<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Puspom TNI Investigasi Kasus-Kasus Bentrok Oknum TNI dan Polri</title><description>Puspom TNI Investigasi Kasus-Kasus Bentrok Oknum TNI dan Polri
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/30/337/2805875/puspom-tni-investigasi-kasus-kasus-bentrok-oknum-tni-dan-polri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/30/337/2805875/puspom-tni-investigasi-kasus-kasus-bentrok-oknum-tni-dan-polri"/><item><title>Puspom TNI Investigasi Kasus-Kasus Bentrok Oknum TNI dan Polri</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/30/337/2805875/puspom-tni-investigasi-kasus-kasus-bentrok-oknum-tni-dan-polri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/30/337/2805875/puspom-tni-investigasi-kasus-kasus-bentrok-oknum-tni-dan-polri</guid><pubDate>Minggu 30 April 2023 10:33 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/30/337/2805875/puspom-tni-investigasi-kasus-kasus-bentrok-oknum-tni-dan-polri-KVyW7Hh2IU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapuspen TNI Laksda Julius Widjojono. (Puspen TNI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/30/337/2805875/puspom-tni-investigasi-kasus-kasus-bentrok-oknum-tni-dan-polri-KVyW7Hh2IU.jpg</image><title>Kapuspen TNI Laksda Julius Widjojono. (Puspen TNI)</title></images><description>JAKARTA - Puspom TNI tengah menginvestigasi kejadian di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Jeneponto (Sulawesi Selatan).
&quot;Untuk kejadian-kejadian  di Kupang  NTT dan  Jeneponto Sulsel sedang  diinvestigasi oleh Pom TNI beserta Pom Angkatan dan Divpropam Polri,&quot; kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksda TNI Julius Widjojono di Jakarta, Sabtu (29/4/2023).
Kapuspen berharap pihak-pihak yang tidak mengetahui peristiwa atau kejadian yang sebenarnya agar jangan mengeluarkan statement atau pernyataan yang dapat memperkeruh keadaan.

BACA JUGA:
Fakta-fakta Kerusuhan di Kupang: Saling Ejek hingga OTK Lempar Botol

&amp;ldquo;Biarkanlah tim ivestigasi dari Puspom TNI, Pom Angkatan maupun dari Divpropam Polri bekerja secara profesional sehingga kasusnya bisa diungkap secara objektif dan diselesaikan dengan sebaik-baiknya,&amp;rdquo; tutur Laksda Julius.
Pernyataan Kapuspen TNI tersebut terkait banyaknya komentar atau pernyataan yang beredar di masyarakat dan media sosial (medsos) yang bahkan ikut memperkeruh suasana.

BACA JUGA:
Ingatkan Anggota yang Bertugas di Papua, Panglima TNI: Pelanggaran HAM Tidak Ada Kedaluwarsanya

Sebagaimana yang sudah diketahui, telah terjadi  bentrokan antara Polri dan TNI usai pertandingan final futsal di GOR Oepoi Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Rabu (19/4). Pertandingan final futsal ini diketahui mempertemukan tim Polda NTT dengan tim futsal P dan K Kabupaten Sowe. Saat itu, anggota Denpom IX/Kupang bertugas menjaga keamanan, namun berakhir dengan kericuhan antara oknum Polri dengan Prajurit TNI di Kota Kupang.Sebenarnya terkait kasus tersebut sudah diadakan perdamaian antara kedua belah pihak. Bahkan Danpuspom TNI Laksda TNI Edwin menyampaikan pernyataan Puspom TNI telah mengirim tim untuk melakukan investigasi peristiwa tersebut. Pernyataan Danpuspom TNI itu disampaikan dalam konferensi pers di Puspen TNI, Cilangkap, Jaktim pada Jumat (21/4/2023).
Begitu juga dengan kasus Peristiwa penyerangan yang terjadi di Mapolres Jeneponto, Sulawesi Selatan pada Kamis, (27/4/2023), sekira pukul 01.45 WITA. Penyerangan ini diduga dilakukan oleh beberapa orang tak dikenal.</description><content:encoded>JAKARTA - Puspom TNI tengah menginvestigasi kejadian di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Jeneponto (Sulawesi Selatan).
&quot;Untuk kejadian-kejadian  di Kupang  NTT dan  Jeneponto Sulsel sedang  diinvestigasi oleh Pom TNI beserta Pom Angkatan dan Divpropam Polri,&quot; kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksda TNI Julius Widjojono di Jakarta, Sabtu (29/4/2023).
Kapuspen berharap pihak-pihak yang tidak mengetahui peristiwa atau kejadian yang sebenarnya agar jangan mengeluarkan statement atau pernyataan yang dapat memperkeruh keadaan.

BACA JUGA:
Fakta-fakta Kerusuhan di Kupang: Saling Ejek hingga OTK Lempar Botol

&amp;ldquo;Biarkanlah tim ivestigasi dari Puspom TNI, Pom Angkatan maupun dari Divpropam Polri bekerja secara profesional sehingga kasusnya bisa diungkap secara objektif dan diselesaikan dengan sebaik-baiknya,&amp;rdquo; tutur Laksda Julius.
Pernyataan Kapuspen TNI tersebut terkait banyaknya komentar atau pernyataan yang beredar di masyarakat dan media sosial (medsos) yang bahkan ikut memperkeruh suasana.

BACA JUGA:
Ingatkan Anggota yang Bertugas di Papua, Panglima TNI: Pelanggaran HAM Tidak Ada Kedaluwarsanya

Sebagaimana yang sudah diketahui, telah terjadi  bentrokan antara Polri dan TNI usai pertandingan final futsal di GOR Oepoi Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Rabu (19/4). Pertandingan final futsal ini diketahui mempertemukan tim Polda NTT dengan tim futsal P dan K Kabupaten Sowe. Saat itu, anggota Denpom IX/Kupang bertugas menjaga keamanan, namun berakhir dengan kericuhan antara oknum Polri dengan Prajurit TNI di Kota Kupang.Sebenarnya terkait kasus tersebut sudah diadakan perdamaian antara kedua belah pihak. Bahkan Danpuspom TNI Laksda TNI Edwin menyampaikan pernyataan Puspom TNI telah mengirim tim untuk melakukan investigasi peristiwa tersebut. Pernyataan Danpuspom TNI itu disampaikan dalam konferensi pers di Puspen TNI, Cilangkap, Jaktim pada Jumat (21/4/2023).
Begitu juga dengan kasus Peristiwa penyerangan yang terjadi di Mapolres Jeneponto, Sulawesi Selatan pada Kamis, (27/4/2023), sekira pukul 01.45 WITA. Penyerangan ini diduga dilakukan oleh beberapa orang tak dikenal.</content:encoded></item></channel></rss>
