<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta Jenderal Dudung Ngamuk, Kesal Asrama Prajurit Dibangun Asal-asalan   </title><description>Dudung Abdurachman merasa kecewa ketika melihat pembangunan asrama milik Yonif Mekanis 516/CY.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/07/337/2809385/5-fakta-jenderal-dudung-ngamuk-kesal-asrama-prajurit-dibangun-asal-asalan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/07/337/2809385/5-fakta-jenderal-dudung-ngamuk-kesal-asrama-prajurit-dibangun-asal-asalan"/><item><title>5 Fakta Jenderal Dudung Ngamuk, Kesal Asrama Prajurit Dibangun Asal-asalan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/07/337/2809385/5-fakta-jenderal-dudung-ngamuk-kesal-asrama-prajurit-dibangun-asal-asalan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/07/337/2809385/5-fakta-jenderal-dudung-ngamuk-kesal-asrama-prajurit-dibangun-asal-asalan</guid><pubDate>Minggu 07 Mei 2023 04:06 WIB</pubDate><dc:creator>Novia Adristi Zhafira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/06/337/2809385/5-fakta-jenderal-dudung-ngamuk-kesal-asrama-prajurit-dibangun-asal-asalan-J9kiy7c8Us.png" expression="full" type="image/jpeg">Jenderal Dudung Abdurachman. (Foto: Tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/06/337/2809385/5-fakta-jenderal-dudung-ngamuk-kesal-asrama-prajurit-dibangun-asal-asalan-J9kiy7c8Us.png</image><title>Jenderal Dudung Abdurachman. (Foto: Tangkapan layar)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman merasa kecewa ketika melihat pembangunan asrama milik Yonif Mekanis 516/CY.

Asrama yang berada di Desa Wedoroanom, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur itu dinilai masih jauh dari standar.

Berikut sejumlah faktanya:

1. Mutu Pekerjaan Rendah
Jenderal Dudung merasa mutu pekerjaan yang dilaksanakan pihak rekanan dianggap tidak sesuai dengan fakta yang dijanjikan. Seharusnya sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang sudah diterima atau dijanjikan.

BACA JUGA:
Pembangunan Asrama Prajurit TNI Jauh dari Standar, Jenderal Dudung Protes Keras

&quot;Bagaimana bisa nyaman tinggal di sini kalau di dalamnya panas, pengap karena tidak ada ventilasi. Kasihan prajurit yang sudah kepanasan di hutan, tapi sampai di rumah masih kepanasan juga,&quot; kata Jenderal Dudung.

2. Tidak Berfungsi dengan Baik
Selain itu, ditemukan juga kondisi rumah yang tidak berfungsi dengan baik sehingga Jenderal Dudung mendesak keras agar rekanan penerima pekerjaan tersebut segera dievaluasi kembali.

&quot;Panggil segera rekanan pembangunannya, lakukan perbaikan, cat ulang, harus ada perbaikan, apalagi bocor di mana-mana. Pokoknya saya ingin tempat tinggal ini harus nyaman dan berfungsi baik untuk prajurit,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

KSAD Jenderal TNI Dudung Lulus Program Doktor FEB Universitas Trisakti, Raih Predikat Terbaik

3. Tidak Sesuai Spesifikasi
Dalam melakukan evaluasi, Jenderal Dudung juga memberikan contoh pembangunan markas komando yang sangat bagus. Namun ironisnya berbanding terbalik dengan rumah tinggal untuk prajurit yang kerap tidak sesuai spesifikasi yang dijanjikan atau terkesan asal-asalan.

&quot;Saya saja ditawari uang oleh rekanan tapi saya tolak. Ada buktinya. Sebab, kalau saya terima pasti mempengaruhi hasil yang dibuat, akan tidak baik, tidak bisa sesuai spesifikasi,&quot; imbuhnya.4. Kualitas Pembangunan Rendah

Dengan adanya ketidaksesuaian spesifikasi tentunya akan berpengaruh terhadap kualitas. Kualitas pembangunan yang rendah, tidak akan membuat penghuninya merasa nyaman.



&quot;Kita seharusnya menjadi contoh dan bukan bermegah-megahan. Bangun markas komando saja bisa megah, tapi rumah prajurit jelek. Harusnya dibuat agar nyaman dan berfungsi baik. Pengembangnya harus bertanggungjawab, jangan-jangan banyak korupsinya,&quot; katanya.



5. Banyak Mendapat Keluhan

Salah satu penghuni rumah, Pratu Robby Natalis anggota Kompi 516 bersama istri, Zulia Puspa Ningrum juga menyampaikan keluhannya kepada Jenderal Dudung. Ia mengatakan, bahwa rumah yang dihuninya sudah bocor.



&quot;Belum ada tiga bulan ditempati tapi dua kamar saya bocor, teras depan juga lalu wastafel airnya mengembang dan tidak mengalir,&quot; katanya.



&quot;Sempat kemarin ditinggal pulang kampung dan kebanjiran karena air masuk dari belakang dan tidak keluar ke saluran depan. Semoga setelah ini ada perbaikan dan nyaman ditinggali. Terlebih saya akan punya bayi pertama dalam waktu tiga bulan lagi,&quot; katanya.



Di kesempatan yang sama, Jenderal Dudung juga mendoakan Zulia agar nantinya dapat melahirkan dengan selamat dan sehat.



&quot;Terima kasih banyak Bapak KASAD. Saya kini hamil tujuh bulan dan dikunjungi, diperhatikan, diberikan &amp;lsquo;salam tempel&amp;rsquo; serta didoakan. Semoga bapak KASAD sehat selalu dan lancar rezekinya,&quot; ucapnya.



Diketahui pembangunan asrama tersebut merupakan bentuk kepedulian pimpinan TNI-AD terhadap kesejahteraan prajurit yang kini dihuni sekitar 50 kepala keluarga dari 89 unit sehingga diharapkan hasil pembangunan tetap terjaga dan bisa bermanfaat.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman merasa kecewa ketika melihat pembangunan asrama milik Yonif Mekanis 516/CY.

Asrama yang berada di Desa Wedoroanom, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur itu dinilai masih jauh dari standar.

Berikut sejumlah faktanya:

1. Mutu Pekerjaan Rendah
Jenderal Dudung merasa mutu pekerjaan yang dilaksanakan pihak rekanan dianggap tidak sesuai dengan fakta yang dijanjikan. Seharusnya sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang sudah diterima atau dijanjikan.

BACA JUGA:
Pembangunan Asrama Prajurit TNI Jauh dari Standar, Jenderal Dudung Protes Keras

&quot;Bagaimana bisa nyaman tinggal di sini kalau di dalamnya panas, pengap karena tidak ada ventilasi. Kasihan prajurit yang sudah kepanasan di hutan, tapi sampai di rumah masih kepanasan juga,&quot; kata Jenderal Dudung.

2. Tidak Berfungsi dengan Baik
Selain itu, ditemukan juga kondisi rumah yang tidak berfungsi dengan baik sehingga Jenderal Dudung mendesak keras agar rekanan penerima pekerjaan tersebut segera dievaluasi kembali.

&quot;Panggil segera rekanan pembangunannya, lakukan perbaikan, cat ulang, harus ada perbaikan, apalagi bocor di mana-mana. Pokoknya saya ingin tempat tinggal ini harus nyaman dan berfungsi baik untuk prajurit,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

KSAD Jenderal TNI Dudung Lulus Program Doktor FEB Universitas Trisakti, Raih Predikat Terbaik

3. Tidak Sesuai Spesifikasi
Dalam melakukan evaluasi, Jenderal Dudung juga memberikan contoh pembangunan markas komando yang sangat bagus. Namun ironisnya berbanding terbalik dengan rumah tinggal untuk prajurit yang kerap tidak sesuai spesifikasi yang dijanjikan atau terkesan asal-asalan.

&quot;Saya saja ditawari uang oleh rekanan tapi saya tolak. Ada buktinya. Sebab, kalau saya terima pasti mempengaruhi hasil yang dibuat, akan tidak baik, tidak bisa sesuai spesifikasi,&quot; imbuhnya.4. Kualitas Pembangunan Rendah

Dengan adanya ketidaksesuaian spesifikasi tentunya akan berpengaruh terhadap kualitas. Kualitas pembangunan yang rendah, tidak akan membuat penghuninya merasa nyaman.



&quot;Kita seharusnya menjadi contoh dan bukan bermegah-megahan. Bangun markas komando saja bisa megah, tapi rumah prajurit jelek. Harusnya dibuat agar nyaman dan berfungsi baik. Pengembangnya harus bertanggungjawab, jangan-jangan banyak korupsinya,&quot; katanya.



5. Banyak Mendapat Keluhan

Salah satu penghuni rumah, Pratu Robby Natalis anggota Kompi 516 bersama istri, Zulia Puspa Ningrum juga menyampaikan keluhannya kepada Jenderal Dudung. Ia mengatakan, bahwa rumah yang dihuninya sudah bocor.



&quot;Belum ada tiga bulan ditempati tapi dua kamar saya bocor, teras depan juga lalu wastafel airnya mengembang dan tidak mengalir,&quot; katanya.



&quot;Sempat kemarin ditinggal pulang kampung dan kebanjiran karena air masuk dari belakang dan tidak keluar ke saluran depan. Semoga setelah ini ada perbaikan dan nyaman ditinggali. Terlebih saya akan punya bayi pertama dalam waktu tiga bulan lagi,&quot; katanya.



Di kesempatan yang sama, Jenderal Dudung juga mendoakan Zulia agar nantinya dapat melahirkan dengan selamat dan sehat.



&quot;Terima kasih banyak Bapak KASAD. Saya kini hamil tujuh bulan dan dikunjungi, diperhatikan, diberikan &amp;lsquo;salam tempel&amp;rsquo; serta didoakan. Semoga bapak KASAD sehat selalu dan lancar rezekinya,&quot; ucapnya.



Diketahui pembangunan asrama tersebut merupakan bentuk kepedulian pimpinan TNI-AD terhadap kesejahteraan prajurit yang kini dihuni sekitar 50 kepala keluarga dari 89 unit sehingga diharapkan hasil pembangunan tetap terjaga dan bisa bermanfaat.</content:encoded></item></channel></rss>
