<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Ungkap Pelaku Penembakan Kantor MUI Minta Diakui Sebagai Wakil Tuhan di Akhir Zaman</title><description>Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi mengungkapkan motif sementara M (60).</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/02/338/2807167/polisi-ungkap-pelaku-penembakan-kantor-mui-minta-diakui-sebagai-wakil-tuhan-di-akhir-zaman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/02/338/2807167/polisi-ungkap-pelaku-penembakan-kantor-mui-minta-diakui-sebagai-wakil-tuhan-di-akhir-zaman"/><item><title>Polisi Ungkap Pelaku Penembakan Kantor MUI Minta Diakui Sebagai Wakil Tuhan di Akhir Zaman</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/02/338/2807167/polisi-ungkap-pelaku-penembakan-kantor-mui-minta-diakui-sebagai-wakil-tuhan-di-akhir-zaman</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/02/338/2807167/polisi-ungkap-pelaku-penembakan-kantor-mui-minta-diakui-sebagai-wakil-tuhan-di-akhir-zaman</guid><pubDate>Selasa 02 Mei 2023 20:50 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/02/338/2807167/polisi-ungkap-pelaku-penembakan-kantor-mui-minta-diakui-sebagai-wakil-tuhan-di-akhir-zaman-bqYLBvc6fz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kombes Pol Hengki Haryadi (Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/02/338/2807167/polisi-ungkap-pelaku-penembakan-kantor-mui-minta-diakui-sebagai-wakil-tuhan-di-akhir-zaman-bqYLBvc6fz.jpg</image><title>Kombes Pol Hengki Haryadi (Antara)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wMi8xLzE2NTc2MS81L3g4a2w1d3Q=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi mengungkapkan motif sementara M (60). M merupakan pelaku penembakan di Kantor MUI. Ia menyebut M butuh pengakuan atau legitimasi sebagai wakil nabi.


&amp;ldquo;Memang dari alat bukti yang ada tulisan-tulisan yang pertama motif sementara bahwa yang bersangkutan ingin mendapat pengakuan sebagai wakil nabi,&amp;rdquo; kata Hengki kepada wartawan di Polsek Menteng, Selasa (2/5/2023).

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jalani Autopsi, Tak Ada Luka Kekerasan di Tubuh Mustofa Pelaku Penembakan Brutal Kantor MUI&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Ia menyebut penarikan kesimpulan motif penembakan sementara itu diambil lantaran adanya surat-surat yang ditinggalkan pelaku.


&amp;ldquo;Salah satunya tertulis yang bersangkutan berdasarkan hadits di akhir zaman ada 73 golongan dalam Islam dan hanya satu golongan yang diakui. Dan itu adalah saya sebagai wakil Tuhan,&amp;rdquo; ujar Hengki menirukan bunyi surat tersebut.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pimpinan hingga Staf MUI Tidak Ada yang Kenal Pelaku Penembakan

Hengki mengungkap bahwa niat jahat dari pelaku penembakan sudah ada sejak tahun 2018. M mengungkap apabila dirinya tak diakui sebagai wakil nabi, makan akan melakukan aksi kekerasan.


&amp;ldquo;Dari surat itu yang mana menyatakan yang bersangkutan apabila tidak diakui, maka akan melakukan tindakan kekerasan terhadap pejabat-pejabat negeri dan juga MUI dengan mencari senjata api,&amp;rdquo; jelasnya.Sebelumnya, M melakukan penembakan massal di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/5/2023). Namun, dalam kejadian itu pelaku tewas.

BACA JUGA:
Polisi Benarkan Pelaku Penembakan Kantor MUI Warga Lampung

Jenazah M kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani autopsi. Kepala Rumah Sakit Polri (Karumkit), Brigjen Pol Hariyanto mengatakan tak ada tanda kekerasan di tubuh M.
&amp;nbsp;&quot;Ini kan baru kita periksa, kita belum tahu. Tapi wujud luar (jenazah), itu cukup bagus artinya tanpa ada kekerasan yang menimbulkan perlukaan di luar. Tidak ada,&quot; tegas Hariyanto.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wMi8xLzE2NTc2MS81L3g4a2w1d3Q=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi mengungkapkan motif sementara M (60). M merupakan pelaku penembakan di Kantor MUI. Ia menyebut M butuh pengakuan atau legitimasi sebagai wakil nabi.


&amp;ldquo;Memang dari alat bukti yang ada tulisan-tulisan yang pertama motif sementara bahwa yang bersangkutan ingin mendapat pengakuan sebagai wakil nabi,&amp;rdquo; kata Hengki kepada wartawan di Polsek Menteng, Selasa (2/5/2023).

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jalani Autopsi, Tak Ada Luka Kekerasan di Tubuh Mustofa Pelaku Penembakan Brutal Kantor MUI&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Ia menyebut penarikan kesimpulan motif penembakan sementara itu diambil lantaran adanya surat-surat yang ditinggalkan pelaku.


&amp;ldquo;Salah satunya tertulis yang bersangkutan berdasarkan hadits di akhir zaman ada 73 golongan dalam Islam dan hanya satu golongan yang diakui. Dan itu adalah saya sebagai wakil Tuhan,&amp;rdquo; ujar Hengki menirukan bunyi surat tersebut.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pimpinan hingga Staf MUI Tidak Ada yang Kenal Pelaku Penembakan

Hengki mengungkap bahwa niat jahat dari pelaku penembakan sudah ada sejak tahun 2018. M mengungkap apabila dirinya tak diakui sebagai wakil nabi, makan akan melakukan aksi kekerasan.


&amp;ldquo;Dari surat itu yang mana menyatakan yang bersangkutan apabila tidak diakui, maka akan melakukan tindakan kekerasan terhadap pejabat-pejabat negeri dan juga MUI dengan mencari senjata api,&amp;rdquo; jelasnya.Sebelumnya, M melakukan penembakan massal di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/5/2023). Namun, dalam kejadian itu pelaku tewas.

BACA JUGA:
Polisi Benarkan Pelaku Penembakan Kantor MUI Warga Lampung

Jenazah M kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani autopsi. Kepala Rumah Sakit Polri (Karumkit), Brigjen Pol Hariyanto mengatakan tak ada tanda kekerasan di tubuh M.
&amp;nbsp;&quot;Ini kan baru kita periksa, kita belum tahu. Tapi wujud luar (jenazah), itu cukup bagus artinya tanpa ada kekerasan yang menimbulkan perlukaan di luar. Tidak ada,&quot; tegas Hariyanto.
</content:encoded></item></channel></rss>
