<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Susaningtyas Kertopati Pertanyakan Keuntungan Indonesia Bantu Timor Leste Jadi Anggota ASEAN</title><description>Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) membantu Timor Leste menjadi anggota tetap ASEAN
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/10/337/2811239/susaningtyas-kertopati-pertanyakan-keuntungan-indonesia-bantu-timor-leste-jadi-anggota-asean</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/10/337/2811239/susaningtyas-kertopati-pertanyakan-keuntungan-indonesia-bantu-timor-leste-jadi-anggota-asean"/><item><title>Susaningtyas Kertopati Pertanyakan Keuntungan Indonesia Bantu Timor Leste Jadi Anggota ASEAN</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/10/337/2811239/susaningtyas-kertopati-pertanyakan-keuntungan-indonesia-bantu-timor-leste-jadi-anggota-asean</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/10/337/2811239/susaningtyas-kertopati-pertanyakan-keuntungan-indonesia-bantu-timor-leste-jadi-anggota-asean</guid><pubDate>Rabu 10 Mei 2023 08:37 WIB</pubDate><dc:creator>Nanda Aria</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/10/337/2811239/susaningtyas-kertopati-pertanyakan-keuntungan-indonesia-bantu-timor-leste-jadi-anggota-asean-UfJJabCwzx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Susaningtyas Kertopati/Foto: Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/10/337/2811239/susaningtyas-kertopati-pertanyakan-keuntungan-indonesia-bantu-timor-leste-jadi-anggota-asean-UfJJabCwzx.jpg</image><title>Susaningtyas Kertopati/Foto: Istimewa</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wOS8xLzE2NTk2OS81L3g4a3M3YW4=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) membantu Timor Leste menjadi anggota tetap dalam perkumpulan negara-negara Asia Tenggara (ASEAN).

Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Bidang Hankam dan Siber, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mewanti-wanti keputusan politik pemerintah tersebut.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Presiden Jokowi dan Kepala Negara ASEAN Berfoto Bersama dengan Latar Kapal Phinisi

Dia menilai, jangan sampai masuknya Timor Leste sebagai anggota ASEAN hanya akan menjadi perpanjangan tangan kepentingan Australia di kawasan.

&quot;Jangan sampai Timor Leste nanti justru menjadi kepanjangan Australia. Jangan sampai nanti Timor Leste justru menjadi pengganggu setiap ASEAN mengambil keputusan bersama,&quot; ujarnya, Selasa (9/5/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kadinkes Lampung Pamer Kekayaan, Perindo: Aparat Harus Maksimalkan Early Warning System Terhadap Penyimpangan

Mantan Anggota Komisi l DPR ini juga mempertanyakan apa keuntungan Indonesia di bidang politik, keamanan, dan ekonomi dengan bergabungnya Timor Leste di ASEAN.

&quot;Kalau tidak ada keuntungan, maka kenapa Indonesia bersusah-payah membantu Timor Leste masuk menjadi anggota tetap? Apakah Timor Leste sudah menunjukkan perilaku baik kepada masyarakat NTT di perbatasan? Apakah masyarakat perbatasan NTT setuju jika Timor Leste menjadi anggota ASEAN?&quot; tanya perempuan yang akrab disapa Nuning ini.

Pengamat Militer dan Intelijen ini menambahkan jangan hanya penentuan Timor Leste menjadi anggota ASEAN ditentukan oleh orang-orang Jakarta yang tidak merasakan penderitaan masyarakat NTT akibat referendum dan menderita sampai sekarang.



&quot;Sebaiknya Timor Leste dijadikan dulu observer selama 5 tahun. Tidak bisa otomastis menjadi anggota ASEAN. Lebih dipertimbangkan negara-negara anggota ASEAN yang selama ini sudah memberikan keuntungan bagi Indonesia,&quot; tutupnya.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wOS8xLzE2NTk2OS81L3g4a3M3YW4=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) membantu Timor Leste menjadi anggota tetap dalam perkumpulan negara-negara Asia Tenggara (ASEAN).

Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Bidang Hankam dan Siber, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mewanti-wanti keputusan politik pemerintah tersebut.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Presiden Jokowi dan Kepala Negara ASEAN Berfoto Bersama dengan Latar Kapal Phinisi

Dia menilai, jangan sampai masuknya Timor Leste sebagai anggota ASEAN hanya akan menjadi perpanjangan tangan kepentingan Australia di kawasan.

&quot;Jangan sampai Timor Leste nanti justru menjadi kepanjangan Australia. Jangan sampai nanti Timor Leste justru menjadi pengganggu setiap ASEAN mengambil keputusan bersama,&quot; ujarnya, Selasa (9/5/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kadinkes Lampung Pamer Kekayaan, Perindo: Aparat Harus Maksimalkan Early Warning System Terhadap Penyimpangan

Mantan Anggota Komisi l DPR ini juga mempertanyakan apa keuntungan Indonesia di bidang politik, keamanan, dan ekonomi dengan bergabungnya Timor Leste di ASEAN.

&quot;Kalau tidak ada keuntungan, maka kenapa Indonesia bersusah-payah membantu Timor Leste masuk menjadi anggota tetap? Apakah Timor Leste sudah menunjukkan perilaku baik kepada masyarakat NTT di perbatasan? Apakah masyarakat perbatasan NTT setuju jika Timor Leste menjadi anggota ASEAN?&quot; tanya perempuan yang akrab disapa Nuning ini.

Pengamat Militer dan Intelijen ini menambahkan jangan hanya penentuan Timor Leste menjadi anggota ASEAN ditentukan oleh orang-orang Jakarta yang tidak merasakan penderitaan masyarakat NTT akibat referendum dan menderita sampai sekarang.



&quot;Sebaiknya Timor Leste dijadikan dulu observer selama 5 tahun. Tidak bisa otomastis menjadi anggota ASEAN. Lebih dipertimbangkan negara-negara anggota ASEAN yang selama ini sudah memberikan keuntungan bagi Indonesia,&quot; tutupnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
