<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyakit Misterius Tewaskan 9 Orang 3 Di Antaranya Anak-Anak, 80 Sakit Parah</title><description>Dia mengimbau intervensi segera untuk menahan wabah dan mencegah lebih banyak kematian.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/12/18/2812752/penyakit-misterius-tewaskan-9-orang-3-di-antaranya-anak-anak-80-sakit-parah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/12/18/2812752/penyakit-misterius-tewaskan-9-orang-3-di-antaranya-anak-anak-80-sakit-parah"/><item><title>Penyakit Misterius Tewaskan 9 Orang 3 Di Antaranya Anak-Anak, 80 Sakit Parah</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/12/18/2812752/penyakit-misterius-tewaskan-9-orang-3-di-antaranya-anak-anak-80-sakit-parah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/12/18/2812752/penyakit-misterius-tewaskan-9-orang-3-di-antaranya-anak-anak-80-sakit-parah</guid><pubDate>Jum'at 12 Mei 2023 13:27 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/12/18/2812752/penyakit-misterius-tewaskan-9-orang-3-di-antaranya-anak-anak-80-sakit-parah-jqkM7ExkYv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penyakit misterius menewaskan 9 orang dan 80 sakit parah di Kenya (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/12/18/2812752/penyakit-misterius-tewaskan-9-orang-3-di-antaranya-anak-anak-80-sakit-parah-jqkM7ExkYv.jpg</image><title>Penyakit misterius menewaskan 9 orang dan 80 sakit parah di Kenya (Foto: AFP)</title></images><description>KAGI &amp;ndash; Sebuah penyakit &quot;misterius&quot; telah melanda Kagi, sebuah komunitas di wilayah utara Marsabit, Kenya. Penyakit ini menewaskan sembilan orang dan menyebabkan lebih dari 80 lainnya sakit parah.
&amp;ldquo;Sejauh ini kami telah kehilangan sembilan orang dan setidaknya 80 lainnya terbaring di tempat tidur di desa-desa,&amp;rdquo; kata Moses Galoro, Kepala senior wilayah tersebut, pada Rabu 10/5/2023), dikutip Nation Media.
Dia mengimbau intervensi segera untuk menahan wabah dan mencegah lebih banyak kematian. Dia mengatakan enam dari yang meninggal adalah orang dewasa, dan tiga adalah anak-anak berusia antara satu dan tiga tahun.


BACA JUGA:
Penyakit Misterius Tewaskan 3 Orang di Tanzania, Korban Alami Demam Hingga Mimisan

Penyakit tersebut, yang pertama kali dilaporkan dua minggu lalu, diduga sebagai bentuk &amp;ldquo;malaria ganas&amp;rdquo; berdasarkan penyelidikan awal oleh petugas kesehatan. Gejala yang dilaporkan termasuk penyakit seperti flu, mata kuning, sakit kepala parah, dan limpa bengkak, dengan satu korban menunjukkan tanda-tanda yang mirip dengan Kalazar, sejenis leishmaniasis visceral.


BACA JUGA:
Penyakit Misterius Renggut 89 Nyawa di Sudan Selatan

Spesies nyamuk invasif ditemukan di daerah Laisamis dan Saku di daerah Marsabit oleh Lembaga Penelitian Medis Kenya dua bulan sebelum wabah.

Departemen Kesehatan Kabupaten Marsabit mengatakan pada Kamis (11/5/2023) bahwa pihaknya bekerja sama dengan lembaga kesehatan lainnya, dan semua tindakan yang diperlukan diambil untuk mengidentifikasi, menahan, dan mengelola wabah.
Awal pekan ini, departemen juga mengatakan situasinya &quot;terkendali&quot; karena tim ahli pengawasan penyakit dan ahli teknologi laboratorium mengumpulkan sampel darah untuk verifikasi.



Pada Selasa (9/5/2023), obat antimalaria untuk dewasa dan anak-anak, parasetamol, dan antibiotik telah tersedia untuk masyarakat, dengan obat tambahan dikirim pada Kamis (11/5/2023).



&amp;ldquo;Kami mendorong warga untuk melakukan tindakan pencegahan seperti sering mencuci tangan dengan sabun dan air, menghindari kontak dengan orang sakit, dan mencari pertolongan medis jika mereka mengalami gejala apa pun,&amp;rdquo; kata departemen kesehatan county.

</description><content:encoded>KAGI &amp;ndash; Sebuah penyakit &quot;misterius&quot; telah melanda Kagi, sebuah komunitas di wilayah utara Marsabit, Kenya. Penyakit ini menewaskan sembilan orang dan menyebabkan lebih dari 80 lainnya sakit parah.
&amp;ldquo;Sejauh ini kami telah kehilangan sembilan orang dan setidaknya 80 lainnya terbaring di tempat tidur di desa-desa,&amp;rdquo; kata Moses Galoro, Kepala senior wilayah tersebut, pada Rabu 10/5/2023), dikutip Nation Media.
Dia mengimbau intervensi segera untuk menahan wabah dan mencegah lebih banyak kematian. Dia mengatakan enam dari yang meninggal adalah orang dewasa, dan tiga adalah anak-anak berusia antara satu dan tiga tahun.


BACA JUGA:
Penyakit Misterius Tewaskan 3 Orang di Tanzania, Korban Alami Demam Hingga Mimisan

Penyakit tersebut, yang pertama kali dilaporkan dua minggu lalu, diduga sebagai bentuk &amp;ldquo;malaria ganas&amp;rdquo; berdasarkan penyelidikan awal oleh petugas kesehatan. Gejala yang dilaporkan termasuk penyakit seperti flu, mata kuning, sakit kepala parah, dan limpa bengkak, dengan satu korban menunjukkan tanda-tanda yang mirip dengan Kalazar, sejenis leishmaniasis visceral.


BACA JUGA:
Penyakit Misterius Renggut 89 Nyawa di Sudan Selatan

Spesies nyamuk invasif ditemukan di daerah Laisamis dan Saku di daerah Marsabit oleh Lembaga Penelitian Medis Kenya dua bulan sebelum wabah.

Departemen Kesehatan Kabupaten Marsabit mengatakan pada Kamis (11/5/2023) bahwa pihaknya bekerja sama dengan lembaga kesehatan lainnya, dan semua tindakan yang diperlukan diambil untuk mengidentifikasi, menahan, dan mengelola wabah.
Awal pekan ini, departemen juga mengatakan situasinya &quot;terkendali&quot; karena tim ahli pengawasan penyakit dan ahli teknologi laboratorium mengumpulkan sampel darah untuk verifikasi.



Pada Selasa (9/5/2023), obat antimalaria untuk dewasa dan anak-anak, parasetamol, dan antibiotik telah tersedia untuk masyarakat, dengan obat tambahan dikirim pada Kamis (11/5/2023).



&amp;ldquo;Kami mendorong warga untuk melakukan tindakan pencegahan seperti sering mencuci tangan dengan sabun dan air, menghindari kontak dengan orang sakit, dan mencari pertolongan medis jika mereka mengalami gejala apa pun,&amp;rdquo; kata departemen kesehatan county.

</content:encoded></item></channel></rss>
