<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Jenderal TNI Kelahiran Pekalongan dengan Karier Cemerlang</title><description>Pekalongan merupakan salah satu wilayah cakupan Divisi V TKR yang dipimpin oleh Kolonel Soedirman&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/30/337/2805817/3-jenderal-tni-kelahiran-pekalongan-dengan-karier-cemerlang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/30/337/2805817/3-jenderal-tni-kelahiran-pekalongan-dengan-karier-cemerlang"/><item><title>3 Jenderal TNI Kelahiran Pekalongan dengan Karier Cemerlang</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/30/337/2805817/3-jenderal-tni-kelahiran-pekalongan-dengan-karier-cemerlang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/30/337/2805817/3-jenderal-tni-kelahiran-pekalongan-dengan-karier-cemerlang</guid><pubDate>Minggu 30 April 2023 04:59 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Litbang MPI</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/30/337/2805817/3-jenderal-tni-kelahiran-pekalongan-dengan-karier-cemerlang-y7aQMvB9VC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi/ Doc: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/30/337/2805817/3-jenderal-tni-kelahiran-pekalongan-dengan-karier-cemerlang-y7aQMvB9VC.jpg</image><title>Ilustrasi/ Doc: Okezone</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8yOS8xLzE2NTY3OS81L3g4a2l4a2w=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Di masa lalu, Pekalongan merupakan salah satu wilayah cakupan Divisi V TKR yang dipimpin oleh Kolonel Soedirman, sebelum ia diangkat menjadi Panglima Besar TKR pada 18 Desember 1945.

Sampai saat ini, wilayah Pekalongan banyak melahirkan prajurit TNI yang sebagiannya berhasil mencapai pangkat jenderal. Berikut beberapa nama jenderal TNI kelahiran Pekalongan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

May Day, 20 Ribu Massa Buruh Bekasi Siap Geruduk Istana

1. Brigjen TNI (Purn) Abimanyu
Brigadir Jenderal TNI (Purn) Abimanyu lahir di Pekalongan pada 15 Februari 1919. Ia merupakan perwira tinggi yang bertugas di TNI Angkatan Darat. Pada masa Hindia Belanda, ia mendapat kesempatan untuk menempuh pendidikan di Hollandsch Inlandsche School (HIS).

Kemudian, Abimanyu melanjutkan sekolah hingga berhasil lulus dari Algemeene Middelbare School (AMS). Setelah menamatkan pendidikan, ia sempat tergabung dalam pasukan Pembela Tanah Air (PETA) dan menjadi langkah awal ia untuk terjun ke dunia militer.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Motor Jacky Chan Hilang di Taman Sari Jakbar, Berhasil Ditemukan Polisi

Selama kariernya di militer, Abimanyu sudah beberapa kali ditugaskan di berbagai daerah di Indonesia. Seperti di Cilacap, Cirebon, Surakarta, Yogyakarta, Kalimantan. Jabatan terakhir yang dipegangnya sebelum meninggal adalah Deputi II Kepala Staf Angkatan Darat. Abimanyu wafat pada 9 Ferbruari 1984.

2. Brigjen TNI Mirza Agus
Brigadir Jenderal TNI Mirza Agus merupakan pria kelahiran Pekalongan pada 15 Januari 1969. Ia baru saja dimutasi dan mendapat promosi pada 29 Maret 2023 menjadi Direktur Lembaga Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (DIRLEM SECAPAAD). Sebelumnya, ia menjabat sebagai Inspektur Kodam IV/Diponegoro sejak 2022.

Mirza Agus lulus Akmil pada tahun 1990 dari kecabangan Infanteri (Kopassus). Dalam catatan karier militernya, ia pernah menjadi Komandan Korem 061/Suryakencana (2016-2017), Komandan Korem 032/Wirabraja (2017-2018), Direktur Doktrin Kodiklatad (2018-2021), dan Wadansecapaad (2021-2022).



3. Letjen TNI Hartono Rekso Dharsono

Letnan Jenderal TNI Hartono Rekso Dharsono lahir di Pekalongan, Jawa Tengah pada 10 Juni 1925. Ia adalah anak kesembilan dari 12 bersaudara putra R. Prajitno Rekso, mantan prajurit Wedana Paninggaran Pekalongan. Hartono memulai kariernya di dunia militer pada 1945 di Divisi Siliwangi.



Ia pernah menjadi komandan regu dan komandan pleton di divisi tersebut. Pasca kemerdekaan, ia menjadi salah satu orang yang diandalkan oleh Soeharto untuk mengamankan Jawa Barat dari pengaruh PKI.



Pada tahun 1966, ia diangkat menjadi Panglima Komando Siliwangi oleh Soeharto. Meski memiliki kedekatan dengan Soeharto, Hartono dikenal sebagai sosok yang cukup vokal mengkritik pemerintahan Soeharto yang otoriter.



Pengabdian Hartono di TNI berakhir pada 1969 dengan posisi sebagai Pangdam VI Siliwangi yang dijabatnya sejak 1966. Selanjutnya, ia ditugaskan sebagai Duta Besar untuk Muangthai. Hartono, yang tercatat sebagai Sekjen ASEAN pertama periode 1976-1978, meninggal dunia pada 5 Juni 1996.



Syaula Aida Rizqiyah - Litbang</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8yOS8xLzE2NTY3OS81L3g4a2l4a2w=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Di masa lalu, Pekalongan merupakan salah satu wilayah cakupan Divisi V TKR yang dipimpin oleh Kolonel Soedirman, sebelum ia diangkat menjadi Panglima Besar TKR pada 18 Desember 1945.

Sampai saat ini, wilayah Pekalongan banyak melahirkan prajurit TNI yang sebagiannya berhasil mencapai pangkat jenderal. Berikut beberapa nama jenderal TNI kelahiran Pekalongan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

May Day, 20 Ribu Massa Buruh Bekasi Siap Geruduk Istana

1. Brigjen TNI (Purn) Abimanyu
Brigadir Jenderal TNI (Purn) Abimanyu lahir di Pekalongan pada 15 Februari 1919. Ia merupakan perwira tinggi yang bertugas di TNI Angkatan Darat. Pada masa Hindia Belanda, ia mendapat kesempatan untuk menempuh pendidikan di Hollandsch Inlandsche School (HIS).

Kemudian, Abimanyu melanjutkan sekolah hingga berhasil lulus dari Algemeene Middelbare School (AMS). Setelah menamatkan pendidikan, ia sempat tergabung dalam pasukan Pembela Tanah Air (PETA) dan menjadi langkah awal ia untuk terjun ke dunia militer.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Motor Jacky Chan Hilang di Taman Sari Jakbar, Berhasil Ditemukan Polisi

Selama kariernya di militer, Abimanyu sudah beberapa kali ditugaskan di berbagai daerah di Indonesia. Seperti di Cilacap, Cirebon, Surakarta, Yogyakarta, Kalimantan. Jabatan terakhir yang dipegangnya sebelum meninggal adalah Deputi II Kepala Staf Angkatan Darat. Abimanyu wafat pada 9 Ferbruari 1984.

2. Brigjen TNI Mirza Agus
Brigadir Jenderal TNI Mirza Agus merupakan pria kelahiran Pekalongan pada 15 Januari 1969. Ia baru saja dimutasi dan mendapat promosi pada 29 Maret 2023 menjadi Direktur Lembaga Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (DIRLEM SECAPAAD). Sebelumnya, ia menjabat sebagai Inspektur Kodam IV/Diponegoro sejak 2022.

Mirza Agus lulus Akmil pada tahun 1990 dari kecabangan Infanteri (Kopassus). Dalam catatan karier militernya, ia pernah menjadi Komandan Korem 061/Suryakencana (2016-2017), Komandan Korem 032/Wirabraja (2017-2018), Direktur Doktrin Kodiklatad (2018-2021), dan Wadansecapaad (2021-2022).



3. Letjen TNI Hartono Rekso Dharsono

Letnan Jenderal TNI Hartono Rekso Dharsono lahir di Pekalongan, Jawa Tengah pada 10 Juni 1925. Ia adalah anak kesembilan dari 12 bersaudara putra R. Prajitno Rekso, mantan prajurit Wedana Paninggaran Pekalongan. Hartono memulai kariernya di dunia militer pada 1945 di Divisi Siliwangi.



Ia pernah menjadi komandan regu dan komandan pleton di divisi tersebut. Pasca kemerdekaan, ia menjadi salah satu orang yang diandalkan oleh Soeharto untuk mengamankan Jawa Barat dari pengaruh PKI.



Pada tahun 1966, ia diangkat menjadi Panglima Komando Siliwangi oleh Soeharto. Meski memiliki kedekatan dengan Soeharto, Hartono dikenal sebagai sosok yang cukup vokal mengkritik pemerintahan Soeharto yang otoriter.



Pengabdian Hartono di TNI berakhir pada 1969 dengan posisi sebagai Pangdam VI Siliwangi yang dijabatnya sejak 1966. Selanjutnya, ia ditugaskan sebagai Duta Besar untuk Muangthai. Hartono, yang tercatat sebagai Sekjen ASEAN pertama periode 1976-1978, meninggal dunia pada 5 Juni 1996.



Syaula Aida Rizqiyah - Litbang</content:encoded></item></channel></rss>
