<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TNI: Hati-Hati, KST Papua Sering Sebar Hoaks</title><description>Kelompok Separatis Papua (KST) Papua sering menyebarkan berita bohong yang memuat narasi negatif.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/03/337/2807804/tni-hati-hati-kst-papua-sering-sebar-hoaks</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/03/337/2807804/tni-hati-hati-kst-papua-sering-sebar-hoaks"/><item><title>TNI: Hati-Hati, KST Papua Sering Sebar Hoaks</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/03/337/2807804/tni-hati-hati-kst-papua-sering-sebar-hoaks</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/03/337/2807804/tni-hati-hati-kst-papua-sering-sebar-hoaks</guid><pubDate>Rabu 03 Mei 2023 21:12 WIB</pubDate><dc:creator> Muhammad Fadli Rizal</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/03/337/2807804/tni-hati-hati-kst-papua-sering-sebar-hoaks-LKtHNWtI7T.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kapuspen TNI Laksda Julius Widjojo (Puspen TNI))</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/03/337/2807804/tni-hati-hati-kst-papua-sering-sebar-hoaks-LKtHNWtI7T.jpeg</image><title>Kapuspen TNI Laksda Julius Widjojo (Puspen TNI))</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wMy8xLzE2NTc4Ni81L3g4a2x4MGE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kelompok Separatis Papua (KST) Papua sering menyebarkan berita bohong yang memuat narasi negatif. Kali ini mereka menyebar foto-foto senjata, amunisi serta seorang korban.


Kapuspen TNI Laksda TNI Julius Widjojono mengatakan KST membuat narasi bahwa orang tersebut merupakan korban serangan TNI. Hal itu ia sampaikan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Rabu (3/5/2023).


&quot;Kita ketahui bersama, bahwa gerombolan Kelompok Separatis Teroris (KST)  kerap menyampaikan dan menyebar berbagai narasi yang berisikan pemberitaan bohong atau HOAX  dan kali ini kembali menyebar foto-foto senjata, amunisi serta seseorang yang menjadi korban KST yang diklaim hasil penyerangan terhadap Prajurit TNI,&quot; ujar Laksda TNI Julius, Rabu (3/5/2023).

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Satgas Damai Cartenz Rebut 13 Senjata Api, 710 Butir Peluru hingga 23 HT dari Tangan KKB&amp;nbsp;

Julius mengatakan KST menyebut korban dalam orang dalam foto itu tewas usai diserang Prajurit TNI AD Satgas Yonif R 321/GT di Mugi-Mam Kab. Nduga (15/4/2023) beberapa waktu lalu.


Lebih lanjut, Laksda TNI Julius mengungkapkan bahwa dari yang disebar kali ini saja. KST mengklaim jumlah Prajurit TNI dari Kopassus yang meninggal 16 orang.


&quot;Namun sesuai data kami yang meninggal 5 orang dari Satgas Yonif R 321/DY. Dari sisi ini saja sudah hoaks. Untuk itu, agar tidak terjadi kesimpangsiuran, maka kita perlu identifikasi terlebih dahulu  agar bisa dipastikan itu benar atau tidak,&quot; ungkap Laksda TNI Julius.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sosok Mayjen Izak Pangemanan, Jenderal Kopassus Ahli Perang Hutan yang Nekat Masuki Sarang KKB Teroris







Melihat kondisi itu, kata Laksda TNI Julius Widjojono, penegakan hukum oleh Tim Gabungan TNI Polri terus menjaga pemberitaan yang dilakukan oleh gerombolan KST. Sehingga masyarakat dapat diperoleh kepastian.


&amp;ldquo;Kami harap kepada semua pihak, untuk tidak selalu mempercayai narasi pemberitaan yang disampaikan oleh gerombolan KST dan simpatisannya, karena pola-pola teroris memang seperti itu,&amp;rdquo; pungkas Laksda Julius.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wMy8xLzE2NTc4Ni81L3g4a2x4MGE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kelompok Separatis Papua (KST) Papua sering menyebarkan berita bohong yang memuat narasi negatif. Kali ini mereka menyebar foto-foto senjata, amunisi serta seorang korban.


Kapuspen TNI Laksda TNI Julius Widjojono mengatakan KST membuat narasi bahwa orang tersebut merupakan korban serangan TNI. Hal itu ia sampaikan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Rabu (3/5/2023).


&quot;Kita ketahui bersama, bahwa gerombolan Kelompok Separatis Teroris (KST)  kerap menyampaikan dan menyebar berbagai narasi yang berisikan pemberitaan bohong atau HOAX  dan kali ini kembali menyebar foto-foto senjata, amunisi serta seseorang yang menjadi korban KST yang diklaim hasil penyerangan terhadap Prajurit TNI,&quot; ujar Laksda TNI Julius, Rabu (3/5/2023).

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Satgas Damai Cartenz Rebut 13 Senjata Api, 710 Butir Peluru hingga 23 HT dari Tangan KKB&amp;nbsp;

Julius mengatakan KST menyebut korban dalam orang dalam foto itu tewas usai diserang Prajurit TNI AD Satgas Yonif R 321/GT di Mugi-Mam Kab. Nduga (15/4/2023) beberapa waktu lalu.


Lebih lanjut, Laksda TNI Julius mengungkapkan bahwa dari yang disebar kali ini saja. KST mengklaim jumlah Prajurit TNI dari Kopassus yang meninggal 16 orang.


&quot;Namun sesuai data kami yang meninggal 5 orang dari Satgas Yonif R 321/DY. Dari sisi ini saja sudah hoaks. Untuk itu, agar tidak terjadi kesimpangsiuran, maka kita perlu identifikasi terlebih dahulu  agar bisa dipastikan itu benar atau tidak,&quot; ungkap Laksda TNI Julius.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sosok Mayjen Izak Pangemanan, Jenderal Kopassus Ahli Perang Hutan yang Nekat Masuki Sarang KKB Teroris







Melihat kondisi itu, kata Laksda TNI Julius Widjojono, penegakan hukum oleh Tim Gabungan TNI Polri terus menjaga pemberitaan yang dilakukan oleh gerombolan KST. Sehingga masyarakat dapat diperoleh kepastian.


&amp;ldquo;Kami harap kepada semua pihak, untuk tidak selalu mempercayai narasi pemberitaan yang disampaikan oleh gerombolan KST dan simpatisannya, karena pola-pola teroris memang seperti itu,&amp;rdquo; pungkas Laksda Julius.</content:encoded></item></channel></rss>
