<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Eksekutor Mati Tertinggi di Dunia, PBB: Iran Eksekusi Mati Rata-Rata Lebih dari 10 Orang Per Minggu</title><description>Tetapi PBB memperkirakan jumlah sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/11/18/2812146/eksekutor-mati-tertinggi-di-dunia-pbb-iran-eksekusi-mati-rata-rata-lebih-dari-10-orang-per-minggu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/11/18/2812146/eksekutor-mati-tertinggi-di-dunia-pbb-iran-eksekusi-mati-rata-rata-lebih-dari-10-orang-per-minggu"/><item><title>Eksekutor Mati Tertinggi di Dunia, PBB: Iran Eksekusi Mati Rata-Rata Lebih dari 10 Orang Per Minggu</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/11/18/2812146/eksekutor-mati-tertinggi-di-dunia-pbb-iran-eksekusi-mati-rata-rata-lebih-dari-10-orang-per-minggu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/11/18/2812146/eksekutor-mati-tertinggi-di-dunia-pbb-iran-eksekusi-mati-rata-rata-lebih-dari-10-orang-per-minggu</guid><pubDate>Kamis 11 Mei 2023 13:46 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/11/18/2812146/eksekutor-mati-tertinggi-di-dunia-pbb-iran-eksekusi-mati-rata-rata-lebih-dari-10-orang-per-minggu-5vDHk37pn8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Demonstrasi menentang eksekusi mati di Iran (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/11/18/2812146/eksekutor-mati-tertinggi-di-dunia-pbb-iran-eksekusi-mati-rata-rata-lebih-dari-10-orang-per-minggu-5vDHk37pn8.jpg</image><title>Demonstrasi menentang eksekusi mati di Iran (Foto: AFP)</title></images><description>IRAN - Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia (HAM), Volker T&amp;uuml;rk, pada Selasa (9/5/2023) mengatakan pada tahun ini Iran telah mengeksekusi mati rata-rata lebih dari 10 orang per minggu.

Sedikitnya 209 orang telah dieksekusi di Iran sejak 1 Januari lalu, terutama karena pelanggaran terkait narkoba. Tetapi PBB memperkirakan jumlah sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi.


BACA JUGA:
Iran Eksekusi Mati 2 Orang Atas Tuduhan Penistaan Agama Islam

&amp;ldquo;Rata-rata sepanjang tahun ini lebih dari 10 orang dihukum mati setiap minggu di Iran, menjadikannya salah satu eksekutor tertinggi di dunia,&amp;rdquo; terangnya, dikutip VOA.

BACA JUGA:
Dituduh Korupsi di Bumi, Iran Eksekusi Mati Pembangkang Jerman-Iran

&amp;ldquo;Dengan kondisi seperti saat ini, Iran secara mengkhawatirkan berada di jalur yang sama seperti tahun lalu, ketika sekitar 580 orang dilaporkan telah dieksekusi,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;ldquo;Menerapkan hukuman mati untuk pelanggaran narkoba tidak sesuai dengan norma dan standar hak asasi manusia internasional,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;ldquo;Komite HAM ... dengan jelas melarang penerapan hukuman mati untuk semua kecuali kejahatan paling serius, yaitu kejahatan yang sangat berat, yang melibatkan pembunuhan yang disengaja. Pelanggaran narkoba tidak memenuhi definisi ini,&amp;rdquo; tambahnya.PBB mengatakan sedikitnya 45 orang, termasuk 22 orang dari kelompok minoritas Baluch, telah dieksekusi dalam 14 hari terakhir. Sebagian besar dijatuhi hukuman maksimal itu karena tuduhan-tuduhan terkait narkoba.



Iran, pada Senin (8/5/2023), menggantung dua laki-laki atas tuduhan penistaan agama di media sosial. Tindakan tersebut memicu kecaman dari Amerika Serikat dan tuduhan dari Amnesti Internasional bahwa negara itu telah mencapai titik terendah dalam serangkaian eksekusi yang dilakukannya.

Sebelumnya, pada Sabtu (6/5/2023), Iran mengeksekusi pembangkang Swedia keturunan Iran Habib Chaab atas apa yang disebutnya sebagai tindakan terorisme, yang memicu kritik tajam dari Swedia dan Uni Eropa.</description><content:encoded>IRAN - Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia (HAM), Volker T&amp;uuml;rk, pada Selasa (9/5/2023) mengatakan pada tahun ini Iran telah mengeksekusi mati rata-rata lebih dari 10 orang per minggu.

Sedikitnya 209 orang telah dieksekusi di Iran sejak 1 Januari lalu, terutama karena pelanggaran terkait narkoba. Tetapi PBB memperkirakan jumlah sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi.


BACA JUGA:
Iran Eksekusi Mati 2 Orang Atas Tuduhan Penistaan Agama Islam

&amp;ldquo;Rata-rata sepanjang tahun ini lebih dari 10 orang dihukum mati setiap minggu di Iran, menjadikannya salah satu eksekutor tertinggi di dunia,&amp;rdquo; terangnya, dikutip VOA.

BACA JUGA:
Dituduh Korupsi di Bumi, Iran Eksekusi Mati Pembangkang Jerman-Iran

&amp;ldquo;Dengan kondisi seperti saat ini, Iran secara mengkhawatirkan berada di jalur yang sama seperti tahun lalu, ketika sekitar 580 orang dilaporkan telah dieksekusi,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;ldquo;Menerapkan hukuman mati untuk pelanggaran narkoba tidak sesuai dengan norma dan standar hak asasi manusia internasional,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;ldquo;Komite HAM ... dengan jelas melarang penerapan hukuman mati untuk semua kecuali kejahatan paling serius, yaitu kejahatan yang sangat berat, yang melibatkan pembunuhan yang disengaja. Pelanggaran narkoba tidak memenuhi definisi ini,&amp;rdquo; tambahnya.PBB mengatakan sedikitnya 45 orang, termasuk 22 orang dari kelompok minoritas Baluch, telah dieksekusi dalam 14 hari terakhir. Sebagian besar dijatuhi hukuman maksimal itu karena tuduhan-tuduhan terkait narkoba.



Iran, pada Senin (8/5/2023), menggantung dua laki-laki atas tuduhan penistaan agama di media sosial. Tindakan tersebut memicu kecaman dari Amerika Serikat dan tuduhan dari Amnesti Internasional bahwa negara itu telah mencapai titik terendah dalam serangkaian eksekusi yang dilakukannya.

Sebelumnya, pada Sabtu (6/5/2023), Iran mengeksekusi pembangkang Swedia keturunan Iran Habib Chaab atas apa yang disebutnya sebagai tindakan terorisme, yang memicu kritik tajam dari Swedia dan Uni Eropa.</content:encoded></item></channel></rss>
