<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polri Koordinasi dengan Otoritas Thailand Terkait 20 WNI Korban TPPO Myanmar   </title><description>Polri menyatakab melakukan koordinasi dengan otoritas Negara Thailand terkait dengan kasus dugaan terjadinya Tindak Pidana Perdagangan Orang&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/09/337/2810988/polri-koordinasi-dengan-otoritas-thailand-terkait-20-wni-korban-tppo-myanmar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/09/337/2810988/polri-koordinasi-dengan-otoritas-thailand-terkait-20-wni-korban-tppo-myanmar"/><item><title>Polri Koordinasi dengan Otoritas Thailand Terkait 20 WNI Korban TPPO Myanmar   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/09/337/2810988/polri-koordinasi-dengan-otoritas-thailand-terkait-20-wni-korban-tppo-myanmar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/09/337/2810988/polri-koordinasi-dengan-otoritas-thailand-terkait-20-wni-korban-tppo-myanmar</guid><pubDate>Selasa 09 Mei 2023 17:22 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/09/337/2810988/polri-koordinasi-dengan-otoritas-thailand-terkait-20-wni-korban-tppo-myanmar-Aj4RJlW2Jc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/09/337/2810988/polri-koordinasi-dengan-otoritas-thailand-terkait-20-wni-korban-tppo-myanmar-Aj4RJlW2Jc.jpg</image><title>Illustrasi (foto: dok Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Polri menyatakan melakukan koordinasi dengan otoritas Negara Thailand terkait dengan kasus dugaan terjadinya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terhadap 20 Warga Negara Indonesia (WNI) di Myanmar.

&quot;Sesuai rencana bahwa hari ini pukul 13.00 Waktu Bangkok Tim Polri akan bertemu dengan pihak NCB Bangkok di Markas Royal Thay Police guna membahas dukungan Interpol Bangkok dalam penanganan kasus 20 WNI tersebut,&quot; kata Kadiv Hubinter Polri, Irjen Krishna Murti kepada awak media, Jakarta, Selasa (9/5/2023).

BACA JUGA:
Bareskrim Periksa 5 Orang Terkait Laporan Perekrut TPPO WNI di Myanmar&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Menurut Krishna, koordinasi tersebut dilakukan untuk meminta kepada otoritas Thailand agar menetapkan 20 WNI tersebut sebagai korban TPPO.

&quot;Sehingga kepada mereka tidak dikenakan denda over staydan segera dapat dipulangkan ke Indonesia,&quot; ujar Krishna.

Sebelumnya, sebanyak 16 Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga jadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Myanmar berhasil dibebaskan. Dengan begitu, kini total 20 WNI berhasil dibebaskan usai sebelumnya 4 WNI yang terlebih dahulu dibebaskan.

BACA JUGA:
Dukung Jokowi Berantas TPPO, Pemuda Muhammadiyah: Rendahkan Harkat dan Martabat Manusia

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Sandi Nugroho mengatakan, 16 WNI yang dibebaskan pada Sabtu malam, 6 Mei telah diserahterimakan kepada KBRI Bangkok di Maesot, Thailand setelah disebrangkan dari Myawaddy, Myanmar.

&quot;Secara umum terlihat mereka dalam kondisi sehat,&quot; kata Sandi terpisah.

Sandi menjelaskan kronologi singkat dibebaskannya 16 WNI tersebut berawal dari tim KBRI Bangkok telah menerima informasi dari KBRI Yangon dan GASO terkait penyebrangan 16 WNI melalui bantuan Border Guard Forces (BGF) Myanmar.



&quot;Dengan demikian, total 20 WNI telah berada dengan Tim KBRI Bangkok di Maesot, termasuk 4 WNI yang telah disebrangkan oleh perusahaan 5 Mei 2023 malam hari,&quot; ujarnya.



Sandi menambahkan, KBRI Bangkok selanjutnya akan membawa WNI dimaksud untuk menginap di hotel yang telah KBRI siapkan di Maesot. Sementara tidak dilakukan pendalaman oleh tim dan para WNI diarahkan untuk istirahat.



Sebanyak 20 WNI dibawa ke Bangkok pada hari ini, Minggu 7 Mei 2023 untuk penanganan selanjutnya.



&quot;Tim Mabes Polri terdiri dari personel Hubinter dan Bareskrim hari ini terbang ke Bangkok untuk mendalami peristiwa yang terjadi, dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk pemulangan mereka,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>
JAKARTA - Polri menyatakan melakukan koordinasi dengan otoritas Negara Thailand terkait dengan kasus dugaan terjadinya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terhadap 20 Warga Negara Indonesia (WNI) di Myanmar.

&quot;Sesuai rencana bahwa hari ini pukul 13.00 Waktu Bangkok Tim Polri akan bertemu dengan pihak NCB Bangkok di Markas Royal Thay Police guna membahas dukungan Interpol Bangkok dalam penanganan kasus 20 WNI tersebut,&quot; kata Kadiv Hubinter Polri, Irjen Krishna Murti kepada awak media, Jakarta, Selasa (9/5/2023).

BACA JUGA:
Bareskrim Periksa 5 Orang Terkait Laporan Perekrut TPPO WNI di Myanmar&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Menurut Krishna, koordinasi tersebut dilakukan untuk meminta kepada otoritas Thailand agar menetapkan 20 WNI tersebut sebagai korban TPPO.

&quot;Sehingga kepada mereka tidak dikenakan denda over staydan segera dapat dipulangkan ke Indonesia,&quot; ujar Krishna.

Sebelumnya, sebanyak 16 Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga jadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Myanmar berhasil dibebaskan. Dengan begitu, kini total 20 WNI berhasil dibebaskan usai sebelumnya 4 WNI yang terlebih dahulu dibebaskan.

BACA JUGA:
Dukung Jokowi Berantas TPPO, Pemuda Muhammadiyah: Rendahkan Harkat dan Martabat Manusia

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Sandi Nugroho mengatakan, 16 WNI yang dibebaskan pada Sabtu malam, 6 Mei telah diserahterimakan kepada KBRI Bangkok di Maesot, Thailand setelah disebrangkan dari Myawaddy, Myanmar.

&quot;Secara umum terlihat mereka dalam kondisi sehat,&quot; kata Sandi terpisah.

Sandi menjelaskan kronologi singkat dibebaskannya 16 WNI tersebut berawal dari tim KBRI Bangkok telah menerima informasi dari KBRI Yangon dan GASO terkait penyebrangan 16 WNI melalui bantuan Border Guard Forces (BGF) Myanmar.



&quot;Dengan demikian, total 20 WNI telah berada dengan Tim KBRI Bangkok di Maesot, termasuk 4 WNI yang telah disebrangkan oleh perusahaan 5 Mei 2023 malam hari,&quot; ujarnya.



Sandi menambahkan, KBRI Bangkok selanjutnya akan membawa WNI dimaksud untuk menginap di hotel yang telah KBRI siapkan di Maesot. Sementara tidak dilakukan pendalaman oleh tim dan para WNI diarahkan untuk istirahat.



Sebanyak 20 WNI dibawa ke Bangkok pada hari ini, Minggu 7 Mei 2023 untuk penanganan selanjutnya.



&quot;Tim Mabes Polri terdiri dari personel Hubinter dan Bareskrim hari ini terbang ke Bangkok untuk mendalami peristiwa yang terjadi, dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk pemulangan mereka,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
