<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gugusan Bintang Kecil yang Bersembunyi di Belakang Galaksi Bentuk Mosaik Menakjubkan</title><description>Satu tahun cahaya setara dengan 9,7 triliun kilometer.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/12/18/2812803/gugusan-bintang-kecil-yang-bersembunyi-di-belakang-galaksi-bentuk-mosaik-menakjubkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/12/18/2812803/gugusan-bintang-kecil-yang-bersembunyi-di-belakang-galaksi-bentuk-mosaik-menakjubkan"/><item><title>Gugusan Bintang Kecil yang Bersembunyi di Belakang Galaksi Bentuk Mosaik Menakjubkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/12/18/2812803/gugusan-bintang-kecil-yang-bersembunyi-di-belakang-galaksi-bentuk-mosaik-menakjubkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/12/18/2812803/gugusan-bintang-kecil-yang-bersembunyi-di-belakang-galaksi-bentuk-mosaik-menakjubkan</guid><pubDate>Jum'at 12 Mei 2023 14:30 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/12/18/2812803/gugusan-bintang-kecil-yang-bersembunyi-di-belakang-galaksi-bentuk-mosaik-menakjubkan-Rm9xA4Tg5a.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gugusan bintang bentuk mosaik menakjubkan (Foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/12/18/2812803/gugusan-bintang-kecil-yang-bersembunyi-di-belakang-galaksi-bentuk-mosaik-menakjubkan-Rm9xA4Tg5a.jpg</image><title>Gugusan bintang bentuk mosaik menakjubkan (Foto: AP)</title></images><description>
LONDON - Para astronom telah menciptakan mosaik menakjubkan dari gugusan bintang-bintang kecil yang bersembunyi di halaman belakang galaksi kita.

Koleksi gambar tersebut yang dirilis pada Kamis (11/5/2023), menunjukkan lima pembibitan bintang besar yang jaraknya kurang dari 1.500 tahun cahaya. Satu tahun cahaya setara dengan 9,7 triliun kilometer.

Untuk mendapatkan atlas bintang-bintang tersebut, para ilmuwan menyatukan lebih dari satu juta foto yang diambil selama lima tahun oleh European Southern Observatory di Chile. Teleskop survei inframerah observatorium itu mampu mengintip melalui awan debu dan membedakannya dengan bintang-bintang kecil.


BACA JUGA:
Astronom Berhasil Rekam Detik-Detik Bintang yang Sekarat Telan Semua Planet

&amp;ldquo;Kita bahkan dapat mendeteksi sumber cahaya yang paling redup, seperti bintang yang lebih kecil dari matahari, mengungkap objek-objek yang belum pernah dilihat siapa pun sebelumnya,&amp;rdquo; ujar Stefan Meingast dari Universitas Wina, yang merupakan penulis utama laporan itu, dikutip VOA.


BACA JUGA:
Deretan Fenomena Astronomi yang Terjadi di Mei, Sayang Kalau Dilewatkan!

Pengamatan yang dilakukan dari tahun 2017 hingga 2022 itu akan membantu peneliti untuk lebih memahami bagaimana bintang berevolusi dari debu.Temuan tersebut, yang terbit dalam jurnal Astronomi dan Astrofisika itu, melengkapi pengamatan yang dilakukan oleh pesawat ruang angkasa Gaia milik Badan Antariksa Eropa, yang mengorbit hampir 1,5 juta kilometer jauhnya.

Para peneliti mengatakan Gaia memusatkan perhatian pada cahaya optik, melewatkan sebagian besar objek yang dikaburkan oleh debu kosmik.

</description><content:encoded>
LONDON - Para astronom telah menciptakan mosaik menakjubkan dari gugusan bintang-bintang kecil yang bersembunyi di halaman belakang galaksi kita.

Koleksi gambar tersebut yang dirilis pada Kamis (11/5/2023), menunjukkan lima pembibitan bintang besar yang jaraknya kurang dari 1.500 tahun cahaya. Satu tahun cahaya setara dengan 9,7 triliun kilometer.

Untuk mendapatkan atlas bintang-bintang tersebut, para ilmuwan menyatukan lebih dari satu juta foto yang diambil selama lima tahun oleh European Southern Observatory di Chile. Teleskop survei inframerah observatorium itu mampu mengintip melalui awan debu dan membedakannya dengan bintang-bintang kecil.


BACA JUGA:
Astronom Berhasil Rekam Detik-Detik Bintang yang Sekarat Telan Semua Planet

&amp;ldquo;Kita bahkan dapat mendeteksi sumber cahaya yang paling redup, seperti bintang yang lebih kecil dari matahari, mengungkap objek-objek yang belum pernah dilihat siapa pun sebelumnya,&amp;rdquo; ujar Stefan Meingast dari Universitas Wina, yang merupakan penulis utama laporan itu, dikutip VOA.


BACA JUGA:
Deretan Fenomena Astronomi yang Terjadi di Mei, Sayang Kalau Dilewatkan!

Pengamatan yang dilakukan dari tahun 2017 hingga 2022 itu akan membantu peneliti untuk lebih memahami bagaimana bintang berevolusi dari debu.Temuan tersebut, yang terbit dalam jurnal Astronomi dan Astrofisika itu, melengkapi pengamatan yang dilakukan oleh pesawat ruang angkasa Gaia milik Badan Antariksa Eropa, yang mengorbit hampir 1,5 juta kilometer jauhnya.

Para peneliti mengatakan Gaia memusatkan perhatian pada cahaya optik, melewatkan sebagian besar objek yang dikaburkan oleh debu kosmik.

</content:encoded></item></channel></rss>
