornell University Antre dengan Ribuan Warga untuk Bersalaman dengan TGB

Kasus yang dimaksud TGB ini berkaitan dengan putra seorang pegawai Dirjen Pajak yang menganiaya putra pengurus GP Ansor hingga koma. Persoalan awal dipicu oleh aduan seorang anak perempuan.
Ketua Harian Nasional DPP Partai Perindo ini, mengatakan, yang terbaru, kata penganiayaan yang dilakukan anak muda malah ditonton bapaknya.

&quot;Ini semakin aneh, anaknya menyiksa, bapaknya menonton. Ada orang mau menghentikan dihalangi,&quot; ujarnya.

&quot;Ini bapaknya menonton dan memberikan motivasi,&quot; sambungnya.


Doktor Ahli Tafsir Alquran ini melanjutkan, kejadian tersebut dapat diterjemahkan ketika belajar psikologi sekuler, pasti prilaku didiagnosa sebatas materi. Artinya, yang dapat diobservasi.



&quot;Anak itu menjadi kasar karena kurang diasuh orang tuanya. Kasar, karena orang tuanya suka mengucapkan kata kasar, anak melihat orang tuanya kasar, psikologi,&quot; bebernya.



TGB melanjutkan, bila merujuk yang disampaikan oleh Syeikh Abdul Jailani. Penyakit kehidupan masuk dari tiga perkara.



Pertama, dari tabiat yang rusak. Kedua, kebiasaan yang ditetapkan. Ketiga, pertemanan yang buruk. Tabiat yang rusak itu adalah makanan yang haram.



&quot;Psikologi barat tak menyampaikan hal ini, dalam Islam aspek ini kuat,&quot; ujarnya.

.



Publik di Indonesia memang lagi-lagi dibuat heboh dengan seorang anak muda yang menghajar rekannya. Disaat peristiwa tersebut berlangsung, ayah pelaku yang merupakan perwira polisi hanya menonton tanpa melerai.



Video penganiayaan ini pun viral di media sosial hingga berujung pada pencopotan jabatan perwira polisi tersebut dan penetapan tersangka pada pelaku penganiayaan.

</content:encoded></item></channel></rss>
