<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polri Bongkar Kasus Perdagangan Ribuan Orang di Filipina, 154 di Antaranya WNI</title><description>Dari hasil pengungkapan, setidaknya ada sekitar seribu korban dari berbagai negara termasuk Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/08/337/2810242/polri-bongkar-kasus-perdagangan-ribuan-orang-di-filipina-154-di-antaranya-wni</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/08/337/2810242/polri-bongkar-kasus-perdagangan-ribuan-orang-di-filipina-154-di-antaranya-wni"/><item><title>Polri Bongkar Kasus Perdagangan Ribuan Orang di Filipina, 154 di Antaranya WNI</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/08/337/2810242/polri-bongkar-kasus-perdagangan-ribuan-orang-di-filipina-154-di-antaranya-wni</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/08/337/2810242/polri-bongkar-kasus-perdagangan-ribuan-orang-di-filipina-154-di-antaranya-wni</guid><pubDate>Senin 08 Mei 2023 14:43 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/08/337/2810242/polri-bongkar-kasus-perdagangan-ribuan-orang-di-filipina-154-di-antaranya-wni-RnMGUhvzUK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/08/337/2810242/polri-bongkar-kasus-perdagangan-ribuan-orang-di-filipina-154-di-antaranya-wni-RnMGUhvzUK.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wOC8xLzE2NTkzMy81L3g4a3JhcTM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Polri bersama Philipine National Police (PNP) bekerja sama membongkar jaringan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) scamming internasional terbesar di Filipina.
Dari hasil pengungkapan, setidaknya ada sekitar seribu korban dari berbagai negara termasuk Indonesia.
&quot;Atase Polri bekerja sama dengan Kepolisian Philipina membongkar jaringan scamming internasional di sana. Dari hasil pengungkapan Kepolisian di sana, ditemukan pelaku dan pekerja sekitar seribu lebih yang melakukan kejahatan scamming,&quot; kata Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho kepada awak media, Jakarta, Senin (8/5/2023).
Sandi menuturkan bahwa ribuan pelaku tersebut berasal dari berbagai negara mulai dari China, Filipina, hingga Indonesia. Di sisi lain, di antara ribuan yang diamankan, ada sebanyak 154 Warga Negara Indonesia (WNI).

BACA JUGA:
Mahfud MD: Keamanan KTT ASEAN di Labuan Bajo Berjalan Baik

&quot;Dari 154 orang WNI tersebut, 9 orang jadi saksi dan 2 sebagai tersangka. Sisanya masih terindikasi korban. Namun penyelidikan masih berkembang,&quot; ujar Sandi.

BACA JUGA:
Cara Inge Anugrah Dapatkan Uang selama Menikah dengan Ari Wibowo, Kerja Apa?
Untuk 2 orang WNI yang jadi tersangka, Sandi menuturkan akan diproses sesuai hukum di Filipina. Polri saat ini masih berkoordinasi dengan kepolisian setempat.

&quot;Dittipidum Bareskrim Polri akan mengirimkan tim penyidik ke Manila dalam waktu dekat guna melakukan penyelidikan bersama kepolisian setempat. Untuk pemulangan para pelaku lainnya dikoordinasikan oleh Kemenlu,&quot; tutur Sandi.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wOC8xLzE2NTkzMy81L3g4a3JhcTM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Polri bersama Philipine National Police (PNP) bekerja sama membongkar jaringan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) scamming internasional terbesar di Filipina.
Dari hasil pengungkapan, setidaknya ada sekitar seribu korban dari berbagai negara termasuk Indonesia.
&quot;Atase Polri bekerja sama dengan Kepolisian Philipina membongkar jaringan scamming internasional di sana. Dari hasil pengungkapan Kepolisian di sana, ditemukan pelaku dan pekerja sekitar seribu lebih yang melakukan kejahatan scamming,&quot; kata Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho kepada awak media, Jakarta, Senin (8/5/2023).
Sandi menuturkan bahwa ribuan pelaku tersebut berasal dari berbagai negara mulai dari China, Filipina, hingga Indonesia. Di sisi lain, di antara ribuan yang diamankan, ada sebanyak 154 Warga Negara Indonesia (WNI).

BACA JUGA:
Mahfud MD: Keamanan KTT ASEAN di Labuan Bajo Berjalan Baik

&quot;Dari 154 orang WNI tersebut, 9 orang jadi saksi dan 2 sebagai tersangka. Sisanya masih terindikasi korban. Namun penyelidikan masih berkembang,&quot; ujar Sandi.

BACA JUGA:
Cara Inge Anugrah Dapatkan Uang selama Menikah dengan Ari Wibowo, Kerja Apa?
Untuk 2 orang WNI yang jadi tersangka, Sandi menuturkan akan diproses sesuai hukum di Filipina. Polri saat ini masih berkoordinasi dengan kepolisian setempat.

&quot;Dittipidum Bareskrim Polri akan mengirimkan tim penyidik ke Manila dalam waktu dekat guna melakukan penyelidikan bersama kepolisian setempat. Untuk pemulangan para pelaku lainnya dikoordinasikan oleh Kemenlu,&quot; tutur Sandi.</content:encoded></item></channel></rss>
