<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Imam Besar Istiqlal Nasaruddin Umar Jadi Cawapres Ganjar? Ini Kata Sekjen PDIP   </title><description>PDI Perjuangan (PDIP) membantah kabar bahwa Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, telah memilih Imam Besar Masjid Istiqlal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/04/337/2808135/imam-besar-istiqlal-nasaruddin-umar-jadi-cawapres-ganjar-ini-kata-sekjen-pdip</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/04/337/2808135/imam-besar-istiqlal-nasaruddin-umar-jadi-cawapres-ganjar-ini-kata-sekjen-pdip"/><item><title>Imam Besar Istiqlal Nasaruddin Umar Jadi Cawapres Ganjar? Ini Kata Sekjen PDIP   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/04/337/2808135/imam-besar-istiqlal-nasaruddin-umar-jadi-cawapres-ganjar-ini-kata-sekjen-pdip</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/04/337/2808135/imam-besar-istiqlal-nasaruddin-umar-jadi-cawapres-ganjar-ini-kata-sekjen-pdip</guid><pubDate>Kamis 04 Mei 2023 12:42 WIB</pubDate><dc:creator>Kiswondari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/04/337/2808135/imam-besar-istiqlal-nasaruddin-umar-jadi-cawapres-ganjar-ini-kata-sekjen-pdip-KKFaRJpuhh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/04/337/2808135/imam-besar-istiqlal-nasaruddin-umar-jadi-cawapres-ganjar-ini-kata-sekjen-pdip-KKFaRJpuhh.jpg</image><title>Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto (foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - PDI Perjuangan (PDIP) membantah kabar bahwa Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, telah memilih Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar sebagai calon wakil presiden (cawapres) pendamping Ganjar Pranowo. Karena, kerjasama dengan parpol pengusung lainnya pun belum selesai.

&quot;Wah belum (ada keputusan Nasaruddin Umam jadi cawapres), kerja sama saja belu. selesai dilakukan,&quot; kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto saat dikonfirmasi MNC Portal, Kamis (4/5/2023).

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Akan Napak Tilas Perjuangan Soekarno di Jawa Timur Akhir Pekan Ini

Namun, Hasto mengungkap bahwa Megawati telah menyimpan 10 nama sebagai kandidat cawapres Ganjar.

&quot;Menurut Ibu Megawati ada 10 nama,&quot; ungkapnya.

Apakah Nasaruddin Umar masuk salah satu nama itu, Hasto mengaku tidak tahu, karena itu ada di kantong Ketum.

&quot;Wah saya tidak tahu,&quot; jawab Hasto.

BACA JUGA:
Usai Sowan ke Gus Mus, Ganjar Pranowo Nyantri ke Gus Baha
Hasto menjelaskan, saat ini tahapan yang perlu difinalisasi adalah kerja sama dengan parpol pengusung lainnya. Jadi, Hasto meminta media menunggu, karena ada beberapa parpol yang akan bergabung.



&quot;Tahapannya kan difinalkan kerja sama parpol terlebih dahulu. Jadi kita tunggu saja. Ada beberapa partai yang akan bergabung,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>
JAKARTA - PDI Perjuangan (PDIP) membantah kabar bahwa Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, telah memilih Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar sebagai calon wakil presiden (cawapres) pendamping Ganjar Pranowo. Karena, kerjasama dengan parpol pengusung lainnya pun belum selesai.

&quot;Wah belum (ada keputusan Nasaruddin Umam jadi cawapres), kerja sama saja belu. selesai dilakukan,&quot; kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto saat dikonfirmasi MNC Portal, Kamis (4/5/2023).

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Akan Napak Tilas Perjuangan Soekarno di Jawa Timur Akhir Pekan Ini

Namun, Hasto mengungkap bahwa Megawati telah menyimpan 10 nama sebagai kandidat cawapres Ganjar.

&quot;Menurut Ibu Megawati ada 10 nama,&quot; ungkapnya.

Apakah Nasaruddin Umar masuk salah satu nama itu, Hasto mengaku tidak tahu, karena itu ada di kantong Ketum.

&quot;Wah saya tidak tahu,&quot; jawab Hasto.

BACA JUGA:
Usai Sowan ke Gus Mus, Ganjar Pranowo Nyantri ke Gus Baha
Hasto menjelaskan, saat ini tahapan yang perlu difinalisasi adalah kerja sama dengan parpol pengusung lainnya. Jadi, Hasto meminta media menunggu, karena ada beberapa parpol yang akan bergabung.



&quot;Tahapannya kan difinalkan kerja sama parpol terlebih dahulu. Jadi kita tunggu saja. Ada beberapa partai yang akan bergabung,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
