<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peneliti BRIN Thomas Djamaluddin Minta Maaf ke Muhammadiyah</title><description>Peneliti BRIN Thomas Djamaluddin Minta Maaf ke Muhammadiyah
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/29/337/2805519/peneliti-brin-thomas-djamaluddin-minta-maaf-ke-muhammadiyah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/29/337/2805519/peneliti-brin-thomas-djamaluddin-minta-maaf-ke-muhammadiyah"/><item><title>Peneliti BRIN Thomas Djamaluddin Minta Maaf ke Muhammadiyah</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/29/337/2805519/peneliti-brin-thomas-djamaluddin-minta-maaf-ke-muhammadiyah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/29/337/2805519/peneliti-brin-thomas-djamaluddin-minta-maaf-ke-muhammadiyah</guid><pubDate>Sabtu 29 April 2023 11:25 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/29/337/2805519/peneliti-brin-thomas-djamaluddin-minta-maaf-ke-muhammadiyah-KZ0loUTPey.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Thomas Djamaluddin (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/29/337/2805519/peneliti-brin-thomas-djamaluddin-minta-maaf-ke-muhammadiyah-KZ0loUTPey.jpg</image><title>Thomas Djamaluddin (Okezone)</title></images><description>



JAKARTA - Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin meminta maaf kepada Muhammadiyah terkait pernyataannya di media sosial (medsos) sehingga menjadi pemicu kegaduhan. Ia juga menegaskan tidak membenci Muhammadiyah.


&quot;Dengan tulus saya memohon maaf kpd Pimpinan dan warga serta teman2 Muhammadiyah. Semoga kesatuan ummat bisa segera terwujud,&quot; kata Thomas dalam akun medsosnya, dikutip Sabtu (29/4/2023).




BACA JUGA:
 Muhammadiyah Sebut Postingan Peneliti BRIN Tendensius&amp;nbsp; &amp;nbsp;



Ia menyebutkan, masih dalam suasana bermaaf-maafan, ia tulus meminta maaf atas sikap kritisnya pada kriteria wujudul hilal yang dianggapnya sudah usang secara astronomi. &quot;Dan sikap ego-organisasi yang menghambat dialog menuju titik temu,&quot; katanya.


Ia menegaskan tidak membenci Muhammadiyah, yang merupakan aset bangsa yang luar biasa.




BACA JUGA:
Bareskrim Bakal Panggil Peneliti BRIN Soal Kasus Pengancaman ke Muhammadiyah




&quot;Tidak ada kebencian atau kedengkian saya pada organisasi Muhammadiyah,&quot; ucapnya.


Ia mengaku hanya berniat mendorong untuk bersama-sama mewujudkan kesatuan umat secara nasional lebih dulu.





&quot;Saya mengulang-ulang setiap ada perbedaaan hari raya untuk megingatkan bahwa perbedaan ini mestinya bisa diselesaikan, tidak dilestarikan,&quot; katanya.





&quot;Sekali lagi saya mohon maaf dengan tulus kepada pimpinan dan warga Muhammadiyah atas ketidaknyamanan dan kesalahpahaman yang terjadi,&quot; tuturnya.

</description><content:encoded>



JAKARTA - Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin meminta maaf kepada Muhammadiyah terkait pernyataannya di media sosial (medsos) sehingga menjadi pemicu kegaduhan. Ia juga menegaskan tidak membenci Muhammadiyah.


&quot;Dengan tulus saya memohon maaf kpd Pimpinan dan warga serta teman2 Muhammadiyah. Semoga kesatuan ummat bisa segera terwujud,&quot; kata Thomas dalam akun medsosnya, dikutip Sabtu (29/4/2023).




BACA JUGA:
 Muhammadiyah Sebut Postingan Peneliti BRIN Tendensius&amp;nbsp; &amp;nbsp;



Ia menyebutkan, masih dalam suasana bermaaf-maafan, ia tulus meminta maaf atas sikap kritisnya pada kriteria wujudul hilal yang dianggapnya sudah usang secara astronomi. &quot;Dan sikap ego-organisasi yang menghambat dialog menuju titik temu,&quot; katanya.


Ia menegaskan tidak membenci Muhammadiyah, yang merupakan aset bangsa yang luar biasa.




BACA JUGA:
Bareskrim Bakal Panggil Peneliti BRIN Soal Kasus Pengancaman ke Muhammadiyah




&quot;Tidak ada kebencian atau kedengkian saya pada organisasi Muhammadiyah,&quot; ucapnya.


Ia mengaku hanya berniat mendorong untuk bersama-sama mewujudkan kesatuan umat secara nasional lebih dulu.





&quot;Saya mengulang-ulang setiap ada perbedaaan hari raya untuk megingatkan bahwa perbedaan ini mestinya bisa diselesaikan, tidak dilestarikan,&quot; katanya.





&quot;Sekali lagi saya mohon maaf dengan tulus kepada pimpinan dan warga Muhammadiyah atas ketidaknyamanan dan kesalahpahaman yang terjadi,&quot; tuturnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
