<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pelaku Penembakan Tewas Misterius, MUI: Diserahkan ke Polisi Masih Sehat, Dia Mati Sama Siapa?</title><description>Padahal kata dia, saat diamankan dari MUI dan diserahkan ke Polsek, pelaku masih dalam keadaan hidup dan sehat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/04/337/2808350/pelaku-penembakan-tewas-misterius-mui-diserahkan-ke-polisi-masih-sehat-dia-mati-sama-siapa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/04/337/2808350/pelaku-penembakan-tewas-misterius-mui-diserahkan-ke-polisi-masih-sehat-dia-mati-sama-siapa"/><item><title>Pelaku Penembakan Tewas Misterius, MUI: Diserahkan ke Polisi Masih Sehat, Dia Mati Sama Siapa?</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/04/337/2808350/pelaku-penembakan-tewas-misterius-mui-diserahkan-ke-polisi-masih-sehat-dia-mati-sama-siapa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/04/337/2808350/pelaku-penembakan-tewas-misterius-mui-diserahkan-ke-polisi-masih-sehat-dia-mati-sama-siapa</guid><pubDate>Kamis 04 Mei 2023 17:07 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/04/337/2808350/pelaku-penembakan-tewas-misterius-mui-diserahkan-ke-polisi-masih-sehat-dia-mati-sama-siapa-Egq6sugXCR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tangkapan layar media sosial</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/04/337/2808350/pelaku-penembakan-tewas-misterius-mui-diserahkan-ke-polisi-masih-sehat-dia-mati-sama-siapa-Egq6sugXCR.jpg</image><title>Tangkapan layar media sosial</title></images><description>


JAKARTA -Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hukum dan HAM Ikhsan Abdullah mempertanyakan kematian pelaku penembakan kantor MUI yang dilakukan oleh Mustofa NR (60) pada Selasa, 2 Mei 2023.
Padahal kata dia, saat diamankan dari MUI dan diserahkan ke Polsek, pelaku masih dalam keadaan hidup dan sehat.

BACA JUGA:
Proses Autopsi Jasad Pelaku Penembakan Kantor MUI Rampung!

&quot;Saksi semua diperiksa 7 saksi mengatakan sama yang mengetahui, melihat, menyaksikan peristiwanya dan mengalami nasib tertembak mengatakan bahwa yang bersangkutan ketika diserang polisi masih hidup masih sehat&quot;kata Ikhsan kepada wartawan di kantor MUI Pusat, Jakarta, Kamis (4/5/2023).
&quot;Kemudian dia mati siapa? bapak Mustofa atau siapa? karena waktu dari sini masih masuk masih hidup,&quot;ujar dia.
Pertanyaan ini lantas menjadi perhatian dari tim investigasi MUI  untuk mendalami kasus penembakan tersebut. Diketahui MUI baru saja membentuk tim investigasi yang berjumlah 9 orang.

BACA JUGA:
PPATK Ungkap Transaksi hingga Rp800 Juta pada Rekening Penembak Kantor MUI

&quot;Walaupun menjadi tanggung jawab polisi peristiwa pidana seperti ini. Namun secara internal juga harus mempunyai pegangan dibentuk tim investigasi,&quot;ujarnya.
Tim tersebut diketuai oleh Prof. Dr. H. Noor Achmad yang didampingi dengan wakil ketua Asrorun Niam Sholeh. Tim berjumlah 9 orang itu juga turut beranggotakan KH. Cholil Nafis hingga Jubir Wapres Masduki Baidlowi.
&quot;Ada Cholil Nafis, jubir wapres Masduki. Sebagai pengarah semua waketum mulai dari KH Marsudi Syuhud, Anwar Abbas, Buya Basri, jumlah total 9 orang,&quot;kata dia.
Tim tersebut lanjutnya turut bekerjasama dengan pihak kepolisian guna mengungkap motif penembakan tersebut.&quot;Kami bekerjasama dengan aparat polisi tentu berharap sekali aparat polisi bisa bekerja dengan baik dengan kami untuk bisa mengungkap tabir yang masih gelap,&quot;katanya.
Menurutnya kasus penembakan di kantor MUI pusat tidak boleh dibiarkan. Sebab MUI merupakan mahkota dari seluruh umat Islam di Indonesia.
&quot;Tidak boleh ini menjadi hal yang biasa saja, dibiarkan sebagaimana penyerangan-penyerangan di tempat lain. Ini adalah mahkota dari umat islamnya itu MUI,&quot;tutupnya.</description><content:encoded>


JAKARTA -Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hukum dan HAM Ikhsan Abdullah mempertanyakan kematian pelaku penembakan kantor MUI yang dilakukan oleh Mustofa NR (60) pada Selasa, 2 Mei 2023.
Padahal kata dia, saat diamankan dari MUI dan diserahkan ke Polsek, pelaku masih dalam keadaan hidup dan sehat.

BACA JUGA:
Proses Autopsi Jasad Pelaku Penembakan Kantor MUI Rampung!

&quot;Saksi semua diperiksa 7 saksi mengatakan sama yang mengetahui, melihat, menyaksikan peristiwanya dan mengalami nasib tertembak mengatakan bahwa yang bersangkutan ketika diserang polisi masih hidup masih sehat&quot;kata Ikhsan kepada wartawan di kantor MUI Pusat, Jakarta, Kamis (4/5/2023).
&quot;Kemudian dia mati siapa? bapak Mustofa atau siapa? karena waktu dari sini masih masuk masih hidup,&quot;ujar dia.
Pertanyaan ini lantas menjadi perhatian dari tim investigasi MUI  untuk mendalami kasus penembakan tersebut. Diketahui MUI baru saja membentuk tim investigasi yang berjumlah 9 orang.

BACA JUGA:
PPATK Ungkap Transaksi hingga Rp800 Juta pada Rekening Penembak Kantor MUI

&quot;Walaupun menjadi tanggung jawab polisi peristiwa pidana seperti ini. Namun secara internal juga harus mempunyai pegangan dibentuk tim investigasi,&quot;ujarnya.
Tim tersebut diketuai oleh Prof. Dr. H. Noor Achmad yang didampingi dengan wakil ketua Asrorun Niam Sholeh. Tim berjumlah 9 orang itu juga turut beranggotakan KH. Cholil Nafis hingga Jubir Wapres Masduki Baidlowi.
&quot;Ada Cholil Nafis, jubir wapres Masduki. Sebagai pengarah semua waketum mulai dari KH Marsudi Syuhud, Anwar Abbas, Buya Basri, jumlah total 9 orang,&quot;kata dia.
Tim tersebut lanjutnya turut bekerjasama dengan pihak kepolisian guna mengungkap motif penembakan tersebut.&quot;Kami bekerjasama dengan aparat polisi tentu berharap sekali aparat polisi bisa bekerja dengan baik dengan kami untuk bisa mengungkap tabir yang masih gelap,&quot;katanya.
Menurutnya kasus penembakan di kantor MUI pusat tidak boleh dibiarkan. Sebab MUI merupakan mahkota dari seluruh umat Islam di Indonesia.
&quot;Tidak boleh ini menjadi hal yang biasa saja, dibiarkan sebagaimana penyerangan-penyerangan di tempat lain. Ini adalah mahkota dari umat islamnya itu MUI,&quot;tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
