<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dubes Owen: Penobatan Raja Charles III Cerminkan Kerajaan Inggris yang Modern, Multikultural, dan Berkelanjutan</title><description>Raja Charles III akan dinobatkan pada 6 Mei 2023.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/05/18/2809117/dubes-owen-penobatan-raja-charles-iii-cerminkan-kerajaan-inggris-yang-modern-multikultural-dan-berkelanjutan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/05/18/2809117/dubes-owen-penobatan-raja-charles-iii-cerminkan-kerajaan-inggris-yang-modern-multikultural-dan-berkelanjutan"/><item><title>Dubes Owen: Penobatan Raja Charles III Cerminkan Kerajaan Inggris yang Modern, Multikultural, dan Berkelanjutan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/05/18/2809117/dubes-owen-penobatan-raja-charles-iii-cerminkan-kerajaan-inggris-yang-modern-multikultural-dan-berkelanjutan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/05/18/2809117/dubes-owen-penobatan-raja-charles-iii-cerminkan-kerajaan-inggris-yang-modern-multikultural-dan-berkelanjutan</guid><pubDate>Jum'at 05 Mei 2023 19:33 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/05/18/2809117/dubes-owen-penobatan-raja-charles-iii-cerminkan-kerajaan-inggris-yang-modern-multikultural-dan-berkelanjutan-XCIQCQTzio.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Raja Inggris Charles III. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/05/18/2809117/dubes-owen-penobatan-raja-charles-iii-cerminkan-kerajaan-inggris-yang-modern-multikultural-dan-berkelanjutan-XCIQCQTzio.jpg</image><title>Raja Inggris Charles III. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Raja Inggris Charles III dan Permaisuri Ratu Camilla akan dinobatkan di Westminster Abbey pada Sabtu, (6/5/2023). Charles III akan akan dimahkotai sebagai Raja Inggris dan 14 negara Persemakmuran lainnya di mana dia juga menjadi Kepala Negara.
Raja Charles III akan menjadi raja ke-40 yang mengucapkan sumpah setia. Raja akan dimahkotai dengan mahkota emas St Edward, yang awalnya dibuat untuk Raja Charles II pada tahun 1661 dan dihiasi dengan 444 batu berharga termasuk rubi, batu kecubung, dan safir.

BACA JUGA:
Apa Tugas Charles III Setelah Dilantik Sebagai Raja Inggris?, Ini Penjelasannya

Penobatan Raja dan Permaisuri Ratu, adalah peristiwa penting bagi Kerajaan Inggris Raya dan akan menjangkau seluruh dunia. Ini akan menjadi hari arak-arakan dan pertunjukan besar, oleh orang-orang dari seluruh dunia yang mengunjungi ibu kota Inggris untuk menyaksikan acara bersejarah tersebut.

BACA JUGA:
Kenapa Raja Charles III Tidak Pakai Mahkota Meski Sudah Jadi Raja? Ternyata Ini Alasannya

Raja Charles III akan menggunakan kesempatan ini untuk memajukan semangatnya terhadap generasi muda, komunitas, keragaman dan keberlanjutan.
&amp;ldquo;Keluarga Kerajaan selalu menjadi diplomat yang paling dicontoh dan terkenal dengan perannya yang luar biasa dalam membangun hubungan persahabatan dengan negara lain,&amp;rdquo; kata Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins dalam keterangan pers, Jumat, (5/5/2023).



Hubungan persahabatan itu juga dibangun Raja Charles III dengan Indonesia dalam kunjungannya pada 2008. Kala itu, Charles, yang masih berperang sebagai pewaris takhta bergelar Pangeran Wales, berkunjung ke Indonesia untuk mendorong pemahaman yang lebih baik antar agama, dan mempromosikan masa depan rendah karbon yang berkelanjutan serta mengembangkan kesempatan kerja bagi kaum muda.
Atas undangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat itu, Pangeran Wales memberikan Presidential Lecture di Jakarta. Beliau juga berkesempatan mengunjungi kota Yogyakarta dan Jambi.
&amp;ldquo;Yang Mulia telah menjalin hubungan erat dengan banyak organisasi, secara umum mendukung mengatasi isu-isu yang berkaitan dengan lingkungan, masyarakat pedesaan, lingkungan binaan, seni, kesehatan, dan pendidikan,&amp;rdquo; lanjut Owen.
Owen mengatakan bahwa kunjungan Raja Charles III saat itu berhubungan kuat dengan yang dilakukan misi Inggris di Indonesia.
&amp;ldquo;Pekerjaan dan kemitraan kami dengan Indonesia ditentukan oleh layanan publik dan pemahaman internasional &amp;ndash; penting bagi kami untuk dapat berkontribusi menyelesaikan masalah-masalah yang telah dibicarakan oleh Yang Mulia Raja dengan penuh semangat.
&amp;ldquo;Penobatan Yang Mulia Raja Charles III akan menjadi lebih istimewa karena hal-hal penting tersebut,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Raja Inggris Charles III dan Permaisuri Ratu Camilla akan dinobatkan di Westminster Abbey pada Sabtu, (6/5/2023). Charles III akan akan dimahkotai sebagai Raja Inggris dan 14 negara Persemakmuran lainnya di mana dia juga menjadi Kepala Negara.
Raja Charles III akan menjadi raja ke-40 yang mengucapkan sumpah setia. Raja akan dimahkotai dengan mahkota emas St Edward, yang awalnya dibuat untuk Raja Charles II pada tahun 1661 dan dihiasi dengan 444 batu berharga termasuk rubi, batu kecubung, dan safir.

BACA JUGA:
Apa Tugas Charles III Setelah Dilantik Sebagai Raja Inggris?, Ini Penjelasannya

Penobatan Raja dan Permaisuri Ratu, adalah peristiwa penting bagi Kerajaan Inggris Raya dan akan menjangkau seluruh dunia. Ini akan menjadi hari arak-arakan dan pertunjukan besar, oleh orang-orang dari seluruh dunia yang mengunjungi ibu kota Inggris untuk menyaksikan acara bersejarah tersebut.

BACA JUGA:
Kenapa Raja Charles III Tidak Pakai Mahkota Meski Sudah Jadi Raja? Ternyata Ini Alasannya

Raja Charles III akan menggunakan kesempatan ini untuk memajukan semangatnya terhadap generasi muda, komunitas, keragaman dan keberlanjutan.
&amp;ldquo;Keluarga Kerajaan selalu menjadi diplomat yang paling dicontoh dan terkenal dengan perannya yang luar biasa dalam membangun hubungan persahabatan dengan negara lain,&amp;rdquo; kata Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins dalam keterangan pers, Jumat, (5/5/2023).



Hubungan persahabatan itu juga dibangun Raja Charles III dengan Indonesia dalam kunjungannya pada 2008. Kala itu, Charles, yang masih berperang sebagai pewaris takhta bergelar Pangeran Wales, berkunjung ke Indonesia untuk mendorong pemahaman yang lebih baik antar agama, dan mempromosikan masa depan rendah karbon yang berkelanjutan serta mengembangkan kesempatan kerja bagi kaum muda.
Atas undangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat itu, Pangeran Wales memberikan Presidential Lecture di Jakarta. Beliau juga berkesempatan mengunjungi kota Yogyakarta dan Jambi.
&amp;ldquo;Yang Mulia telah menjalin hubungan erat dengan banyak organisasi, secara umum mendukung mengatasi isu-isu yang berkaitan dengan lingkungan, masyarakat pedesaan, lingkungan binaan, seni, kesehatan, dan pendidikan,&amp;rdquo; lanjut Owen.
Owen mengatakan bahwa kunjungan Raja Charles III saat itu berhubungan kuat dengan yang dilakukan misi Inggris di Indonesia.
&amp;ldquo;Pekerjaan dan kemitraan kami dengan Indonesia ditentukan oleh layanan publik dan pemahaman internasional &amp;ndash; penting bagi kami untuk dapat berkontribusi menyelesaikan masalah-masalah yang telah dibicarakan oleh Yang Mulia Raja dengan penuh semangat.
&amp;ldquo;Penobatan Yang Mulia Raja Charles III akan menjadi lebih istimewa karena hal-hal penting tersebut,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
