<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sarwo Edhie Wibowo: Saya Sudah Habis   </title><description>Setelah sukses menumpas PKI dan mengakhiri riwayat Orde Lama, Jenderal TNI Sarwo Edhie Wibowo terlempar dari orbit elite Jakarta&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/29/337/2805357/sarwo-edhie-wibowo-saya-sudah-habis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/29/337/2805357/sarwo-edhie-wibowo-saya-sudah-habis"/><item><title>Sarwo Edhie Wibowo: Saya Sudah Habis   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/29/337/2805357/sarwo-edhie-wibowo-saya-sudah-habis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/29/337/2805357/sarwo-edhie-wibowo-saya-sudah-habis</guid><pubDate>Sabtu 29 April 2023 07:01 WIB</pubDate><dc:creator>Faisal Haris</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/28/337/2805357/sarwo-edhie-wibowo-saya-sudah-habis-mYE8I64WdO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo semasa hidup (foto: dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/28/337/2805357/sarwo-edhie-wibowo-saya-sudah-habis-mYE8I64WdO.jpg</image><title>Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo semasa hidup (foto: dok Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Setelah sukses menumpas PKI dan mengakhiri riwayat Orde Lama, Jenderal TNI Sarwo Edhie Wibowo terlempar dari orbit elite Jakarta dengan hanya menjadi Panglima Kodam (Pangdam) di Medan dan Papua. Setelahnya, Sarwo justru lebih sering menduduki jabatan politik dibanding militer.

Mengutip buku seri Tempo berjudul &quot;Sarwo Edhie dan Misteri 1965&quot;, sepulang dari Korea Selatan sebagai duta besar, Sarwo merasa ditempatkan bukan pada keahliannya dan tidak sesuai dengan latar belakangnya. Keahliannya sebagai seorang militer seakan tidak terpakai di penghujung kariernya.

Sahabat Sarwo, Jenderal TNI Rais Abin, yang baru pulang bertugas di Timur Tengah sebagai Panglima United Nations Emergency Forces for the Middle East, suatu waktu menemui Sarwo di kantornya. Rais melihat Sarwo tak nyaman melakukan pekerjaannya.

&quot;Yang dia inginkan karier profesional (sebagai militer). Saya tahu betul dia.&quot; kata Rais. Sayangnya, karier militer sebagai pucuk pimpinan TNI tidak pernah Sarwo dapatkan.

BACA JUGA:
Ketika Sarwo Edhie Wibowo Tersingkirkan oleh Jenderal Salon

Suatu waktu, Sarwo pernah sempat mengatakan bahwa Rais Abin akan menjadi Kepala Staf Angkatan Darat setelah moncer sebagai panglima dalam misi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Tapi segera disanggah dan Rais mengatakan justru Sarwo yang lebih pantas memimpin Angkatan Darat.

Namun, Sarwo merasa dirinya tidak akan bisa mencapai titik tertinggi di TNI Angkatan Darat.

&quot;Saya sudah habis,&quot; kata Rais menirukan Sarwo yang terlihat sedih, sebagaimana dikutip dalam buku seri Tempo tersebut.

BACA JUGA:
Beragam Strategi Jitu Sarwo Edhie Wibowo Kawal Pepera 1969
Walaupun mengaku dirinya sudah habis dan perjalanan kariernya banyak dijegal elite politik kala itu, tapi trah Sarwo Edhie Wibowo tak ikut tutup buku. Anak-anak, menantu, dan cucunya kini pernah merasakan berada di titik tertinggi dalam panggung politik dan militer.



Sebagai informasi, Pramono Edhie Wibowo (anak) pernah menjabat Kepala Staf TNI AD pada 2011-2013, Susilo Bambang Yudhoyono (menantu) pernah menjabat Presiden RI pada 2004-2014, dan Agus Harimurti Yudhoyono (cucu) pernah menjabat Ketua Umum Partai Demokrat pada 2019-sekarang.

</description><content:encoded>
JAKARTA - Setelah sukses menumpas PKI dan mengakhiri riwayat Orde Lama, Jenderal TNI Sarwo Edhie Wibowo terlempar dari orbit elite Jakarta dengan hanya menjadi Panglima Kodam (Pangdam) di Medan dan Papua. Setelahnya, Sarwo justru lebih sering menduduki jabatan politik dibanding militer.

Mengutip buku seri Tempo berjudul &quot;Sarwo Edhie dan Misteri 1965&quot;, sepulang dari Korea Selatan sebagai duta besar, Sarwo merasa ditempatkan bukan pada keahliannya dan tidak sesuai dengan latar belakangnya. Keahliannya sebagai seorang militer seakan tidak terpakai di penghujung kariernya.

Sahabat Sarwo, Jenderal TNI Rais Abin, yang baru pulang bertugas di Timur Tengah sebagai Panglima United Nations Emergency Forces for the Middle East, suatu waktu menemui Sarwo di kantornya. Rais melihat Sarwo tak nyaman melakukan pekerjaannya.

&quot;Yang dia inginkan karier profesional (sebagai militer). Saya tahu betul dia.&quot; kata Rais. Sayangnya, karier militer sebagai pucuk pimpinan TNI tidak pernah Sarwo dapatkan.

BACA JUGA:
Ketika Sarwo Edhie Wibowo Tersingkirkan oleh Jenderal Salon

Suatu waktu, Sarwo pernah sempat mengatakan bahwa Rais Abin akan menjadi Kepala Staf Angkatan Darat setelah moncer sebagai panglima dalam misi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Tapi segera disanggah dan Rais mengatakan justru Sarwo yang lebih pantas memimpin Angkatan Darat.

Namun, Sarwo merasa dirinya tidak akan bisa mencapai titik tertinggi di TNI Angkatan Darat.

&quot;Saya sudah habis,&quot; kata Rais menirukan Sarwo yang terlihat sedih, sebagaimana dikutip dalam buku seri Tempo tersebut.

BACA JUGA:
Beragam Strategi Jitu Sarwo Edhie Wibowo Kawal Pepera 1969
Walaupun mengaku dirinya sudah habis dan perjalanan kariernya banyak dijegal elite politik kala itu, tapi trah Sarwo Edhie Wibowo tak ikut tutup buku. Anak-anak, menantu, dan cucunya kini pernah merasakan berada di titik tertinggi dalam panggung politik dan militer.



Sebagai informasi, Pramono Edhie Wibowo (anak) pernah menjabat Kepala Staf TNI AD pada 2011-2013, Susilo Bambang Yudhoyono (menantu) pernah menjabat Presiden RI pada 2004-2014, dan Agus Harimurti Yudhoyono (cucu) pernah menjabat Ketua Umum Partai Demokrat pada 2019-sekarang.

</content:encoded></item></channel></rss>
