<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bayinya Meninggal Dunia, Orangtua Korban Berencana Polisikan Penyulut Petasan</title><description>Orangtua korban yang merupakan warga Desa Jatirembe, Benjeng, Gresik berencana melaporkan penyulut petasan ke polisi.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/28/519/2805229/bayinya-meninggal-dunia-orangtua-korban-berencana-polisikan-penyulut-petasan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/28/519/2805229/bayinya-meninggal-dunia-orangtua-korban-berencana-polisikan-penyulut-petasan"/><item><title>Bayinya Meninggal Dunia, Orangtua Korban Berencana Polisikan Penyulut Petasan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/28/519/2805229/bayinya-meninggal-dunia-orangtua-korban-berencana-polisikan-penyulut-petasan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/28/519/2805229/bayinya-meninggal-dunia-orangtua-korban-berencana-polisikan-penyulut-petasan</guid><pubDate>Jum'at 28 April 2023 17:06 WIB</pubDate><dc:creator>Ashadi Ikhsan (Koran Sindo)</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/28/519/2805229/bayinya-meninggal-dunia-orangtua-korban-berencana-polisikan-penyulut-petasan-ZZsYRD3zL3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nufus, salah satu kerabat korban bayi meninggal akibat bunyi ledakan petasan (Foto : MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/28/519/2805229/bayinya-meninggal-dunia-orangtua-korban-berencana-polisikan-penyulut-petasan-ZZsYRD3zL3.jpg</image><title>Nufus, salah satu kerabat korban bayi meninggal akibat bunyi ledakan petasan (Foto : MPI)</title></images><description>GRESIK - Duka pasangan suami istri Nur Hasyim (35) dan Nur Faizah (28) kian membuncah usai anaknya yang masih bayi meninggal dunia lantaran pembuluh darah di otaknya pecah usai mendengar bunyi ledakan petasan.

Akibat peristiwa itu, orangtua korban yang merupakan warga Desa Jatirembe, Benjeng, Gresik berencana melaporkan penyulut petasan ke polisi.


BACA JUGA:
Bayi di Gresik Meninggal Kaget Dengar Ledakan Petasan, Pembuluh Darah Otak Pecah!


Pasutri itu menyakini anaknya, N meninggal akibat petasan berhulu ledak tinggi. Apalagi, penyulut mercon juga dianggap tidak ada iktikad baik. Saat didatangi oleh keluarga korban, responsnya kurang baik.

&quot;Waktu ibu saya meminta bungkus petasan yang disulut untuk obat sawanen (kaget, Red), malah dikasih petasan yang belum disulut. Kan kurang ajar banget,&quot; kata Nufus mewakili keluarga korban, Jumat (28/4/2023).

Bahkan, terduga pelaku dianggap tidak mau bertanggung jawab. Jangankan minta maaf, sampai bayi N meninggal pun, yang bersangkutan tidak datang untuk melayat.  Hal tersebut membuat dirinya prihatin, apalagi penyulut petasan tersebut usianya sudah dewasa.


BACA JUGA:
Polisi Sita 143 Petasan dan Belasan Botol Miras di Batang


&quot;Penyulut mercon sudah dewasa, umur sekitaran 40-an. Mestinya dia paham kondisi kalau sekitar sini banyak bayi dan anak-anak,&quot; kata Nufus.

Dijelaskannya, sebelum keponakannya meninggal, penyulut mercon juga pernah melakukan hal sama. Menyalakan mercon di dekat rumah. Nufus mengaku, beberapa tetangga sudah memperingatkan kalau suaranya bisa menganggu. Tapi tidak digubris.&quot;Sebelum kejadian keponakan, bahkan ada juga yang punya bayi, sampai di ungsikan ke rumah kakeknya. Gara-gara suara mercon ini,&quot; tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang bayi di Desa Jatirembe, Kecamatan Benjeng, Gresik, meninggal dunia karena kaget terdengar suara mercon. Bayi berusia satu bulan itu sempat kritis, hingga dinyatakan meninggal dunia setelah pembuluh darah otak pecah.</description><content:encoded>GRESIK - Duka pasangan suami istri Nur Hasyim (35) dan Nur Faizah (28) kian membuncah usai anaknya yang masih bayi meninggal dunia lantaran pembuluh darah di otaknya pecah usai mendengar bunyi ledakan petasan.

Akibat peristiwa itu, orangtua korban yang merupakan warga Desa Jatirembe, Benjeng, Gresik berencana melaporkan penyulut petasan ke polisi.


BACA JUGA:
Bayi di Gresik Meninggal Kaget Dengar Ledakan Petasan, Pembuluh Darah Otak Pecah!


Pasutri itu menyakini anaknya, N meninggal akibat petasan berhulu ledak tinggi. Apalagi, penyulut mercon juga dianggap tidak ada iktikad baik. Saat didatangi oleh keluarga korban, responsnya kurang baik.

&quot;Waktu ibu saya meminta bungkus petasan yang disulut untuk obat sawanen (kaget, Red), malah dikasih petasan yang belum disulut. Kan kurang ajar banget,&quot; kata Nufus mewakili keluarga korban, Jumat (28/4/2023).

Bahkan, terduga pelaku dianggap tidak mau bertanggung jawab. Jangankan minta maaf, sampai bayi N meninggal pun, yang bersangkutan tidak datang untuk melayat.  Hal tersebut membuat dirinya prihatin, apalagi penyulut petasan tersebut usianya sudah dewasa.


BACA JUGA:
Polisi Sita 143 Petasan dan Belasan Botol Miras di Batang


&quot;Penyulut mercon sudah dewasa, umur sekitaran 40-an. Mestinya dia paham kondisi kalau sekitar sini banyak bayi dan anak-anak,&quot; kata Nufus.

Dijelaskannya, sebelum keponakannya meninggal, penyulut mercon juga pernah melakukan hal sama. Menyalakan mercon di dekat rumah. Nufus mengaku, beberapa tetangga sudah memperingatkan kalau suaranya bisa menganggu. Tapi tidak digubris.&quot;Sebelum kejadian keponakan, bahkan ada juga yang punya bayi, sampai di ungsikan ke rumah kakeknya. Gara-gara suara mercon ini,&quot; tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang bayi di Desa Jatirembe, Kecamatan Benjeng, Gresik, meninggal dunia karena kaget terdengar suara mercon. Bayi berusia satu bulan itu sempat kritis, hingga dinyatakan meninggal dunia setelah pembuluh darah otak pecah.</content:encoded></item></channel></rss>
