<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>10 Singa Mati Dibunuh Usai Konflik Manusia dan Hewan Liar Semakin Memburuk</title><description>Singa itu telah berkelana keluar dari kawasan lindung dan masuk ke kandang ternak karena &quot;kelaparan&quot;.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/15/18/2814064/10-singa-mati-dibunuh-usai-konflik-manusia-dan-hewan-liar-semakin-memburuk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/15/18/2814064/10-singa-mati-dibunuh-usai-konflik-manusia-dan-hewan-liar-semakin-memburuk"/><item><title>10 Singa Mati Dibunuh Usai Konflik Manusia dan Hewan Liar Semakin Memburuk</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/15/18/2814064/10-singa-mati-dibunuh-usai-konflik-manusia-dan-hewan-liar-semakin-memburuk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/15/18/2814064/10-singa-mati-dibunuh-usai-konflik-manusia-dan-hewan-liar-semakin-memburuk</guid><pubDate>Senin 15 Mei 2023 10:28 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/15/18/2814064/10-singa-mati-dibunuh-usai-konflik-manusia-dan-hewan-liar-semakin-memburuk-NFD1BTJO8Z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">10 singa mati dibunuh usai konflik manusia dan hewan liar semakin memburuk (Foto: Lions Guardian) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/15/18/2814064/10-singa-mati-dibunuh-usai-konflik-manusia-dan-hewan-liar-semakin-memburuk-NFD1BTJO8Z.jpg</image><title>10 singa mati dibunuh usai konflik manusia dan hewan liar semakin memburuk (Foto: Lions Guardian) </title></images><description>KENYA - Sepuluh singa telah dibunuh di Kenya selatan minggu lalu, termasuk enam singa pada Sabtu (13/5/2023). Menurut Kenya Wildlife Service (KWS), hal ini disebabkan karena konflik manusia-satwa liar meningkat di wilayah tersebut.

&amp;ldquo;Ini adalah singa dalam jumlah yang luar biasa besar untuk dibunuh sekaligus,&quot; kata juru bicara KWS kepada CNN pada Minggu (14/5/2023).

Itu terjadi setelah para konservasionis mengumumkan pembunuhan salah satu singa tertua di Afrika, Loonkiito, pada usia 19 tahun awal pekan ini.

BACA JUGA:
Makan Hewan Ternak, Singa Liar Tertua di Dunia Mati Ditombak Penggembala

Menurut organisasi konservasi Lion Guardians, singa itu telah berkelana keluar dari kawasan lindung dan masuk ke kandang ternak karena &quot;kelaparan&quot;, dan dibunuh oleh pemilik ternak.


BACA JUGA:
WHO: Hentikan Penjualan Hewan Liar Hidup untuk Cegah Penyebaran Penyakit Menular

Organisasi tersebut mengatakan bahwa berakhirnya kekeringan biasanya ditandai dengan meningkatnya konflik manusia-singa, karena mangsa liar semakin sulit untuk diburu dan pemilik ternak &amp;ldquo;sangat waspada&amp;rdquo; setelah kehilangan begitu banyak hewan. Kenya telah mengalami kekeringan terburuk dalam 40 tahun.
KWS dalam siaran pers pada Sabtu (13/5/2023) mengatakan enam singa yang mati pada Sabtu (13/5/2023) telah membunuh 11 kambing dan satu anjing.Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan singa-singa itu semuanya adalah bagian dari ekosistem Amboseli Kabupaten Kajiado, sebuah situs cagar biosfer UNESCO di dekat Gunung Kilimanjaro.



KWS diketahui mengadakan pertemuan Sabtu 13/5/2023) yang dihadiri oleh penduduk setempat dan pejabat pemerintah untuk membahas pembunuhan baru-baru ini.



&amp;ldquo;Diskusi berpusat pada mencari cara untuk meminimalkan risiko konflik manusia-satwa liar, termasuk mengembangkan sistem peringatan dini untuk mengingatkan masyarakat akan keberadaan satwa liar di sekitar mereka,&amp;rdquo; kata KWS.



&amp;ldquo;Diskusi lebih lanjut berpusat pada gambaran yang lebih luas tentang eksplorasi konflik manusia-satwa liar dalam konteks mata pencaharian masyarakat dan pembagian keuntungan menuju koeksistensi yang harmonis di komunitas terbuka dan lanskap satwa liar,&amp;rdquo; tambahnya.

</description><content:encoded>KENYA - Sepuluh singa telah dibunuh di Kenya selatan minggu lalu, termasuk enam singa pada Sabtu (13/5/2023). Menurut Kenya Wildlife Service (KWS), hal ini disebabkan karena konflik manusia-satwa liar meningkat di wilayah tersebut.

&amp;ldquo;Ini adalah singa dalam jumlah yang luar biasa besar untuk dibunuh sekaligus,&quot; kata juru bicara KWS kepada CNN pada Minggu (14/5/2023).

Itu terjadi setelah para konservasionis mengumumkan pembunuhan salah satu singa tertua di Afrika, Loonkiito, pada usia 19 tahun awal pekan ini.

BACA JUGA:
Makan Hewan Ternak, Singa Liar Tertua di Dunia Mati Ditombak Penggembala

Menurut organisasi konservasi Lion Guardians, singa itu telah berkelana keluar dari kawasan lindung dan masuk ke kandang ternak karena &quot;kelaparan&quot;, dan dibunuh oleh pemilik ternak.


BACA JUGA:
WHO: Hentikan Penjualan Hewan Liar Hidup untuk Cegah Penyebaran Penyakit Menular

Organisasi tersebut mengatakan bahwa berakhirnya kekeringan biasanya ditandai dengan meningkatnya konflik manusia-singa, karena mangsa liar semakin sulit untuk diburu dan pemilik ternak &amp;ldquo;sangat waspada&amp;rdquo; setelah kehilangan begitu banyak hewan. Kenya telah mengalami kekeringan terburuk dalam 40 tahun.
KWS dalam siaran pers pada Sabtu (13/5/2023) mengatakan enam singa yang mati pada Sabtu (13/5/2023) telah membunuh 11 kambing dan satu anjing.Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan singa-singa itu semuanya adalah bagian dari ekosistem Amboseli Kabupaten Kajiado, sebuah situs cagar biosfer UNESCO di dekat Gunung Kilimanjaro.



KWS diketahui mengadakan pertemuan Sabtu 13/5/2023) yang dihadiri oleh penduduk setempat dan pejabat pemerintah untuk membahas pembunuhan baru-baru ini.



&amp;ldquo;Diskusi berpusat pada mencari cara untuk meminimalkan risiko konflik manusia-satwa liar, termasuk mengembangkan sistem peringatan dini untuk mengingatkan masyarakat akan keberadaan satwa liar di sekitar mereka,&amp;rdquo; kata KWS.



&amp;ldquo;Diskusi lebih lanjut berpusat pada gambaran yang lebih luas tentang eksplorasi konflik manusia-satwa liar dalam konteks mata pencaharian masyarakat dan pembagian keuntungan menuju koeksistensi yang harmonis di komunitas terbuka dan lanskap satwa liar,&amp;rdquo; tambahnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
