<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PDIP Buka-bukaan soal Jokowi Tak Undang Surya Paloh ke Istana saat Bertemu 6 Ketum Parpol</title><description>Namun dia memastikan, bahwa Presiden Jokowi tetap membuka ruang dialog dengan Ketua Umum Surya Paloh Partai NasDem.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/08/337/2810381/pdip-buka-bukaan-soal-jokowi-tak-undang-surya-paloh-ke-istana-saat-bertemu-6-ketum-parpol</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/08/337/2810381/pdip-buka-bukaan-soal-jokowi-tak-undang-surya-paloh-ke-istana-saat-bertemu-6-ketum-parpol"/><item><title>PDIP Buka-bukaan soal Jokowi Tak Undang Surya Paloh ke Istana saat Bertemu 6 Ketum Parpol</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/08/337/2810381/pdip-buka-bukaan-soal-jokowi-tak-undang-surya-paloh-ke-istana-saat-bertemu-6-ketum-parpol</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/08/337/2810381/pdip-buka-bukaan-soal-jokowi-tak-undang-surya-paloh-ke-istana-saat-bertemu-6-ketum-parpol</guid><pubDate>Senin 08 Mei 2023 17:50 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/08/337/2810381/pdip-buka-bukaan-soal-jokowi-tak-undang-surya-paloh-ke-istana-saat-bertemu-6-ketum-parpol-nIvbhShPkp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Antara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/08/337/2810381/pdip-buka-bukaan-soal-jokowi-tak-undang-surya-paloh-ke-istana-saat-bertemu-6-ketum-parpol-nIvbhShPkp.jpg</image><title>Foto: Antara</title></images><description>JAKARTA -Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengungkap alasan mengapa Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mengundang Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat pertemuan partai pemerintah di istana pada Selasa, 2 April 2023.

BACA JUGA:
Megawati, Jokowi hingga Ganjar Pranowo Sampaikan Pidato Politik di Puncak Bulan Bung Karno

Dikatakan Hasto, Jokowi melihat bahwa partai NasDem sudah memiliki pandangan yang berbeda. Terlebih, partai yang mengusung Anies Baswedan tersebut memiliki koalisi sendiri.
&quot;Dan kemudian mengapa dari bapak Surya Paloh tidak diundang? Sangat jelas penjelasan dari bapak Presiden Jokowi, karena memang dari rekam jejak yang disampaikan oleh bapak Anies Baswedan, itu kan juga menunjukkan hal-hal yang sifatnya berbeda,&quot; kata Hasto saat ditemui di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Senin (8/5/2023).

BACA JUGA:
 Bukber di NasDem Tower, Anies dan AHY Kompak Satu Meja Bareng Surya Paloh&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dia juga menyinggung soal politik yang tidak hanya dibangun atas kerja sama politik saja, namun tetap harus memperhatikan etika.
Namun dia memastikan,  bahwa Presiden Jokowi tetap membuka ruang dialog dengan Ketua Umum Surya Paloh Partai NasDem.
&quot;Sehingga hal itulah yang juga harus dibaca, mengapa Bapak Presiden Jokowi di dalam pertemuan tersebut tidak mengundang dari Partai NasDem, tetapi sebagai sosok yang memang mengedepankan dialog Pak Jokowi terbuka,&quot; katanya.
&quot;Sebagai tokoh yang terus mendengarkan kritik, mendengarkan masukan, dan kepemimpinannya merangkul, bapak Jokowi mendengarkan seluruh aspek-aspek, masukan, kritik, dan sebagainya,&quot;pungkasnya.

Sebagai informasi, Presiden Jokowi melakukan pertemuan dan hanya mengundang enam pimpinan partai politik di Istana Negara pada Selasa (2/5/2023) lalu.


Keenam pimpinan parpol tersebut ialah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Selain itu ada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono, dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.



</description><content:encoded>JAKARTA -Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengungkap alasan mengapa Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mengundang Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat pertemuan partai pemerintah di istana pada Selasa, 2 April 2023.

BACA JUGA:
Megawati, Jokowi hingga Ganjar Pranowo Sampaikan Pidato Politik di Puncak Bulan Bung Karno

Dikatakan Hasto, Jokowi melihat bahwa partai NasDem sudah memiliki pandangan yang berbeda. Terlebih, partai yang mengusung Anies Baswedan tersebut memiliki koalisi sendiri.
&quot;Dan kemudian mengapa dari bapak Surya Paloh tidak diundang? Sangat jelas penjelasan dari bapak Presiden Jokowi, karena memang dari rekam jejak yang disampaikan oleh bapak Anies Baswedan, itu kan juga menunjukkan hal-hal yang sifatnya berbeda,&quot; kata Hasto saat ditemui di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Senin (8/5/2023).

BACA JUGA:
 Bukber di NasDem Tower, Anies dan AHY Kompak Satu Meja Bareng Surya Paloh&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dia juga menyinggung soal politik yang tidak hanya dibangun atas kerja sama politik saja, namun tetap harus memperhatikan etika.
Namun dia memastikan,  bahwa Presiden Jokowi tetap membuka ruang dialog dengan Ketua Umum Surya Paloh Partai NasDem.
&quot;Sehingga hal itulah yang juga harus dibaca, mengapa Bapak Presiden Jokowi di dalam pertemuan tersebut tidak mengundang dari Partai NasDem, tetapi sebagai sosok yang memang mengedepankan dialog Pak Jokowi terbuka,&quot; katanya.
&quot;Sebagai tokoh yang terus mendengarkan kritik, mendengarkan masukan, dan kepemimpinannya merangkul, bapak Jokowi mendengarkan seluruh aspek-aspek, masukan, kritik, dan sebagainya,&quot;pungkasnya.

Sebagai informasi, Presiden Jokowi melakukan pertemuan dan hanya mengundang enam pimpinan partai politik di Istana Negara pada Selasa (2/5/2023) lalu.


Keenam pimpinan parpol tersebut ialah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Selain itu ada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono, dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.



</content:encoded></item></channel></rss>
