<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rekening Ratusan Juta Milik Pelaku Penembakan Kantor MUI Ternyata Bersumber dari Sini</title><description>Uang ratusan juta yang tercantum di rekening milik Mustopa (60) pelaku penembakan kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI)&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/05/340/2809136/rekening-ratusan-juta-milik-pelaku-penembakan-kantor-mui-ternyata-bersumber-dari-sini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/05/340/2809136/rekening-ratusan-juta-milik-pelaku-penembakan-kantor-mui-ternyata-bersumber-dari-sini"/><item><title>Rekening Ratusan Juta Milik Pelaku Penembakan Kantor MUI Ternyata Bersumber dari Sini</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/05/340/2809136/rekening-ratusan-juta-milik-pelaku-penembakan-kantor-mui-ternyata-bersumber-dari-sini</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/05/340/2809136/rekening-ratusan-juta-milik-pelaku-penembakan-kantor-mui-ternyata-bersumber-dari-sini</guid><pubDate>Jum'at 05 Mei 2023 20:02 WIB</pubDate><dc:creator>Ira Widyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/05/340/2809136/rekening-ratusan-juta-milik-pelaku-penembakan-kantor-mui-ternyata-bersumber-dari-sini-MX3BxI8rCP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi/Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/05/340/2809136/rekening-ratusan-juta-milik-pelaku-penembakan-kantor-mui-ternyata-bersumber-dari-sini-MX3BxI8rCP.jpg</image><title>Ilustrasi/Foto: Okezone</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wNC8xLzE2NTg0OC81L3g4a250OW0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BANDAR LAMPUNG - Uang ratusan juta yang tercantum di rekening milik Mustopa (60) pelaku penembakan kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) berasal dari tabungan ketiga anaknya yang bekerja sebagai TKI di luar Negeri.

Hal tersebut disampaikan menantu Mustopa, Fauziah kepada pihak penyidik Polda Metro Jaya saat dimintai keterangan di Mapolda Lampung, Kamis (4/5/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Ketika Panglima TNI Kasih Surprise ke Kapolri di Hari Ulang Tahunnya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Uang ratusan juta itu jika ditotal ada mencapai Rp800 juta. Uang itu dikirim anak-anaknya, tiga orang. Satu di Korea, dua lainnya di Taiwan, semua di luar negeri,&amp;rdquo; ujar Fauziah.

Fuziah menjelaskan, uang itu dikirim suami dan kedua adik iparnya melalui dirinya, setelah terkumpul baru kemudian ditransfer ke rekening Mustopa, untuk membeli lahan, sawah, rumah, hingga kendaraan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Jokowi Minta Masyarakat Lapor Jalan Rusak via Medsos!&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Anak pertama gajinya Rp30 juta per bulan di Korea, yang dua di Taiwan masing-masing Rp15 juta. Jadi ada yang dikirim untuk beli-beli sawah, rumah, tanah, hingga kendaraan,&amp;rdquo; tuturnya seraya menunjukkan rekening koran.

Bahkan, dari total catatan, uang di rekening yang tercatat sudah digunakan untuk membeli sekitar 12 aset, mulai dari sawah, motor, mobil, kebun, rumah, hingga renovasi rumah.

&amp;ldquo;Jadi memang bukan untuk foya foya,&amp;rdquo; ucapnya terisak.

Fauziah melanjutkan, Mustopa tidak bisa mengoperasikan komputer, sehingga terasa janggal ketika ada ketikan surat. Namun dia menduga, Mustopa mengetik di rental komputer.

&amp;ldquo;Soal menembak tidak tahu belajar di mana. Sekolah hanya tamatan SD, tidak bisa komputer. Bisa menggunakan HP Android saja baru baru ini diajarkan cucu-cucunya,&amp;rdquo; ungkapnya.

Menurut Fauziah, semua data yang ada dan keterangannya juga sudah disampaikan kepada Tim Polda Metro Jaya yang datang ke rumah mereka. Termasuk soal kepergian pelaku ke Jakarta.

&amp;ldquo;Kami mendukung proses penyelidikan polisi. Data-data dan keterangan yang dibutuhkan kami berikan. Kami juga terima kasih didatangi Tim Polda Metro Jaya. Keluarga juga terbuka semua,&amp;rdquo; jelasnya.

Soal kepergian ke Jakarta, lanjut Fauziah, Mustopa hanya pamit kepada ibu mertuanya, dan hanya menyatakan pamit akan ke Jawa, dan mohon doakan saja.



&amp;ldquo;Kami berharap mertua kami ini dimaafkan jika punya salah. Kami berharap jenazahnya bisa cepat dikirim ke rumah, karena ingin dimakamkan secara layak. Maafkan jika dia salah, dia bukan teroris. Sekali lagi uang itu dari anak-anaknya, dan sudah tidak ada, sudah digunakan untuk membeli kebun dan lain-lain,&amp;rdquo; ungkapnya.



Sementara jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya dipimpin Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Indrawienny Panji Yoga bersama tim Ditreskrimum Polda Lampung masih mengembangkan asal senjata yang digunakan, dan meminta keterangan soal meminta pelaku untuk dibuatkan kartu kepemilikan senjata tersebut.



</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wNC8xLzE2NTg0OC81L3g4a250OW0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BANDAR LAMPUNG - Uang ratusan juta yang tercantum di rekening milik Mustopa (60) pelaku penembakan kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) berasal dari tabungan ketiga anaknya yang bekerja sebagai TKI di luar Negeri.

Hal tersebut disampaikan menantu Mustopa, Fauziah kepada pihak penyidik Polda Metro Jaya saat dimintai keterangan di Mapolda Lampung, Kamis (4/5/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Ketika Panglima TNI Kasih Surprise ke Kapolri di Hari Ulang Tahunnya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Uang ratusan juta itu jika ditotal ada mencapai Rp800 juta. Uang itu dikirim anak-anaknya, tiga orang. Satu di Korea, dua lainnya di Taiwan, semua di luar negeri,&amp;rdquo; ujar Fauziah.

Fuziah menjelaskan, uang itu dikirim suami dan kedua adik iparnya melalui dirinya, setelah terkumpul baru kemudian ditransfer ke rekening Mustopa, untuk membeli lahan, sawah, rumah, hingga kendaraan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Jokowi Minta Masyarakat Lapor Jalan Rusak via Medsos!&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Anak pertama gajinya Rp30 juta per bulan di Korea, yang dua di Taiwan masing-masing Rp15 juta. Jadi ada yang dikirim untuk beli-beli sawah, rumah, tanah, hingga kendaraan,&amp;rdquo; tuturnya seraya menunjukkan rekening koran.

Bahkan, dari total catatan, uang di rekening yang tercatat sudah digunakan untuk membeli sekitar 12 aset, mulai dari sawah, motor, mobil, kebun, rumah, hingga renovasi rumah.

&amp;ldquo;Jadi memang bukan untuk foya foya,&amp;rdquo; ucapnya terisak.

Fauziah melanjutkan, Mustopa tidak bisa mengoperasikan komputer, sehingga terasa janggal ketika ada ketikan surat. Namun dia menduga, Mustopa mengetik di rental komputer.

&amp;ldquo;Soal menembak tidak tahu belajar di mana. Sekolah hanya tamatan SD, tidak bisa komputer. Bisa menggunakan HP Android saja baru baru ini diajarkan cucu-cucunya,&amp;rdquo; ungkapnya.

Menurut Fauziah, semua data yang ada dan keterangannya juga sudah disampaikan kepada Tim Polda Metro Jaya yang datang ke rumah mereka. Termasuk soal kepergian pelaku ke Jakarta.

&amp;ldquo;Kami mendukung proses penyelidikan polisi. Data-data dan keterangan yang dibutuhkan kami berikan. Kami juga terima kasih didatangi Tim Polda Metro Jaya. Keluarga juga terbuka semua,&amp;rdquo; jelasnya.

Soal kepergian ke Jakarta, lanjut Fauziah, Mustopa hanya pamit kepada ibu mertuanya, dan hanya menyatakan pamit akan ke Jawa, dan mohon doakan saja.



&amp;ldquo;Kami berharap mertua kami ini dimaafkan jika punya salah. Kami berharap jenazahnya bisa cepat dikirim ke rumah, karena ingin dimakamkan secara layak. Maafkan jika dia salah, dia bukan teroris. Sekali lagi uang itu dari anak-anaknya, dan sudah tidak ada, sudah digunakan untuk membeli kebun dan lain-lain,&amp;rdquo; ungkapnya.



Sementara jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya dipimpin Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Indrawienny Panji Yoga bersama tim Ditreskrimum Polda Lampung masih mengembangkan asal senjata yang digunakan, dan meminta keterangan soal meminta pelaku untuk dibuatkan kartu kepemilikan senjata tersebut.



</content:encoded></item></channel></rss>
