<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Naik Drastis, Terdeteksi 425 Titik Panas di Sumsel</title><description>Naik Drastis, Terdeteksi 425 Titik Panas di Sumsel
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/10/610/2811789/naik-drastis-terdeteksi-425-titik-panas-di-sumsel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/10/610/2811789/naik-drastis-terdeteksi-425-titik-panas-di-sumsel"/><item><title>Naik Drastis, Terdeteksi 425 Titik Panas di Sumsel</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/10/610/2811789/naik-drastis-terdeteksi-425-titik-panas-di-sumsel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/10/610/2811789/naik-drastis-terdeteksi-425-titik-panas-di-sumsel</guid><pubDate>Rabu 10 Mei 2023 21:30 WIB</pubDate><dc:creator>Dede Febriansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/10/610/2811789/naik-drastis-terdeteksi-425-titik-panas-di-sumsel-LZcguMjBaN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sebanyak 425 titik panas terdeteksi di Sumsel. (Ilustrasi/Dok MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/10/610/2811789/naik-drastis-terdeteksi-425-titik-panas-di-sumsel-LZcguMjBaN.jpg</image><title>Sebanyak 425 titik panas terdeteksi di Sumsel. (Ilustrasi/Dok MPI)</title></images><description>




PALEMBANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat jumlah titik panas di wilayah tersebut terus meningkat.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori mengatakan, pihaknya mencatat ada sebanyak 425 titik panas yang terjadi sejak Januari hingga akhir April 2023.

&quot;Pada Januari tercatat ada 54 titik, Februari 45 titik dan Maret 91 titik. Namun, pada April lalu menjadi yang terbanyak dan meningkat secara drastis yakni sebanyak 200 titik panas,&quot; ujar Ansori, Rabu (10/5/2023).

Dengan situasi dan kondisi saat ini, Ansori melanjutkan, Pemprov Sumsel kini telah menetapkan status siaga bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

&quot;Kenaikan secara drastis jumlah titik panas ini menjadi peringatan bagi masyarakat, para pemangku kepentingan seperti pemerintah, perusahaan, dan pihak terakit lainnya untuk mewaspadai potensi kebakaran lahan,&quot; tuturnya.





BACA JUGA:
Karhutla di Bengkalis Riau Berhasil Dipadamkan





Menurutnya, jumlah titik panas diperkirakan terus meningkat pesat pada musim kemarau nantinya. Selama delapan tahun terakhir kenaikan titik panas selalu dimulai pada April lalu mencapai puncaknya pada Agustus dan September. Peningkatan ini dipengaruhi kondisi cuaca yang lebih kering.

&quot;Saat ini sudah kita lakukan pemantauan hotspot di seluruh wilayah Sumsel, terutama di wilayah yang rawan terjadi karhutla,&quot; tuturnya.




BACA JUGA:
BMKG Ungkap Titik Panas di Kaltim Turun Jadi 19 Lokasi, Ini Penjelasannya




Untuk mengantisipasi karhutla dan mengurangi titik panas, pihaknya tengah berkoordinasi dengan BNPB untuk pengadaan helikopter water boombing, patroli dan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

&quot;Semuanya sudah kita ajukan ke BPBD untuk segera menindaklanjuti hal tersebut. Kita masih menunggu dari BNPB mengingat potensi karhutla tetap ada meski hotspot masih sedikit,&quot; katanya.



Ansori menjelaskan, Pemprov Sumsel juga telah memetakan 10 kabupaten dan kota yang rawan karhutla. Namun, terdapat empat daerah ya g mendapatkan perhatian khusus lantaran memiliki wilayah gambut yang luas yakni, Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin dan Muara Enim.



&quot;Daerah yang paling berpotensi besar dan paling rawan terjadi karhutla yang jelas yang punya lahan Gambut seperti Kabupaten Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Muara Enim,&quot; tuturnya.

</description><content:encoded>




PALEMBANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat jumlah titik panas di wilayah tersebut terus meningkat.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori mengatakan, pihaknya mencatat ada sebanyak 425 titik panas yang terjadi sejak Januari hingga akhir April 2023.

&quot;Pada Januari tercatat ada 54 titik, Februari 45 titik dan Maret 91 titik. Namun, pada April lalu menjadi yang terbanyak dan meningkat secara drastis yakni sebanyak 200 titik panas,&quot; ujar Ansori, Rabu (10/5/2023).

Dengan situasi dan kondisi saat ini, Ansori melanjutkan, Pemprov Sumsel kini telah menetapkan status siaga bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

&quot;Kenaikan secara drastis jumlah titik panas ini menjadi peringatan bagi masyarakat, para pemangku kepentingan seperti pemerintah, perusahaan, dan pihak terakit lainnya untuk mewaspadai potensi kebakaran lahan,&quot; tuturnya.





BACA JUGA:
Karhutla di Bengkalis Riau Berhasil Dipadamkan





Menurutnya, jumlah titik panas diperkirakan terus meningkat pesat pada musim kemarau nantinya. Selama delapan tahun terakhir kenaikan titik panas selalu dimulai pada April lalu mencapai puncaknya pada Agustus dan September. Peningkatan ini dipengaruhi kondisi cuaca yang lebih kering.

&quot;Saat ini sudah kita lakukan pemantauan hotspot di seluruh wilayah Sumsel, terutama di wilayah yang rawan terjadi karhutla,&quot; tuturnya.




BACA JUGA:
BMKG Ungkap Titik Panas di Kaltim Turun Jadi 19 Lokasi, Ini Penjelasannya




Untuk mengantisipasi karhutla dan mengurangi titik panas, pihaknya tengah berkoordinasi dengan BNPB untuk pengadaan helikopter water boombing, patroli dan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

&quot;Semuanya sudah kita ajukan ke BPBD untuk segera menindaklanjuti hal tersebut. Kita masih menunggu dari BNPB mengingat potensi karhutla tetap ada meski hotspot masih sedikit,&quot; katanya.



Ansori menjelaskan, Pemprov Sumsel juga telah memetakan 10 kabupaten dan kota yang rawan karhutla. Namun, terdapat empat daerah ya g mendapatkan perhatian khusus lantaran memiliki wilayah gambut yang luas yakni, Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin dan Muara Enim.



&quot;Daerah yang paling berpotensi besar dan paling rawan terjadi karhutla yang jelas yang punya lahan Gambut seperti Kabupaten Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Muara Enim,&quot; tuturnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
