<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertama Kalinya, Ilmuwan Rekam Bintang Lahap Planet dengan Sekali Telan Bukan Perlahan</title><description>Para astronom melaporkan pengamatan mereka pada Rabu (3/5/2023) tentang apa yang tampak sebagai gas raksasa.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/04/18/2808166/pertama-kalinya-ilmuwan-rekam-bintang-lahap-planet-dengan-sekali-telan-bukan-perlahan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/04/18/2808166/pertama-kalinya-ilmuwan-rekam-bintang-lahap-planet-dengan-sekali-telan-bukan-perlahan"/><item><title>Pertama Kalinya, Ilmuwan Rekam Bintang Lahap Planet dengan Sekali Telan Bukan Perlahan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/04/18/2808166/pertama-kalinya-ilmuwan-rekam-bintang-lahap-planet-dengan-sekali-telan-bukan-perlahan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/04/18/2808166/pertama-kalinya-ilmuwan-rekam-bintang-lahap-planet-dengan-sekali-telan-bukan-perlahan</guid><pubDate>Kamis 04 Mei 2023 13:31 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/04/18/2808166/pertama-kalinya-ilmuwan-rekam-bintang-lahap-planet-dengan-sekali-telan-bukan-perlahan-pFVLSB76Yz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi pergerakan  planet dan bintang (Foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/04/18/2808166/pertama-kalinya-ilmuwan-rekam-bintang-lahap-planet-dengan-sekali-telan-bukan-perlahan-pFVLSB76Yz.jpg</image><title>Ilustrasi pergerakan  planet dan bintang (Foto: AP)</title></images><description>LONDON - Para ilmuwan untuk pertama kalinya merekam bintang yang sedang menelan sebuah planet di mana bintang tersebut melakukannya dalam sekaligus, bukannya perlahan.

Para astronom melaporkan pengamatan mereka pada Rabu (3/5/2023) tentang apa yang tampak sebagai gas raksasa seukuran planet Jupiter atau lebih besar dari ukuran planet tersebut yang dilahap oleh bintangnya. Bintang mirip matahari itu telah membengkak karena berusia tua selama ribuan tahun dan akhirnya menjadi sangat besar hingga menelan planet yang mengorbit di dekatnya.


BACA JUGA:
Ilmuwan Berhasil Temukan Planet dengan Elemen Terberat

Dikutip VOA, tampilan peristiwa itu mencerminkan apa yang akan terjadi pada Bumi saat matahari kita berubah menjadi raksasa merah. Kabar baiknya adalah hal itu tidak akan terjadi selama 5 miliar tahun ke depan.


BACA JUGA:
Bersembunyi di DNA Manusia, Ilmuwan: Virus Purba Berusia Jutaan Tahun Bisa Bantu Lawan Kanker

Santapan galaksi ini terjadi antara 10.000 hingga 15.000 tahun yang lalu di dekat konstelasi Aquila ketika bintang tersebut berusia sekitar 10 miliar tahun.


Saat planet itu memasuki palka bintang, terjadi semburan cahaya panas yang cepat, diikuti oleh aliran debu tahan lama yang bersinar terang dalam energi inframerah dingin, kata para peneliti.

Menurut penelitian yang muncul di jurnal Nature, meskipun sebelumnya sudah ada tanda-tanda bintang lain yang menelan planet serta dampaknya, namun itu adalah pertama kalinya proses semacam itu berhasil diamati.</description><content:encoded>LONDON - Para ilmuwan untuk pertama kalinya merekam bintang yang sedang menelan sebuah planet di mana bintang tersebut melakukannya dalam sekaligus, bukannya perlahan.

Para astronom melaporkan pengamatan mereka pada Rabu (3/5/2023) tentang apa yang tampak sebagai gas raksasa seukuran planet Jupiter atau lebih besar dari ukuran planet tersebut yang dilahap oleh bintangnya. Bintang mirip matahari itu telah membengkak karena berusia tua selama ribuan tahun dan akhirnya menjadi sangat besar hingga menelan planet yang mengorbit di dekatnya.


BACA JUGA:
Ilmuwan Berhasil Temukan Planet dengan Elemen Terberat

Dikutip VOA, tampilan peristiwa itu mencerminkan apa yang akan terjadi pada Bumi saat matahari kita berubah menjadi raksasa merah. Kabar baiknya adalah hal itu tidak akan terjadi selama 5 miliar tahun ke depan.


BACA JUGA:
Bersembunyi di DNA Manusia, Ilmuwan: Virus Purba Berusia Jutaan Tahun Bisa Bantu Lawan Kanker

Santapan galaksi ini terjadi antara 10.000 hingga 15.000 tahun yang lalu di dekat konstelasi Aquila ketika bintang tersebut berusia sekitar 10 miliar tahun.


Saat planet itu memasuki palka bintang, terjadi semburan cahaya panas yang cepat, diikuti oleh aliran debu tahan lama yang bersinar terang dalam energi inframerah dingin, kata para peneliti.

Menurut penelitian yang muncul di jurnal Nature, meskipun sebelumnya sudah ada tanda-tanda bintang lain yang menelan planet serta dampaknya, namun itu adalah pertama kalinya proses semacam itu berhasil diamati.</content:encoded></item></channel></rss>
