<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Instruksi Lengkap Panglima TNI Terkait Siaga Tempur KKB Papua</title><description>Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menjelaskan soal siaga tempur terkait dengan keberadaan KKB Papua.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/28/337/2805083/instruksi-lengkap-panglima-tni-terkait-siaga-tempur-kkb-papua</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/28/337/2805083/instruksi-lengkap-panglima-tni-terkait-siaga-tempur-kkb-papua"/><item><title>Instruksi Lengkap Panglima TNI Terkait Siaga Tempur KKB Papua</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/28/337/2805083/instruksi-lengkap-panglima-tni-terkait-siaga-tempur-kkb-papua</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/28/337/2805083/instruksi-lengkap-panglima-tni-terkait-siaga-tempur-kkb-papua</guid><pubDate>Jum'at 28 April 2023 14:28 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/28/337/2805083/instruksi-lengkap-panglima-tni-terkait-siaga-tempur-kkb-papua-3DavTaMRMo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Panglima TNI Yudo Margono (Foto : MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/28/337/2805083/instruksi-lengkap-panglima-tni-terkait-siaga-tempur-kkb-papua-3DavTaMRMo.jpg</image><title>Panglima TNI Yudo Margono (Foto : MPI)</title></images><description>JAKARTA - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menjelaskan soal siaga tempur terkait dengan keberadaan KKB Papua. Ia mengatakan, siaga tempur bukan operasi tempur.

&quot;Bukanlah operasi tempur, namun siaga jika sewaktu-waktu diserang sudah siap. Secara umum, situasi di Papua aman,&quot; ujar Yudo dalam keterangannya, Jumat (28/4/2023).

Situasi di beberapa wilayah Papua, kata Panglima TNI, cukup aman. Di antaranya, seperti di Sorong, Manokwari, dan Merauke. &quot;Cukup petugas Koramil, Kodim, Lanal, Lanud, personel organik saja yang berinteraksi dengan masyarakat umum secara damai,&quot; tuturnya.


BACA JUGA:
Panglima TNI Tetapkan Status Siaga Tempur di Papua: Itu Bukan Operasi Militer


Panglima mengatakan, siaga tempur hanya diterapkan di Nduga lantaran daerah tersebut rawan. Namun, kesiapan tersebut bukan operasi tempur.

Yudo mengatakan, semua kegiatan TNI merupakan bentuk operasi, seperti Operasi Teritorial, dan Operasi Pengamananan Daerah Rawan (Ops Pam Rahwan). Kemudian, Operasi Pengaman Perbatasan (Ops Pamtas) dan Operasi Pengamanan Alur Laut Kepulauan Indonesia (Alki).

&quot;Operasi penegakan hukum Damai Cartenz dan pendekatan tetap dilaksanakan,&quot; ujar Yudo.

Sebelumnya di Istana Wakil Presiden, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menegaskan status siaga tempur bagi prajurit TNI di tanah Papua bukanlah pelaksanaan operasi militer.

&quot;Siaga tempur, ditekankan lagi, kan selama ini kita sampaikan operasi teritorial, operasi komunikasi sosial, karena masyarakatnya di situ kerawanan-nya tidak tinggi, tapi khusus daerah-daerah tertentu yang kerawanan tinggi, ya kita tekankan lagi kepada mereka untuk siaga tempur,&quot; kata Yudo, Rabu 26 April 2023.


BACA JUGA:
Siaga Tempur! Pasukan Khusus Temukan Persembunyian Teroris KKB Egianus Kogoya&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Penglima TNI mengumumkan siaga tempur pada 18 April 2023 di daerah-daerah di Papua yang dinilai rawan teror dan serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau kelompok separatis teroris.

&quot;Itu kan penekanan, bukan operasi militer, jadi jangan dipelesetkan itu operasi militer, bukan belum operasi militer. Siaga tempur itu untuk menumbuhkan naluri militer pada para prajurit,&quot; kata dia dilansir dari Antara.

Ia mengatakan siaga tempur perlu untuk memperkuat naluri bertempur para prajurit apalagi jika mereka diserang oleh KKB.

&quot;Itu kan bukan operasi militer, siaga tempur, siaga tempur itu kan untuk pasukan kita sendiri supaya siaga sewaktu-waktu diserang. TNI ini kan harus selalu siaga pasukan itu,&quot; tambah Yudo.Dengan status siaga tempur, dia melanjutkan, bukan berarti prajurit TNI akan bertindak ofensif. &quot;Bukan ofensif, kita tetap defensif, tapi mereka harus siap karena memang di daerah yang kerawanan-nya tinggi sehingga harus siaga tempur tadi,&quot; tutur Yudo.

Dia menjelaskan, penetapan status siaga tempur itu dilakukan pasca gugurnya lima prajurit dari Yonif 321/GT akibat penyerangan yang dilakukan oleh KKB atau kelompok separatis teroris (KST) &amp;#8203;&amp;#8203;&amp;#8203;&amp;#8203;&amp;#8203;pada pertengahan April 2023 di Mugi, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan.

Kelima prajurit gugur dalam operasi pencarian dan penyelamatan pilot Susi Air, Phillip Mehrtens, yang disandera KKB sejak Februari 2023. Mereka adalah Pratu Miftahul Arifin, Pratu Ibrahim, Pratu Kurniawan, Prada Sukra dan Pratu F.

Para prajurit yang gugur itu tergabung dalam 36 prajurit Satuan Tugas (Satgas) Batalion Infanteri (Yonif) Raider 321/Galuh Taruna, Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) yang bertugas menyisir wilayah Mugi-man, Nduga, Papua, pada 15 April 2023. Namun, saat mereka menjalani tugasnya, KKB atau KST menghadang dan menyerang pasukan TNI itu.

&quot;Prajurit yang masih di sana tetap 'stand by', tetap melaksanakan operasi,&quot; ucap dia.

Panglima TNI juga memastikan para prajurit dari dari Yonif 321/GT itu sudah kembali di posnya masing-masing. &quot;Tidak ada (yang meninggal lagi), sudah semua kan kemarin, sudah disampaikan Pak Kapuspen,&quot; tutup dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menjelaskan soal siaga tempur terkait dengan keberadaan KKB Papua. Ia mengatakan, siaga tempur bukan operasi tempur.

&quot;Bukanlah operasi tempur, namun siaga jika sewaktu-waktu diserang sudah siap. Secara umum, situasi di Papua aman,&quot; ujar Yudo dalam keterangannya, Jumat (28/4/2023).

Situasi di beberapa wilayah Papua, kata Panglima TNI, cukup aman. Di antaranya, seperti di Sorong, Manokwari, dan Merauke. &quot;Cukup petugas Koramil, Kodim, Lanal, Lanud, personel organik saja yang berinteraksi dengan masyarakat umum secara damai,&quot; tuturnya.


BACA JUGA:
Panglima TNI Tetapkan Status Siaga Tempur di Papua: Itu Bukan Operasi Militer


Panglima mengatakan, siaga tempur hanya diterapkan di Nduga lantaran daerah tersebut rawan. Namun, kesiapan tersebut bukan operasi tempur.

Yudo mengatakan, semua kegiatan TNI merupakan bentuk operasi, seperti Operasi Teritorial, dan Operasi Pengamananan Daerah Rawan (Ops Pam Rahwan). Kemudian, Operasi Pengaman Perbatasan (Ops Pamtas) dan Operasi Pengamanan Alur Laut Kepulauan Indonesia (Alki).

&quot;Operasi penegakan hukum Damai Cartenz dan pendekatan tetap dilaksanakan,&quot; ujar Yudo.

Sebelumnya di Istana Wakil Presiden, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menegaskan status siaga tempur bagi prajurit TNI di tanah Papua bukanlah pelaksanaan operasi militer.

&quot;Siaga tempur, ditekankan lagi, kan selama ini kita sampaikan operasi teritorial, operasi komunikasi sosial, karena masyarakatnya di situ kerawanan-nya tidak tinggi, tapi khusus daerah-daerah tertentu yang kerawanan tinggi, ya kita tekankan lagi kepada mereka untuk siaga tempur,&quot; kata Yudo, Rabu 26 April 2023.


BACA JUGA:
Siaga Tempur! Pasukan Khusus Temukan Persembunyian Teroris KKB Egianus Kogoya&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Penglima TNI mengumumkan siaga tempur pada 18 April 2023 di daerah-daerah di Papua yang dinilai rawan teror dan serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau kelompok separatis teroris.

&quot;Itu kan penekanan, bukan operasi militer, jadi jangan dipelesetkan itu operasi militer, bukan belum operasi militer. Siaga tempur itu untuk menumbuhkan naluri militer pada para prajurit,&quot; kata dia dilansir dari Antara.

Ia mengatakan siaga tempur perlu untuk memperkuat naluri bertempur para prajurit apalagi jika mereka diserang oleh KKB.

&quot;Itu kan bukan operasi militer, siaga tempur, siaga tempur itu kan untuk pasukan kita sendiri supaya siaga sewaktu-waktu diserang. TNI ini kan harus selalu siaga pasukan itu,&quot; tambah Yudo.Dengan status siaga tempur, dia melanjutkan, bukan berarti prajurit TNI akan bertindak ofensif. &quot;Bukan ofensif, kita tetap defensif, tapi mereka harus siap karena memang di daerah yang kerawanan-nya tinggi sehingga harus siaga tempur tadi,&quot; tutur Yudo.

Dia menjelaskan, penetapan status siaga tempur itu dilakukan pasca gugurnya lima prajurit dari Yonif 321/GT akibat penyerangan yang dilakukan oleh KKB atau kelompok separatis teroris (KST) &amp;#8203;&amp;#8203;&amp;#8203;&amp;#8203;&amp;#8203;pada pertengahan April 2023 di Mugi, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan.

Kelima prajurit gugur dalam operasi pencarian dan penyelamatan pilot Susi Air, Phillip Mehrtens, yang disandera KKB sejak Februari 2023. Mereka adalah Pratu Miftahul Arifin, Pratu Ibrahim, Pratu Kurniawan, Prada Sukra dan Pratu F.

Para prajurit yang gugur itu tergabung dalam 36 prajurit Satuan Tugas (Satgas) Batalion Infanteri (Yonif) Raider 321/Galuh Taruna, Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) yang bertugas menyisir wilayah Mugi-man, Nduga, Papua, pada 15 April 2023. Namun, saat mereka menjalani tugasnya, KKB atau KST menghadang dan menyerang pasukan TNI itu.

&quot;Prajurit yang masih di sana tetap 'stand by', tetap melaksanakan operasi,&quot; ucap dia.

Panglima TNI juga memastikan para prajurit dari dari Yonif 321/GT itu sudah kembali di posnya masing-masing. &quot;Tidak ada (yang meninggal lagi), sudah semua kan kemarin, sudah disampaikan Pak Kapuspen,&quot; tutup dia.</content:encoded></item></channel></rss>
