<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Atasi Stunting dan Gizi Buruk, Ganjar Kembangkan Pilot Project Beras Fortifikasi</title><description>Sejak diluncurkan Ganjar pada saat musrenbang Februari 2023 lalu, sebanyak 2 ton beras fortifikasi disalurkan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/13/512/2813372/atasi-stunting-dan-gizi-buruk-ganjar-kembangkan-pilot-project-beras-fortifikasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/13/512/2813372/atasi-stunting-dan-gizi-buruk-ganjar-kembangkan-pilot-project-beras-fortifikasi"/><item><title>Atasi Stunting dan Gizi Buruk, Ganjar Kembangkan Pilot Project Beras Fortifikasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/13/512/2813372/atasi-stunting-dan-gizi-buruk-ganjar-kembangkan-pilot-project-beras-fortifikasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/13/512/2813372/atasi-stunting-dan-gizi-buruk-ganjar-kembangkan-pilot-project-beras-fortifikasi</guid><pubDate>Sabtu 13 Mei 2023 17:40 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Ramadhan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/13/512/2813372/atasi-stunting-dan-gizi-buruk-ganjar-kembangkan-pilot-project-beras-fortifikasi-5Uhk9t5ufi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo/Pemprov Jateng </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/13/512/2813372/atasi-stunting-dan-gizi-buruk-ganjar-kembangkan-pilot-project-beras-fortifikasi-5Uhk9t5ufi.jpg</image><title>Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo/Pemprov Jateng </title></images><description>JAKARTA -  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendorong perkembangan pilot project penanganan stunting melalui program beras fortifikasi untuk menurunkan angka stunting dan gizi buruk pada anak
Program pilot project beras fortifikasi merupakan kerja kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi DIY, UGM dan Bank Jateng.
Program ini akan difokuskan untuk menurunkan angka stunting yang menjadi salah satu indikator kemiskinan daerah.

BACA JUGA:
Survei SMRC Pasca PDIP Deklarasi: Ganjar 39,2%, Prabowo 32,1%, dan Anies 19,7%

&quot;Maka kolaborasi dari beberapa pihak ada dari kampus, dari pemerintah termasuk kabupaten kota, termasuk komunitas, harapan kita stunting ini sedang kita keroyok,&quot; ujar Ganjar, Sabtu (13/5/2023).
Sejak diluncurkan Ganjar pada saat musrenbang Februari 2023 lalu, sebanyak 2 ton beras fortifikasi disalurkan kepada ibu hamil untuk mencegah stunting dan gizi buruk pada anak.

BACA JUGA:
Survei SMRC: Usai Deklarasi Capres, Elektabilitas Ganjar Nomor Satu

Seiring waktu, beras fortifikasi sebagai pilot project juga melibatkan 500 ibu hamil, 253 desa dan 5 kabupaten di Jawa Tengah, yakni Kabupaten Brebes, Kabupaten Blora, Kabupaten Magelang, Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Temanggung.
Ganjar mengatakan, data-data akurat dan riset terkini terkait jumlah ibu hamil dan balita di setiap daerah menjadi penting untuk terus dilakukan agar program beras fortifikasi bisa berjalan lancar dari seluruh pihak yang berkolaborasi.
&quot;Kita memastikan ibu-ibu hamil wabil khusus asupan gizinya itu harus bagus, diperiksa rutin, sehingga mereka yang berpartisipasi harapan kita juga memberikan catatan data seakurat mungkin,&quot; kata Ganjar.
Namun upaya Ganjar menekan angka stunting dan gizi buruk tidak hanya melalui beras fortifikasi saja. Pada kesempatan itu, Ganjar turut menyampaikan program perbaikan gizi melalui pengembangan telur omega yang dilakukan Fakultas Pertanian UGM.Dikatakannya, metode-metode kolaborasi antar pemerintah dengan pihak lain atau keroyokan dalam menyelesaikan persoalan seperti beras fortifikasi sangat diperlukan untuk kesejahteraan seluruh masyarakat.

&quot;Metode lain non beras fortifikasi, barangkali ada yang lain maka kita dorong. Dulu dari Fakultas Peternakan UGM juga ada telur omega, ini juga kandungan gizinya bagus,&quot; jelas Ganjar.

&quot;Model keroyokan inilah yang kita harapkan bisa kita melakukan percepatan penurunan angka stunting,&quot; tutup Ganjar.

</description><content:encoded>JAKARTA -  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendorong perkembangan pilot project penanganan stunting melalui program beras fortifikasi untuk menurunkan angka stunting dan gizi buruk pada anak
Program pilot project beras fortifikasi merupakan kerja kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi DIY, UGM dan Bank Jateng.
Program ini akan difokuskan untuk menurunkan angka stunting yang menjadi salah satu indikator kemiskinan daerah.

BACA JUGA:
Survei SMRC Pasca PDIP Deklarasi: Ganjar 39,2%, Prabowo 32,1%, dan Anies 19,7%

&quot;Maka kolaborasi dari beberapa pihak ada dari kampus, dari pemerintah termasuk kabupaten kota, termasuk komunitas, harapan kita stunting ini sedang kita keroyok,&quot; ujar Ganjar, Sabtu (13/5/2023).
Sejak diluncurkan Ganjar pada saat musrenbang Februari 2023 lalu, sebanyak 2 ton beras fortifikasi disalurkan kepada ibu hamil untuk mencegah stunting dan gizi buruk pada anak.

BACA JUGA:
Survei SMRC: Usai Deklarasi Capres, Elektabilitas Ganjar Nomor Satu

Seiring waktu, beras fortifikasi sebagai pilot project juga melibatkan 500 ibu hamil, 253 desa dan 5 kabupaten di Jawa Tengah, yakni Kabupaten Brebes, Kabupaten Blora, Kabupaten Magelang, Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Temanggung.
Ganjar mengatakan, data-data akurat dan riset terkini terkait jumlah ibu hamil dan balita di setiap daerah menjadi penting untuk terus dilakukan agar program beras fortifikasi bisa berjalan lancar dari seluruh pihak yang berkolaborasi.
&quot;Kita memastikan ibu-ibu hamil wabil khusus asupan gizinya itu harus bagus, diperiksa rutin, sehingga mereka yang berpartisipasi harapan kita juga memberikan catatan data seakurat mungkin,&quot; kata Ganjar.
Namun upaya Ganjar menekan angka stunting dan gizi buruk tidak hanya melalui beras fortifikasi saja. Pada kesempatan itu, Ganjar turut menyampaikan program perbaikan gizi melalui pengembangan telur omega yang dilakukan Fakultas Pertanian UGM.Dikatakannya, metode-metode kolaborasi antar pemerintah dengan pihak lain atau keroyokan dalam menyelesaikan persoalan seperti beras fortifikasi sangat diperlukan untuk kesejahteraan seluruh masyarakat.

&quot;Metode lain non beras fortifikasi, barangkali ada yang lain maka kita dorong. Dulu dari Fakultas Peternakan UGM juga ada telur omega, ini juga kandungan gizinya bagus,&quot; jelas Ganjar.

&quot;Model keroyokan inilah yang kita harapkan bisa kita melakukan percepatan penurunan angka stunting,&quot; tutup Ganjar.

</content:encoded></item></channel></rss>
