<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rusia Gunakan Jamming, Roket HIMARS yang Ditembakkan Ukraina Keluar Jalur</title><description>Sehingga upaya Rusia tersebut membuat amunisi yang dipandu GPS semakin kurang efektif.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/07/18/2809667/rusia-gunakan-jamming-roket-himars-yang-ditembakkan-ukraina-keluar-jalur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/07/18/2809667/rusia-gunakan-jamming-roket-himars-yang-ditembakkan-ukraina-keluar-jalur"/><item><title>Rusia Gunakan Jamming, Roket HIMARS yang Ditembakkan Ukraina Keluar Jalur</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/07/18/2809667/rusia-gunakan-jamming-roket-himars-yang-ditembakkan-ukraina-keluar-jalur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/07/18/2809667/rusia-gunakan-jamming-roket-himars-yang-ditembakkan-ukraina-keluar-jalur</guid><pubDate>Minggu 07 Mei 2023 11:43 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/07/18/2809667/rusia-gunakan-jamming-roket-himars-yang-ditembakkan-ukraina-keluar-jalur-UJanoiqjO5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perang Rusia-Ukraina (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/07/18/2809667/rusia-gunakan-jamming-roket-himars-yang-ditembakkan-ukraina-keluar-jalur-UJanoiqjO5.jpg</image><title>Perang Rusia-Ukraina (Foto: AFP)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wNy8xLzE2NTkwMi81L3g4a3FkdHY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Rusia menggunakan teknik jamming untuk membuat roket dari sistem peluncur HIMARS Amerika Serikat (AS) yang dioperasikan Ukraina menjadi keluar dari jalurnya dalam beberapa bulan terakhir.
Sehingga upaya Rusia tersebut membuat amunisi yang dipandu GPS semakin kurang efektif.
HIMARS merupakan roket dengan jarak 80 kilometer. HIMARS adalah salah satu senjata paling canggih yang telah disediakan AS ke Kiev sejak Rusia menginvansi Ukraina pada Februari 2022 lalu.
Seorang operator pesawat tak berawak Ukraina dikutip menggambarkan upaya untuk mengganggu pekerjaan peluncur HIMARS sebagai langkah signifikan, demikian dilansir dari CNN dalam laporannya hari Jumat 5 Mei 2023, dengan mengutip lima sumber AS, Inggris, dan Ukraina yang mengetahui masalah tersebut.

BACA JUGA:
Hasil Drawing Bulu Tangkis Beregu SEA Games 2023: Tim Putra Indonesia Dapat Bye, Tim Putri Ditantang Kamboja!

Seorang pejabat Pentagon menggambarkan proses menemukan cara baru untuk memerangi upaya Rusia yang menyebabkan roket HIMARS keluar jalur bak permainan kucing dan tikus.

BACA JUGA:
Media Vietnam Sebut Pernyataan Erick Thohir soal Laga Timnas Indonesia vs Argentina Buat Suporter Tim Garuda Kecewa

Pentagon telah membantu Ukraina untuk melawan gangguan dengan menyesuaikan perangkat lunak penargetan dan pengubahan terus-menerus agar mereka tetap efektif.
Pejabat itu mengatakan pembaruan telah dibuat dalam pekan ini. AS telah mengirimkan 38 sistem HIMARS ke Ukraina sejak konflik pecah.Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan pada bulan Januari bahwa bantuan mematikan ke Kiev telah membuat NATO terlibat langsung dalam perang hibrida melawan Rusia.

Pejabat di Moskow menuduh Ukraina menggunakan HIMARS dan senjata lain yang dipasok Barat untuk menembak tanpa pandang bulu ke beberapa kota dan membunuh warga sipil.

Sebelumnya tiga orang, termasuk seorang anak laki-laki berusia enam tahun, terluka di Donetsk setelah kota Donbass dihantam roket HIMARS pada Kamis 4 Mei 2023 lalu.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wNy8xLzE2NTkwMi81L3g4a3FkdHY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Rusia menggunakan teknik jamming untuk membuat roket dari sistem peluncur HIMARS Amerika Serikat (AS) yang dioperasikan Ukraina menjadi keluar dari jalurnya dalam beberapa bulan terakhir.
Sehingga upaya Rusia tersebut membuat amunisi yang dipandu GPS semakin kurang efektif.
HIMARS merupakan roket dengan jarak 80 kilometer. HIMARS adalah salah satu senjata paling canggih yang telah disediakan AS ke Kiev sejak Rusia menginvansi Ukraina pada Februari 2022 lalu.
Seorang operator pesawat tak berawak Ukraina dikutip menggambarkan upaya untuk mengganggu pekerjaan peluncur HIMARS sebagai langkah signifikan, demikian dilansir dari CNN dalam laporannya hari Jumat 5 Mei 2023, dengan mengutip lima sumber AS, Inggris, dan Ukraina yang mengetahui masalah tersebut.

BACA JUGA:
Hasil Drawing Bulu Tangkis Beregu SEA Games 2023: Tim Putra Indonesia Dapat Bye, Tim Putri Ditantang Kamboja!

Seorang pejabat Pentagon menggambarkan proses menemukan cara baru untuk memerangi upaya Rusia yang menyebabkan roket HIMARS keluar jalur bak permainan kucing dan tikus.

BACA JUGA:
Media Vietnam Sebut Pernyataan Erick Thohir soal Laga Timnas Indonesia vs Argentina Buat Suporter Tim Garuda Kecewa

Pentagon telah membantu Ukraina untuk melawan gangguan dengan menyesuaikan perangkat lunak penargetan dan pengubahan terus-menerus agar mereka tetap efektif.
Pejabat itu mengatakan pembaruan telah dibuat dalam pekan ini. AS telah mengirimkan 38 sistem HIMARS ke Ukraina sejak konflik pecah.Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan pada bulan Januari bahwa bantuan mematikan ke Kiev telah membuat NATO terlibat langsung dalam perang hibrida melawan Rusia.

Pejabat di Moskow menuduh Ukraina menggunakan HIMARS dan senjata lain yang dipasok Barat untuk menembak tanpa pandang bulu ke beberapa kota dan membunuh warga sipil.

Sebelumnya tiga orang, termasuk seorang anak laki-laki berusia enam tahun, terluka di Donetsk setelah kota Donbass dihantam roket HIMARS pada Kamis 4 Mei 2023 lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
