<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Meringkuk di Dekat Tepi Air, Patung Walrus Freya yang Disuntik Mati Diresmikan di Oslo</title><description>Freya menjadi sensasi di medsos pada tahun lalu, karena turis dan penduduk lokal berkerumun untuk melihatnya.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/05/18/2808846/meringkuk-di-dekat-tepi-air-patung-walrus-freya-yang-disuntik-mati-diresmikan-di-oslo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/05/18/2808846/meringkuk-di-dekat-tepi-air-patung-walrus-freya-yang-disuntik-mati-diresmikan-di-oslo"/><item><title>Meringkuk di Dekat Tepi Air, Patung Walrus Freya yang Disuntik Mati Diresmikan di Oslo</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/05/18/2808846/meringkuk-di-dekat-tepi-air-patung-walrus-freya-yang-disuntik-mati-diresmikan-di-oslo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/05/18/2808846/meringkuk-di-dekat-tepi-air-patung-walrus-freya-yang-disuntik-mati-diresmikan-di-oslo</guid><pubDate>Jum'at 05 Mei 2023 13:55 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/05/18/2808846/meringkuk-di-dekat-tepi-air-patung-walrus-freya-yang-disuntik-mati-diresmikan-di-oslo-2KCVw8q3Ga.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Patung Freya yang disuntik mati diresmikan di Oslo (Foto: CNN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/05/18/2808846/meringkuk-di-dekat-tepi-air-patung-walrus-freya-yang-disuntik-mati-diresmikan-di-oslo-2KCVw8q3Ga.jpg</image><title>Patung Freya yang disuntik mati diresmikan di Oslo (Foto: CNN)</title></images><description>OSLO - Seniman di balik patung walrus yang secara kontroversial disuntik mati karena masalah keamanan publik mengatakan dia berharap karyanya menjadi &quot;pelajaran sejarah tiga dimensi&quot; setelah diresmikan di ibu kota Norwegia, Oslo.

Patung perunggu seukuran aslinya menunjukkan Freya si walrus meringkuk di dekat tepi air. Karya seni ini didanai oleh kampanye online, yang mengumpulkan dana hingga USD25.000 (Rp367 juta).

Freya menjadi sensasi di media sosial (medsos) pada tahun lalu, karena turis dan penduduk lokal berkerumun untuk melihatnya.


BACA JUGA:
Melacak Dampak Perubahan Iklim dengan Menghitung Jumlah Walrus dari Luar Angkasa


Betina muda itu telah menghabiskan waktu di Oslo Fjord, sebuah teluk di pantai tenggara negara itu, dan tampaknya tidak takut pada manusia, tidak seperti kebanyakan walrus. Video menunjukkan walrus memanjat ke perahu kecil untuk berjemur.


BACA JUGA:
Freya, Walrus yang Jadi Atraksi di Fjord Oslo, Disuntik Mati&amp;nbsp;

Dia menjadi bahaya bagi pengunjung yang mengabaikan perintah Direktorat Perikanan Norwegia untuk menjaga jarak darinya. Para pengunjung malah mengambil foto mamalia dari dekat dan bahkan melemparkan benda ke arahnya. Hal ini mendorong direktorat untuk membuat keputusan untuk menjatuhkannya, membuat banyak orang di seluruh negeri marah.

Sang seniman yang membuat patung itu, Astri Tonoian, mengatakan kepada CNN betapa senangnya dia mengerjakan proyek yang terbilanng gratis itu karena hal itu telah menjadi masalah yang sangat sensitif bagi dirinya.  Dia berharap patung itu akan berfungsi sebagai &quot;pelajaran sejarah tiga dimensi.&quot;


&amp;ldquo;Di kepala saya, tujuan saya adalah membuat simbol abadi dari kemampuan orang untuk menganiaya tidak hanya satwa liar tetapi juga manusia,&amp;rdquo; katanya.



Dia percaya bahwa Direktorat Perikanan Norwegia seharusnya menangani situasi ini dengan cara yang lebih etis.

&amp;ldquo;Pihak berwenang bisa bertindak lebih cepat dan mencoba memindahkannya daripada menembaknya. Mereka menunggu terlalu lama dan menjadi berbahaya bagi orang-orang. Mereka memutuskan untuk melakukan 'perbaikan cepat',&amp;rdquo; ungkapnya.



Dia menambahkan bahwa niat dengan patung itu bukan untuk membuat orang membenci otoritas sebagai satu kesatuan, melainkan &amp;ldquo;mempertanyakan sistem&amp;rdquo; secara keseluruhan.



Sebelumnya, direktorat tersebut mengatakan kepada CNN bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan berbagai solusi, termasuk memindahkan Freya keluar dari fyord.

&amp;ldquo;Tetapi kompleksitas yang luas dari operasi semacam itu membuat kami menyimpulkan bahwa ini bukanlah pilihan yang layak,&quot; kata Direktur Jenderal Frank Bakke-Jensen.

&quot;Kami sangat menjunjung tinggi kesejahteraan hewan, tetapi kehidupan dan keselamatan manusia harus diutamakan,&amp;rdquo; lanjutnya.

Seperti diketahui, Walrus betina biasanya memiliki berat antara 600 dan 900 kilogram, atau sekitar 1.300 hingga 2.000 pound. Biasanya, mamalia laut itu mewaspadai manusia dan tinggal di tepi luar pantai Norwegia.

</description><content:encoded>OSLO - Seniman di balik patung walrus yang secara kontroversial disuntik mati karena masalah keamanan publik mengatakan dia berharap karyanya menjadi &quot;pelajaran sejarah tiga dimensi&quot; setelah diresmikan di ibu kota Norwegia, Oslo.

Patung perunggu seukuran aslinya menunjukkan Freya si walrus meringkuk di dekat tepi air. Karya seni ini didanai oleh kampanye online, yang mengumpulkan dana hingga USD25.000 (Rp367 juta).

Freya menjadi sensasi di media sosial (medsos) pada tahun lalu, karena turis dan penduduk lokal berkerumun untuk melihatnya.


BACA JUGA:
Melacak Dampak Perubahan Iklim dengan Menghitung Jumlah Walrus dari Luar Angkasa


Betina muda itu telah menghabiskan waktu di Oslo Fjord, sebuah teluk di pantai tenggara negara itu, dan tampaknya tidak takut pada manusia, tidak seperti kebanyakan walrus. Video menunjukkan walrus memanjat ke perahu kecil untuk berjemur.


BACA JUGA:
Freya, Walrus yang Jadi Atraksi di Fjord Oslo, Disuntik Mati&amp;nbsp;

Dia menjadi bahaya bagi pengunjung yang mengabaikan perintah Direktorat Perikanan Norwegia untuk menjaga jarak darinya. Para pengunjung malah mengambil foto mamalia dari dekat dan bahkan melemparkan benda ke arahnya. Hal ini mendorong direktorat untuk membuat keputusan untuk menjatuhkannya, membuat banyak orang di seluruh negeri marah.

Sang seniman yang membuat patung itu, Astri Tonoian, mengatakan kepada CNN betapa senangnya dia mengerjakan proyek yang terbilanng gratis itu karena hal itu telah menjadi masalah yang sangat sensitif bagi dirinya.  Dia berharap patung itu akan berfungsi sebagai &quot;pelajaran sejarah tiga dimensi.&quot;


&amp;ldquo;Di kepala saya, tujuan saya adalah membuat simbol abadi dari kemampuan orang untuk menganiaya tidak hanya satwa liar tetapi juga manusia,&amp;rdquo; katanya.



Dia percaya bahwa Direktorat Perikanan Norwegia seharusnya menangani situasi ini dengan cara yang lebih etis.

&amp;ldquo;Pihak berwenang bisa bertindak lebih cepat dan mencoba memindahkannya daripada menembaknya. Mereka menunggu terlalu lama dan menjadi berbahaya bagi orang-orang. Mereka memutuskan untuk melakukan 'perbaikan cepat',&amp;rdquo; ungkapnya.



Dia menambahkan bahwa niat dengan patung itu bukan untuk membuat orang membenci otoritas sebagai satu kesatuan, melainkan &amp;ldquo;mempertanyakan sistem&amp;rdquo; secara keseluruhan.



Sebelumnya, direktorat tersebut mengatakan kepada CNN bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan berbagai solusi, termasuk memindahkan Freya keluar dari fyord.

&amp;ldquo;Tetapi kompleksitas yang luas dari operasi semacam itu membuat kami menyimpulkan bahwa ini bukanlah pilihan yang layak,&quot; kata Direktur Jenderal Frank Bakke-Jensen.

&quot;Kami sangat menjunjung tinggi kesejahteraan hewan, tetapi kehidupan dan keselamatan manusia harus diutamakan,&amp;rdquo; lanjutnya.

Seperti diketahui, Walrus betina biasanya memiliki berat antara 600 dan 900 kilogram, atau sekitar 1.300 hingga 2.000 pound. Biasanya, mamalia laut itu mewaspadai manusia dan tinggal di tepi luar pantai Norwegia.

</content:encoded></item></channel></rss>
