<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korban Kebakaran di Pulau Sebatik Ditampung di Bangunan Bekas Hotel</title><description>Camat Sebatik Utara, Muhammad Eko mengatakan, puluhan jiwa terdampak kebakaran tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/03/340/2807235/korban-kebakaran-di-pulau-sebatik-ditampung-di-bangunan-bekas-hotel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/03/340/2807235/korban-kebakaran-di-pulau-sebatik-ditampung-di-bangunan-bekas-hotel"/><item><title>Korban Kebakaran di Pulau Sebatik Ditampung di Bangunan Bekas Hotel</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/03/340/2807235/korban-kebakaran-di-pulau-sebatik-ditampung-di-bangunan-bekas-hotel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/03/340/2807235/korban-kebakaran-di-pulau-sebatik-ditampung-di-bangunan-bekas-hotel</guid><pubDate>Rabu 03 Mei 2023 00:49 WIB</pubDate><dc:creator>USMAN Coddang</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/03/340/2807235/korban-kebakaran-di-pulau-sebatik-ditampung-di-bangunan-bekas-hotel-yvmP5U1NP4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kebakaran di Sebatik, Kaltara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/03/340/2807235/korban-kebakaran-di-pulau-sebatik-ditampung-di-bangunan-bekas-hotel-yvmP5U1NP4.jpg</image><title>Kebakaran di Sebatik, Kaltara</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wMi8xLzE2NTc0Mi81L3g4a2t3YjE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
TARAKAN - Korban kebakaran di Jembatan Perikanan lama, Desa Sei Panjang Kecamatan Sebatik Utara Nunukan Kaltara,  kini menempati bangunan bekas hotel milik H. Nuwardi, seorang pengusaha setempat.
&amp;ldquo;Pemilik hotel mempersilahkan korban-korban meminjam bangunan bekas hotel, kebetulan jaraknya cukup dekat sekitar 100 meter dari lokasi kebakaran,&amp;rdquo; kata salah seorang korban kebakaran bernama Sarifuddin (51) di Sebatik, Kabupaten Nunukan, Selasa (3/5/2023).

BACA JUGA:
Kebakaran Malang Plaza Lebih dari 12 Jam, Kerusakan Nyaris 100 Persen

Sarifuddin bersama lima Kepala Keluarga (KK) lainnya dengan jumlah jiwa sebanyak 21 orang menempati bekas bangunan hotel Sei Pancang yang sudah 20 tahun tidak terpakai.
&amp;ldquo;Pemilik hotel mempersilahkan korban-korban meminjam bangunan bekas hotel, kebetulan jaraknya cukup dekat sekitar 100 meter dari lokasi kebakaran,&amp;rdquo; katanya.
Dikatakannya, meski tidak terpakai, bangunan hotel berlantai dua ini sangat layak ditempati karena kondisinya masih bagus, hanya saja perlu sedikit waktu untuk membersihkan bagian kamar-kamar karena kotoran debu dan rumput.
Diketahui, Hotel Sei Pancang milik   H. Nuwardi atau akrab dipanggil Haji Momo  adalah hotel pertama di pulau Sebatik yang dibangun sekitar 30 tahun lalu.
Bangunan kosong ini dilengkapi WC dan kamar mandi di tiap kamar dan ruang dapur yang cukup luas.
&amp;ldquo;Ada ruangan luas di bagian belakang untuk kami jadikan dapur umum kalau mau masak bisa bergantian di sana,&amp;rdquo; kata Sarifuddin.

Nuwardi kata dia mempersilahkan korban kebakaran menempati bekas hotel tanpa batasan waktu, bahkan tanpa diminta pemilik bangunan dengan sangat baik hati memperbaiki kerusakan dan pembersihan.
Sebagai contoh, hari ini dilakukan renovasi ruang kamar di lantai satu yang mengalami kerusakan bagian plafon, perbaikan dinding di lantai dua dan pemasangan profil tank untuk penampungan air bersih.

BACA JUGA:
Kebakaran Malang Plaza, Api Diduga Muncul dari Lantai Dua Bangunan

&amp;ldquo;Tiga hari ini kita bersih-bersih bangunan bekas hotel, bagian rusak diperbaiki, untuk air bersih disiapkan profil tank besar,&amp;rdquo; ucapnya.
Warga korban kebakaran lainnya, H.  Andu (52) juga menempati bekas bangunan hotel. Dia mengucapkan terima kasih kepada keluarga Nuwardi yang bersedia menampung warga.
&amp;ldquo;Korban-korban kebakaran itu saling berkeluarga semua, saya dengan safaruddin juga keluarga,&amp;rdquo; katanya.
Andu yang berprofesi sebagai nelayan akan kembali membangun rumahnya di lokasi bekas kebakaran, keinginan ini tidak berbeda dengan korban lainnya yang sudah menempati pemukiman tersebut puluhan tahun.
Sementara itu, Camat Sebatik Utara, Muhammad Eko mengatakan, jumlah bangunan rumah terbakar sebanyak enam unit ditambah dua bangunan terdampak dengan 12 Kepala Keluarga (KK) dan 57 jiwa.

&amp;ldquo;Pemerintah Kabupaten bersama kecamatan mendirikan posko pendataan sekaligus tempat penerimaan bantuan,&amp;rdquo; katanya.

Sejak terjadi kebakaran, posko kebakaran menerima bantuan uang tunai Rp 77 juta dari Baznas Nunukan, Unit Penerima Zakat (UPZ) Sebatik Timur, UPZ sebatik Tengah dan UPZ Sebatik Utara ditambah bantuan sembako dan lainnya dari pemerintah daerah.

Bantuan yang tunai yang diterima posko telah dibagikan kepada 12 KK dengan besaran terima Rp 6,9 juta, sedangkan dua korban kebakaran terdampak yang mengalami kerusakan rumah Rp 4 juta.

&amp;ldquo;Tadi ada bantuan dari UPZ Sebatik Barat dan Alumni IKA total Rp 15 juta, belum lagi bantuan kelompok masyarakat yang langsung diserahkan ke korban,&amp;rdquo; pungkasnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wMi8xLzE2NTc0Mi81L3g4a2t3YjE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
TARAKAN - Korban kebakaran di Jembatan Perikanan lama, Desa Sei Panjang Kecamatan Sebatik Utara Nunukan Kaltara,  kini menempati bangunan bekas hotel milik H. Nuwardi, seorang pengusaha setempat.
&amp;ldquo;Pemilik hotel mempersilahkan korban-korban meminjam bangunan bekas hotel, kebetulan jaraknya cukup dekat sekitar 100 meter dari lokasi kebakaran,&amp;rdquo; kata salah seorang korban kebakaran bernama Sarifuddin (51) di Sebatik, Kabupaten Nunukan, Selasa (3/5/2023).

BACA JUGA:
Kebakaran Malang Plaza Lebih dari 12 Jam, Kerusakan Nyaris 100 Persen

Sarifuddin bersama lima Kepala Keluarga (KK) lainnya dengan jumlah jiwa sebanyak 21 orang menempati bekas bangunan hotel Sei Pancang yang sudah 20 tahun tidak terpakai.
&amp;ldquo;Pemilik hotel mempersilahkan korban-korban meminjam bangunan bekas hotel, kebetulan jaraknya cukup dekat sekitar 100 meter dari lokasi kebakaran,&amp;rdquo; katanya.
Dikatakannya, meski tidak terpakai, bangunan hotel berlantai dua ini sangat layak ditempati karena kondisinya masih bagus, hanya saja perlu sedikit waktu untuk membersihkan bagian kamar-kamar karena kotoran debu dan rumput.
Diketahui, Hotel Sei Pancang milik   H. Nuwardi atau akrab dipanggil Haji Momo  adalah hotel pertama di pulau Sebatik yang dibangun sekitar 30 tahun lalu.
Bangunan kosong ini dilengkapi WC dan kamar mandi di tiap kamar dan ruang dapur yang cukup luas.
&amp;ldquo;Ada ruangan luas di bagian belakang untuk kami jadikan dapur umum kalau mau masak bisa bergantian di sana,&amp;rdquo; kata Sarifuddin.

Nuwardi kata dia mempersilahkan korban kebakaran menempati bekas hotel tanpa batasan waktu, bahkan tanpa diminta pemilik bangunan dengan sangat baik hati memperbaiki kerusakan dan pembersihan.
Sebagai contoh, hari ini dilakukan renovasi ruang kamar di lantai satu yang mengalami kerusakan bagian plafon, perbaikan dinding di lantai dua dan pemasangan profil tank untuk penampungan air bersih.

BACA JUGA:
Kebakaran Malang Plaza, Api Diduga Muncul dari Lantai Dua Bangunan

&amp;ldquo;Tiga hari ini kita bersih-bersih bangunan bekas hotel, bagian rusak diperbaiki, untuk air bersih disiapkan profil tank besar,&amp;rdquo; ucapnya.
Warga korban kebakaran lainnya, H.  Andu (52) juga menempati bekas bangunan hotel. Dia mengucapkan terima kasih kepada keluarga Nuwardi yang bersedia menampung warga.
&amp;ldquo;Korban-korban kebakaran itu saling berkeluarga semua, saya dengan safaruddin juga keluarga,&amp;rdquo; katanya.
Andu yang berprofesi sebagai nelayan akan kembali membangun rumahnya di lokasi bekas kebakaran, keinginan ini tidak berbeda dengan korban lainnya yang sudah menempati pemukiman tersebut puluhan tahun.
Sementara itu, Camat Sebatik Utara, Muhammad Eko mengatakan, jumlah bangunan rumah terbakar sebanyak enam unit ditambah dua bangunan terdampak dengan 12 Kepala Keluarga (KK) dan 57 jiwa.

&amp;ldquo;Pemerintah Kabupaten bersama kecamatan mendirikan posko pendataan sekaligus tempat penerimaan bantuan,&amp;rdquo; katanya.

Sejak terjadi kebakaran, posko kebakaran menerima bantuan uang tunai Rp 77 juta dari Baznas Nunukan, Unit Penerima Zakat (UPZ) Sebatik Timur, UPZ sebatik Tengah dan UPZ Sebatik Utara ditambah bantuan sembako dan lainnya dari pemerintah daerah.

Bantuan yang tunai yang diterima posko telah dibagikan kepada 12 KK dengan besaran terima Rp 6,9 juta, sedangkan dua korban kebakaran terdampak yang mengalami kerusakan rumah Rp 4 juta.

&amp;ldquo;Tadi ada bantuan dari UPZ Sebatik Barat dan Alumni IKA total Rp 15 juta, belum lagi bantuan kelompok masyarakat yang langsung diserahkan ke korban,&amp;rdquo; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
