<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapal Tanker Terbakar di Lepas Pantai Malaysia, 3 Awak Masih Hilang</title><description>Dua pukuh lima awak kapal tanker tersebut berhasil diselamatkan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/02/18/2807104/kapal-tanker-terbakar-di-lepas-pantai-malaysia-3-awak-masih-hilang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/02/18/2807104/kapal-tanker-terbakar-di-lepas-pantai-malaysia-3-awak-masih-hilang"/><item><title>Kapal Tanker Terbakar di Lepas Pantai Malaysia, 3 Awak Masih Hilang</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/02/18/2807104/kapal-tanker-terbakar-di-lepas-pantai-malaysia-3-awak-masih-hilang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/02/18/2807104/kapal-tanker-terbakar-di-lepas-pantai-malaysia-3-awak-masih-hilang</guid><pubDate>Selasa 02 Mei 2023 19:04 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/02/18/2807104/kapal-tanker-terbakar-di-lepas-pantai-malaysia-3-awak-masih-hilang-0wKVE7ZzLp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Asap mengepul dari kapal tanker berbendera Gabon yang terbakar di lepas pantai Malaysia, 1 Mei 2023. (Foto:  MMEA/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/02/18/2807104/kapal-tanker-terbakar-di-lepas-pantai-malaysia-3-awak-masih-hilang-0wKVE7ZzLp.jpg</image><title>Asap mengepul dari kapal tanker berbendera Gabon yang terbakar di lepas pantai Malaysia, 1 Mei 2023. (Foto:  MMEA/Reuters)</title></images><description>KUALA LUMPUR - Otoritas maritim Malaysia pada Selasa, (2/5/2023) mencari tiga awak yang hilang dari sebuah kapal tanker berbendera Gabon sehari setelah kapal berusia 26 tahun itu terbakar di perairan lepas pantai selatan.

BACA JUGA:
US Navy: Iran Sita Kapal Tanker Minyak di Teluk Oman&amp;nbsp;

Kapal bernama Pablo itu berlayar dari China ke Singapura untuk mengambil minyak mentah, tidak membawa kargo dan tidak ada laporan tumpahan minyak, kata Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA).
Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa orang-orang tersebut, dua warga negara India dan seorang Ukraina, masih berada di atas kapal, karena asap membuat pemeriksaan kapal tidak aman setelah api tampaknya telah berhenti pada sore hari.
&quot;Ada kemungkinan ketiganya masih berada di atas kapal,&quot; kata Saiful Lizan Ibrahim, seorang pejabat tinggi MMEA, dalam konferensi pers di negara bagian selatan Johor, sebagaimana dilansir Reuters.

BACA JUGA:
Kapal Tanker Angkut 800.000 Liter Minyak Tumpah di Lepas Pantai, Puluhan Orang Jatuh Sakit di Desa-Desa yang Terkena Dampak

Dua puluh lima awak yang tersisa diselamatkan, termasuk 23 dijemput oleh dua kapal terdekat, kata pihak berwenang. Empat orang dilaporkan mengalami luka serius.
Tim penyelamat menjelajahi area seluas 71 mil laut untuk mencari awak yang hilang.
Pablo Union Shipping, pemilik kapal yang berbasis di Kepulauan Marshall, menurut database pengiriman, tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar. Perusahaan asuransi kapal tidak diketahui.

Kapal, yang telah digunakan untuk membawa minyak Iran ke China setidaknya sejak pertengahan 2022, terakhir mengirimkan minyak mentah Iran ke pelabuhan timur Qingdao pada akhir Januari, kata Emma Li, seorang analis China di Vortexa.
Dibangun pada 1997, kapal tersebut telah berlabuh di pelabuhan timur China Zhoushan selama sekira dua bulan antara Februari dan April, sebelum berlayar menuju daerah pelabuhan di lepas pantai Singapura dan Malaysia, menurut data dari Kpler dan Vortexa.
MMEA mengatakan pihaknya memulai operasi pencarian dan penyelamatan setelah diberitahu tentang kebakaran pada Senin, (1/5/2023) pukul 4 sore waktu setempat dan sedang menyelidiki penyebabnya.
Meskipun sanksi keras diberlakukan kembali oleh mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada ekspor minyak Iran, pasokannya telah menyelinap ke China sejak akhir 2019, disamarkan sebagai berasal dari Oman, Malaysia dan Uni Emirat Arab, kata para pedagang dan analis.
Beijing telah berulang kali mengecam sanksi sepihak Washington dan membela perdagangan dengan Iran sebagai praktik bisnis normal yang sejalan dengan hukum internasional.</description><content:encoded>KUALA LUMPUR - Otoritas maritim Malaysia pada Selasa, (2/5/2023) mencari tiga awak yang hilang dari sebuah kapal tanker berbendera Gabon sehari setelah kapal berusia 26 tahun itu terbakar di perairan lepas pantai selatan.

BACA JUGA:
US Navy: Iran Sita Kapal Tanker Minyak di Teluk Oman&amp;nbsp;

Kapal bernama Pablo itu berlayar dari China ke Singapura untuk mengambil minyak mentah, tidak membawa kargo dan tidak ada laporan tumpahan minyak, kata Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA).
Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa orang-orang tersebut, dua warga negara India dan seorang Ukraina, masih berada di atas kapal, karena asap membuat pemeriksaan kapal tidak aman setelah api tampaknya telah berhenti pada sore hari.
&quot;Ada kemungkinan ketiganya masih berada di atas kapal,&quot; kata Saiful Lizan Ibrahim, seorang pejabat tinggi MMEA, dalam konferensi pers di negara bagian selatan Johor, sebagaimana dilansir Reuters.

BACA JUGA:
Kapal Tanker Angkut 800.000 Liter Minyak Tumpah di Lepas Pantai, Puluhan Orang Jatuh Sakit di Desa-Desa yang Terkena Dampak

Dua puluh lima awak yang tersisa diselamatkan, termasuk 23 dijemput oleh dua kapal terdekat, kata pihak berwenang. Empat orang dilaporkan mengalami luka serius.
Tim penyelamat menjelajahi area seluas 71 mil laut untuk mencari awak yang hilang.
Pablo Union Shipping, pemilik kapal yang berbasis di Kepulauan Marshall, menurut database pengiriman, tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar. Perusahaan asuransi kapal tidak diketahui.

Kapal, yang telah digunakan untuk membawa minyak Iran ke China setidaknya sejak pertengahan 2022, terakhir mengirimkan minyak mentah Iran ke pelabuhan timur Qingdao pada akhir Januari, kata Emma Li, seorang analis China di Vortexa.
Dibangun pada 1997, kapal tersebut telah berlabuh di pelabuhan timur China Zhoushan selama sekira dua bulan antara Februari dan April, sebelum berlayar menuju daerah pelabuhan di lepas pantai Singapura dan Malaysia, menurut data dari Kpler dan Vortexa.
MMEA mengatakan pihaknya memulai operasi pencarian dan penyelamatan setelah diberitahu tentang kebakaran pada Senin, (1/5/2023) pukul 4 sore waktu setempat dan sedang menyelidiki penyebabnya.
Meskipun sanksi keras diberlakukan kembali oleh mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada ekspor minyak Iran, pasokannya telah menyelinap ke China sejak akhir 2019, disamarkan sebagai berasal dari Oman, Malaysia dan Uni Emirat Arab, kata para pedagang dan analis.
Beijing telah berulang kali mengecam sanksi sepihak Washington dan membela perdagangan dengan Iran sebagai praktik bisnis normal yang sejalan dengan hukum internasional.</content:encoded></item></channel></rss>
