<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dianggap Tutup Mata, Rusia Desak PBB Kecam Inggris karena Pasok Uranium ke Ukraina</title><description>Rusia menilai amunisi semacam itu pernah digunakan AS di Yugoslavia dan Irak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/05/18/2808895/dianggap-tutup-mata-rusia-desak-pbb-kecam-inggris-karena-pasok-uranium-ke-ukraina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/05/18/2808895/dianggap-tutup-mata-rusia-desak-pbb-kecam-inggris-karena-pasok-uranium-ke-ukraina"/><item><title>Dianggap Tutup Mata, Rusia Desak PBB Kecam Inggris karena Pasok Uranium ke Ukraina</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/05/18/2808895/dianggap-tutup-mata-rusia-desak-pbb-kecam-inggris-karena-pasok-uranium-ke-ukraina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/05/18/2808895/dianggap-tutup-mata-rusia-desak-pbb-kecam-inggris-karena-pasok-uranium-ke-ukraina</guid><pubDate>Jum'at 05 Mei 2023 14:41 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/05/18/2808895/dianggap-tutup-mata-rusia-desak-pbb-kecam-inggris-karena-pasok-uranium-ke-ukraina-KLDCvuVPmq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perang Rusia-Ukraina masih terus berlanjut dan tidak diketahui kapan akan berakhir (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/05/18/2808895/dianggap-tutup-mata-rusia-desak-pbb-kecam-inggris-karena-pasok-uranium-ke-ukraina-KLDCvuVPmq.jpg</image><title>Perang Rusia-Ukraina masih terus berlanjut dan tidak diketahui kapan akan berakhir (Foto: Reuters)</title></images><description>
ISTANBUL - Rusia menyerukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar mengecam rencana Inggris memasok amunisi uranium atau amunisi dengan uranium kadar isotop rendah (depleted uranium) ke Ukraina.

&quot;Orang mendapat kesan bahwa Sekretariat PBB siap 'tutup mata' terhadap tindakan sekutu Barat apa pun dalam mendukung rezim Ukraina, padahal faktanya tindakan itu bisa menimbulkan akibat serius, termasuk dari sudut pandang bahaya radiologi,&quot; kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova pada Kamis (4/5/2023) waktu setempat, dikutip Antara.


BACA JUGA:
Delegasi Rusia dan Ukraina Berkelahi di KTT Internasional di Turki

Rusia menilai amunisi semacam itu pernah digunakan AS di Yugoslavia dan Irak yang bisa memicu munculnya penyakit-penyakit berbahaya, termasuk kanker.


BACA JUGA:
Rusia Tuduh AS Perintahkan Ukraina Lancarkan Serangan Drone untuk Bunuh Putin

Zakharova juga menyebut Parlemen Eropa sudah berulang kali mengadopsi resolusi yang meminta moratorium segera penggunaan amunisi jenis ini, tetapi Barat berusaha tidak lagi mengangkat topik tersebut.

&amp;ldquo;Kita menjadi terbiasa dengan sikap standar ganda dan tipu daya negara-negara blok Barat, tetapi sangatlah kecewa jika Sekretariat PBB juga menutup-nutupi akibat negatif pasti dari penggunaan amunisi uranium habis,&amp;rdquo; lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa bahwa Inggris harus dimintai pertanggungjawaban atas tindakannya yang sembrono.
Pada akhir Maret lalu, Inggris mengumumkan akan memasok amunisi uranium habis ke Ukraina yang dikritik keras oleh Rusia.



Wakil Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Farhan Haq menyuarakan keprihatinan atas keputusan Inggris itu.



&quot;Anda sudah mengetahui kekhawatiran yang telah kami sampaikan bertahun-tahun mengenai penggunaan uranium habis mengingat akibat menggunakan amunisi ini. Dan kekhawatiran itu berlaku untuk siapa saja yang memproduksi senjata seperti itu,&quot; terangnya.

Inggris sendiri membela diri dengan mengatakan uranium yang dikirim ke Ukraina adalah komponen standar. Inggris menuding Rusia sengaja melakukan disinformasi.

</description><content:encoded>
ISTANBUL - Rusia menyerukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar mengecam rencana Inggris memasok amunisi uranium atau amunisi dengan uranium kadar isotop rendah (depleted uranium) ke Ukraina.

&quot;Orang mendapat kesan bahwa Sekretariat PBB siap 'tutup mata' terhadap tindakan sekutu Barat apa pun dalam mendukung rezim Ukraina, padahal faktanya tindakan itu bisa menimbulkan akibat serius, termasuk dari sudut pandang bahaya radiologi,&quot; kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova pada Kamis (4/5/2023) waktu setempat, dikutip Antara.


BACA JUGA:
Delegasi Rusia dan Ukraina Berkelahi di KTT Internasional di Turki

Rusia menilai amunisi semacam itu pernah digunakan AS di Yugoslavia dan Irak yang bisa memicu munculnya penyakit-penyakit berbahaya, termasuk kanker.


BACA JUGA:
Rusia Tuduh AS Perintahkan Ukraina Lancarkan Serangan Drone untuk Bunuh Putin

Zakharova juga menyebut Parlemen Eropa sudah berulang kali mengadopsi resolusi yang meminta moratorium segera penggunaan amunisi jenis ini, tetapi Barat berusaha tidak lagi mengangkat topik tersebut.

&amp;ldquo;Kita menjadi terbiasa dengan sikap standar ganda dan tipu daya negara-negara blok Barat, tetapi sangatlah kecewa jika Sekretariat PBB juga menutup-nutupi akibat negatif pasti dari penggunaan amunisi uranium habis,&amp;rdquo; lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa bahwa Inggris harus dimintai pertanggungjawaban atas tindakannya yang sembrono.
Pada akhir Maret lalu, Inggris mengumumkan akan memasok amunisi uranium habis ke Ukraina yang dikritik keras oleh Rusia.



Wakil Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Farhan Haq menyuarakan keprihatinan atas keputusan Inggris itu.



&quot;Anda sudah mengetahui kekhawatiran yang telah kami sampaikan bertahun-tahun mengenai penggunaan uranium habis mengingat akibat menggunakan amunisi ini. Dan kekhawatiran itu berlaku untuk siapa saja yang memproduksi senjata seperti itu,&quot; terangnya.

Inggris sendiri membela diri dengan mengatakan uranium yang dikirim ke Ukraina adalah komponen standar. Inggris menuding Rusia sengaja melakukan disinformasi.

</content:encoded></item></channel></rss>
