<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hari Kedua KTT Ke-42 ASEAN, Jokowi Bahas Five Point Consensus hingga AOIP   </title><description>Presiden Joko Widodo kembali memimpin pertemuan di hari kedua pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-42 ASEAN</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/11/337/2811947/hari-kedua-ktt-ke-42-asean-jokowi-bahas-five-point-consensus-hingga-aoip</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/11/337/2811947/hari-kedua-ktt-ke-42-asean-jokowi-bahas-five-point-consensus-hingga-aoip"/><item><title>Hari Kedua KTT Ke-42 ASEAN, Jokowi Bahas Five Point Consensus hingga AOIP   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/11/337/2811947/hari-kedua-ktt-ke-42-asean-jokowi-bahas-five-point-consensus-hingga-aoip</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/11/337/2811947/hari-kedua-ktt-ke-42-asean-jokowi-bahas-five-point-consensus-hingga-aoip</guid><pubDate>Kamis 11 Mei 2023 08:59 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/11/337/2811947/hari-kedua-ktt-ke-42-asean-jokowi-bahas-five-point-consensus-hingga-aoip-wPBAgqP1NJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi di KTT ASEAN (foto: biro pers setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/11/337/2811947/hari-kedua-ktt-ke-42-asean-jokowi-bahas-five-point-consensus-hingga-aoip-wPBAgqP1NJ.jpg</image><title>Presiden Jokowi di KTT ASEAN (foto: biro pers setpres)</title></images><description>
JAKARTA - Presiden Joko Widodo kembali memimpin pertemuan di hari kedua pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-42 ASEAN yang digelar di Hotel Meruorah, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis (11/5/2023)

Dalam sambutannya Jokowi menyebut akan membahas dua isu penting mengenai Five Point Consensus dan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP)

&quot;Sebagai ketua, Indonesia terus berupaya agar ada langkah maju dari implementasi Five Point Consensus, dan melalui _engagements_ dengan berbagai pihak, mendorong terciptanya dialog yang inklusif, menyerukan penghentian kekerasan, dan memfasilitasi penyelesaian _Joint Needs Assesment_ melalui AHA Centre, dan juga menyalurkan bantuan kemanusiaan,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (11/5/2023).

BACA JUGA:
Ketika Para Pemimpin ASEAN Kepincut dengan Keindahan Labuan Bajo&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Jokowi menyebut bahwa Five Point Consensus belum ada kemajuan signifikan. Maka dari itu perlu dirumuskan kembali langkah-langkah kedepan oleh ASEAN.

&quot;Namun, saya harus berterus terang bahwa implementasi Five Point Consensus belum ada kemajuan yang signifikan sehingga diperlukan kesatuan ASEAN untuk merumuskan langkah-langkah ke depan,&quot; kata Jokowi.

Jokowi juga menegaskan bahwa isu mengenai Myamar tidak boleh menghambat percepatan pembangunan komunitas di ASEAN.

BACA JUGA:
Perindo Dorong KTT ASEAN Hasilkan Resolusi Konkret Terkait TPPO&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

&quot;Tapi, yang ingin juga saya pastikan adalah bahwa isu Myanmar tidak boleh menghambat percepatan pembangunan Komunitas ASEAN karena pembangunan Komunitas ini adalah yang ditunggu oleh masyarakat ASEAN,&quot; jelasnya.

Sedangkan untuk AOIP, kata Jokowi, dibutuhkan kerja sama yang konkret dan inklusif untuk mengurangi ketegangan di Indo-Pasifik.

&quot;Terkait dengan implementasi AOIP, diperlukan kerja sama konkret dan inklusif untuk mengurangi ketegangan di Indo-Pasifik, yang salah satunya dapat melalui ASEAN Indo-Pacific Infrastructure Forum sebagai platform kerja sama konkret bersama negara mitra,&quot; kata Jokowi.</description><content:encoded>
JAKARTA - Presiden Joko Widodo kembali memimpin pertemuan di hari kedua pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-42 ASEAN yang digelar di Hotel Meruorah, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis (11/5/2023)

Dalam sambutannya Jokowi menyebut akan membahas dua isu penting mengenai Five Point Consensus dan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP)

&quot;Sebagai ketua, Indonesia terus berupaya agar ada langkah maju dari implementasi Five Point Consensus, dan melalui _engagements_ dengan berbagai pihak, mendorong terciptanya dialog yang inklusif, menyerukan penghentian kekerasan, dan memfasilitasi penyelesaian _Joint Needs Assesment_ melalui AHA Centre, dan juga menyalurkan bantuan kemanusiaan,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (11/5/2023).

BACA JUGA:
Ketika Para Pemimpin ASEAN Kepincut dengan Keindahan Labuan Bajo&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Jokowi menyebut bahwa Five Point Consensus belum ada kemajuan signifikan. Maka dari itu perlu dirumuskan kembali langkah-langkah kedepan oleh ASEAN.

&quot;Namun, saya harus berterus terang bahwa implementasi Five Point Consensus belum ada kemajuan yang signifikan sehingga diperlukan kesatuan ASEAN untuk merumuskan langkah-langkah ke depan,&quot; kata Jokowi.

Jokowi juga menegaskan bahwa isu mengenai Myamar tidak boleh menghambat percepatan pembangunan komunitas di ASEAN.

BACA JUGA:
Perindo Dorong KTT ASEAN Hasilkan Resolusi Konkret Terkait TPPO&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

&quot;Tapi, yang ingin juga saya pastikan adalah bahwa isu Myanmar tidak boleh menghambat percepatan pembangunan Komunitas ASEAN karena pembangunan Komunitas ini adalah yang ditunggu oleh masyarakat ASEAN,&quot; jelasnya.

Sedangkan untuk AOIP, kata Jokowi, dibutuhkan kerja sama yang konkret dan inklusif untuk mengurangi ketegangan di Indo-Pasifik.

&quot;Terkait dengan implementasi AOIP, diperlukan kerja sama konkret dan inklusif untuk mengurangi ketegangan di Indo-Pasifik, yang salah satunya dapat melalui ASEAN Indo-Pacific Infrastructure Forum sebagai platform kerja sama konkret bersama negara mitra,&quot; kata Jokowi.</content:encoded></item></channel></rss>
