<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketika Prabu Siliwangi Berperang Lawan Hewan Rusa Jadi-jadian yang Sakti</title><description>Niat Prabu Siliwangi ini sempat dihalangi oleh Rara Sigir, istrinya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/05/337/2808583/ketika-prabu-siliwangi-berperang-lawan-hewan-rusa-jadi-jadian-yang-sakti</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/05/337/2808583/ketika-prabu-siliwangi-berperang-lawan-hewan-rusa-jadi-jadian-yang-sakti"/><item><title>Ketika Prabu Siliwangi Berperang Lawan Hewan Rusa Jadi-jadian yang Sakti</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/05/337/2808583/ketika-prabu-siliwangi-berperang-lawan-hewan-rusa-jadi-jadian-yang-sakti</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/05/337/2808583/ketika-prabu-siliwangi-berperang-lawan-hewan-rusa-jadi-jadian-yang-sakti</guid><pubDate>Jum'at 05 Mei 2023 05:38 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/05/337/2808583/ketika-prabu-siliwangi-berperang-lawan-hewan-rusa-jadi-jadian-yang-sakti-5wTZFsxM8U.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Prabu Siliwangi (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/05/337/2808583/ketika-prabu-siliwangi-berperang-lawan-hewan-rusa-jadi-jadian-yang-sakti-5wTZFsxM8U.jpg</image><title>Prabu Siliwangi (Foto: Ist)</title></images><description>PRABU Siliwangi konon pernah mengusir rusa jadi-jadian yang mengusik warga. Kala itu aksinya dilakukan ketika masih muda dan jauh sebelum diangkat menjadi raja di Kerajaan Pajajaran. Keinginan Prabu Siliwangi untuk mengusir hewan jadi-jadian ini disebabkan konon kerap mengganggu namun memiliki kesaktian.
Niat Prabu Siliwangi ini sempat dihalangi oleh Rara Sigir, istrinya. Kepada Prabu Siliwangi Rara Sigir menyatakan kekhawatirannya ketika Prabu Siliwangi melawan hewan kijang atau rusa jadi-jadian.

BACA JUGA:
 Ratusan Istri Prabu Siliwangi, Ada yang Cantik Jelita hingga Berasal dari Makhluk Halus

Konon kesaktian yang tidak tertandingi membuat Rara Sigir khawatir. Hal ini pula yang dikisahkan pada &quot;Waosan Babad Galuh dari Prabu Ciungwanara hingga Prabu Siliwangi : Naskah Kraton Kasepuhan Cirebon&quot;, terjemahan Amman N. Wahju, kijang ini sempat mengalahkan Prabu Mundingkawati.
Prabu Siliwangi muda lantas menjawab kekhawatiran Rara Sigir dengan mengatakan demi membela negara ia akan melakukan itu. Kepada istrinya, Prabu Siliwangi mengatakan, &quot;Mati dalam membela negara adalah permata bagi seorang laki-laki. Mencari apa lagi, bukankah dengan perbuatan itu surga indah akan diperolehnya kelak&quot;.
Niat bulat Prabu Siliwangi tidak mampu lagi dihalangi oleh istrinya. Ia pun berangkat tanpa membawa pengiring dan hanya dengan membawa panah dan busurnya. Dia pergi menantang bahaya yang menantinya.

BACA JUGA:
Kisah Prabu Siliwangi Sudah Akrab dengan Induk Harimau saat Masih Bayi

Kyan Manjangan Gumulung atau hewan jadian berupa rusa sudah bersiap-siap menghadapi kehebatan Prabu Siliwangi yang datang itu. Siliwangi diterjangnya namun lolos seperti menerjang bayangan saja.Kemudian, serangan Manjangan Gumalunggung itu dibalasnya, anak-anak panahnya dilepaskan dan kemudian diamuk dengan pemukul, hingga akhirnya rusa itu pun rebah dan mati. Kemudian anaknya, yaitu Manjangan Gumaringsing, datang membela dengan bala tentaranya.

Namun, Manjangan Gumaringsing segera disambut oleh senjatanya Siliwangi. Senjata itu mengenainya dan dia terbawa terbang, dan ketika jatuh dia berubah menjadi manusia. Kemudian Manjangan Gumaringsing segera datang menyerahkan diri dengan memberikan hormatnya kepada Siliwangi.

Betapa kagumnya para menak dan kuwu yang menyaksikan kesaktiannya junjungannya. Selama sebelas tahun kota-kota telah kosong dan baru sekarang ada Prabu Siliwangi yang mampu merebut lagi puri, dan lebih dari itu Manjangan Gumaringsing telah menyerahkan diri dan berbakti kepadanya. Dia diampuni dan diberi daerah kekuasaan di Gunung Galunggung tempatnya.</description><content:encoded>PRABU Siliwangi konon pernah mengusir rusa jadi-jadian yang mengusik warga. Kala itu aksinya dilakukan ketika masih muda dan jauh sebelum diangkat menjadi raja di Kerajaan Pajajaran. Keinginan Prabu Siliwangi untuk mengusir hewan jadi-jadian ini disebabkan konon kerap mengganggu namun memiliki kesaktian.
Niat Prabu Siliwangi ini sempat dihalangi oleh Rara Sigir, istrinya. Kepada Prabu Siliwangi Rara Sigir menyatakan kekhawatirannya ketika Prabu Siliwangi melawan hewan kijang atau rusa jadi-jadian.

BACA JUGA:
 Ratusan Istri Prabu Siliwangi, Ada yang Cantik Jelita hingga Berasal dari Makhluk Halus

Konon kesaktian yang tidak tertandingi membuat Rara Sigir khawatir. Hal ini pula yang dikisahkan pada &quot;Waosan Babad Galuh dari Prabu Ciungwanara hingga Prabu Siliwangi : Naskah Kraton Kasepuhan Cirebon&quot;, terjemahan Amman N. Wahju, kijang ini sempat mengalahkan Prabu Mundingkawati.
Prabu Siliwangi muda lantas menjawab kekhawatiran Rara Sigir dengan mengatakan demi membela negara ia akan melakukan itu. Kepada istrinya, Prabu Siliwangi mengatakan, &quot;Mati dalam membela negara adalah permata bagi seorang laki-laki. Mencari apa lagi, bukankah dengan perbuatan itu surga indah akan diperolehnya kelak&quot;.
Niat bulat Prabu Siliwangi tidak mampu lagi dihalangi oleh istrinya. Ia pun berangkat tanpa membawa pengiring dan hanya dengan membawa panah dan busurnya. Dia pergi menantang bahaya yang menantinya.

BACA JUGA:
Kisah Prabu Siliwangi Sudah Akrab dengan Induk Harimau saat Masih Bayi

Kyan Manjangan Gumulung atau hewan jadian berupa rusa sudah bersiap-siap menghadapi kehebatan Prabu Siliwangi yang datang itu. Siliwangi diterjangnya namun lolos seperti menerjang bayangan saja.Kemudian, serangan Manjangan Gumalunggung itu dibalasnya, anak-anak panahnya dilepaskan dan kemudian diamuk dengan pemukul, hingga akhirnya rusa itu pun rebah dan mati. Kemudian anaknya, yaitu Manjangan Gumaringsing, datang membela dengan bala tentaranya.

Namun, Manjangan Gumaringsing segera disambut oleh senjatanya Siliwangi. Senjata itu mengenainya dan dia terbawa terbang, dan ketika jatuh dia berubah menjadi manusia. Kemudian Manjangan Gumaringsing segera datang menyerahkan diri dengan memberikan hormatnya kepada Siliwangi.

Betapa kagumnya para menak dan kuwu yang menyaksikan kesaktiannya junjungannya. Selama sebelas tahun kota-kota telah kosong dan baru sekarang ada Prabu Siliwangi yang mampu merebut lagi puri, dan lebih dari itu Manjangan Gumaringsing telah menyerahkan diri dan berbakti kepadanya. Dia diampuni dan diberi daerah kekuasaan di Gunung Galunggung tempatnya.</content:encoded></item></channel></rss>
