<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KKB Sandera Warga di Papua, Jokowi: Situasi Lapangan Tak Semudah yang Dibayangkan </title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi perihal penyanderaan terhadap 4 pekerja BTS di Papua.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/15/337/2814467/kkb-sandera-warga-di-papua-jokowi-situasi-lapangan-tak-semudah-yang-dibayangkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/15/337/2814467/kkb-sandera-warga-di-papua-jokowi-situasi-lapangan-tak-semudah-yang-dibayangkan"/><item><title>KKB Sandera Warga di Papua, Jokowi: Situasi Lapangan Tak Semudah yang Dibayangkan </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/15/337/2814467/kkb-sandera-warga-di-papua-jokowi-situasi-lapangan-tak-semudah-yang-dibayangkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/15/337/2814467/kkb-sandera-warga-di-papua-jokowi-situasi-lapangan-tak-semudah-yang-dibayangkan</guid><pubDate>Senin 15 Mei 2023 19:31 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/15/337/2814467/kkb-sandera-warga-di-papua-jokowi-situasi-lapangan-tak-semudah-yang-dibayangkan-TjtyiPQz7g.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto : Raka Dwi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/15/337/2814467/kkb-sandera-warga-di-papua-jokowi-situasi-lapangan-tak-semudah-yang-dibayangkan-TjtyiPQz7g.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto : Raka Dwi)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi perihal penyanderaan terhadap 4 pekerja pembangunan base transceiver station (BTS) di Okbab, Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Para korban disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Jokowi mengatakan situasi di lapangan tidak semudah yang dibayangkan. Menurutnya suasana di Papua berbeda dengan di Jakarta.

&quot;Kalau kita melihat di lapangan, situasi lapangan itu tidak semudah yang kita bayangkan kalau kita itu di Jakarta. Saya ke Nduga dua kali, ke Wamena enggak tahu 4 atau 5 kali. Medannya itu betul-betul medan yang sangat sangat sulit, hutan belantara. Sangat dingin, jurangnya dalamnya beratus-ratus meter. Kalau belum ke sana belum bisa membayangkan,&quot; kata Jokowi di Taman Wisata Angke (TWA) Angke Kapuk Jakarta Utara, Senin (15/5/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Disandera KKB Papua, Polisi Bakal Evakuasi 4 Pekerja Tower BTS Hari Ini

Jokowi menilai KKB sangat mengenal medan tersebut. Namun dirinya optimis para sandera bisa dibebaskan.

&quot;Padahal yang namanya KKB itu nguasai lapangannya, bukan berarti kita pesimis. ndak. Tapi memang medannya seperti itu. Tapi kan juga kemarin yang sandera sudah ada yang juga yang sudah bisa diamankan kembali. Medannya kalau bapak ibu ke sana baru ngerti betul betapa medannya sangat berat sekali,&quot; kata Jokowi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Serang TNI, Aksi KKB di Nduga Tewaskan Prajurit dan Rebut Senjata&amp;nbsp;

Diberitakan sebelumnya, 4 pekerja pembangunan base transceiver station (BTS) di Okbab, Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Mereka meminta uang tebusan Rp500 juta untuk pembebasan sandera. Empat pekerja tersebut pun akhirnya berhasil dibebaskan.Para sandera yang merupakan pekerja PT IBS itu selanjutnya dievakuasi ke Kota Oksbil, Pegunungan Bintang, Senin (15/5/2023).



&amp;ldquo;Keempat karyawan PT IBS tersebut dijemput di Distrik Okbab oleh tim dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang, dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Pegunungan Bintang, Kris Bakweng Uropmabin dan rombongan,&quot; kata Kepala Operasi Damai Cartenz 2023, Kombes Pol Faizal Ramadhani menjelaskan.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi perihal penyanderaan terhadap 4 pekerja pembangunan base transceiver station (BTS) di Okbab, Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Para korban disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Jokowi mengatakan situasi di lapangan tidak semudah yang dibayangkan. Menurutnya suasana di Papua berbeda dengan di Jakarta.

&quot;Kalau kita melihat di lapangan, situasi lapangan itu tidak semudah yang kita bayangkan kalau kita itu di Jakarta. Saya ke Nduga dua kali, ke Wamena enggak tahu 4 atau 5 kali. Medannya itu betul-betul medan yang sangat sangat sulit, hutan belantara. Sangat dingin, jurangnya dalamnya beratus-ratus meter. Kalau belum ke sana belum bisa membayangkan,&quot; kata Jokowi di Taman Wisata Angke (TWA) Angke Kapuk Jakarta Utara, Senin (15/5/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Disandera KKB Papua, Polisi Bakal Evakuasi 4 Pekerja Tower BTS Hari Ini

Jokowi menilai KKB sangat mengenal medan tersebut. Namun dirinya optimis para sandera bisa dibebaskan.

&quot;Padahal yang namanya KKB itu nguasai lapangannya, bukan berarti kita pesimis. ndak. Tapi memang medannya seperti itu. Tapi kan juga kemarin yang sandera sudah ada yang juga yang sudah bisa diamankan kembali. Medannya kalau bapak ibu ke sana baru ngerti betul betapa medannya sangat berat sekali,&quot; kata Jokowi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Serang TNI, Aksi KKB di Nduga Tewaskan Prajurit dan Rebut Senjata&amp;nbsp;

Diberitakan sebelumnya, 4 pekerja pembangunan base transceiver station (BTS) di Okbab, Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Mereka meminta uang tebusan Rp500 juta untuk pembebasan sandera. Empat pekerja tersebut pun akhirnya berhasil dibebaskan.Para sandera yang merupakan pekerja PT IBS itu selanjutnya dievakuasi ke Kota Oksbil, Pegunungan Bintang, Senin (15/5/2023).



&amp;ldquo;Keempat karyawan PT IBS tersebut dijemput di Distrik Okbab oleh tim dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang, dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Pegunungan Bintang, Kris Bakweng Uropmabin dan rombongan,&quot; kata Kepala Operasi Damai Cartenz 2023, Kombes Pol Faizal Ramadhani menjelaskan.</content:encoded></item></channel></rss>
