<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dituduh Tunduk pada China, Rusia Bantah Tudingan Macron</title><description>Barat tampak takut terhadap pembentukan sistem hubungan internasional yang benar-benar multilateral</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/16/18/2815041/dituduh-tunduk-pada-china-rusia-bantah-tudingan-macron</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/16/18/2815041/dituduh-tunduk-pada-china-rusia-bantah-tudingan-macron"/><item><title>Dituduh Tunduk pada China, Rusia Bantah Tudingan Macron</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/16/18/2815041/dituduh-tunduk-pada-china-rusia-bantah-tudingan-macron</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/16/18/2815041/dituduh-tunduk-pada-china-rusia-bantah-tudingan-macron</guid><pubDate>Selasa 16 Mei 2023 17:29 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/16/18/2815041/dituduh-tunduk-pada-china-rusia-bantah-tudingan-macron-jjxDlSTVU0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Prancis Emmanuel Macron (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/16/18/2815041/dituduh-tunduk-pada-china-rusia-bantah-tudingan-macron-jjxDlSTVU0.jpg</image><title>Presiden Prancis Emmanuel Macron (Foto: Reuters)</title></images><description>
MOSKOW - Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengecam tudingan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang mengatakan bahwa Rusia tunduk pada China.

Menurut dia, hubungan Rusia dengan China adalah sebagai mitra strategis dan tidak ada ketergantungan antara satu sama lain.

Dikutip Antara, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Grushko mengatakan Paris telah terpaku pada penguatan hubungan Moskow dengan Beijing, serta adanya perubahan tatanan dunia.


BACA JUGA:
Tidak Akan Ubah Pendirian, Presiden Ramaphosa: Afrika Selatan Tidak Memihak dalam Perang Rusia-Ukraina

Menurut dia, Barat tampak takut terhadap pembentukan sistem hubungan internasional yang benar-benar multilateral, dengan beberapa poros terpisah terutama Rusia dan China.


BACA JUGA:
Kurang Sumber Daya hingga Rudal, Ukraina Tegaskan Pasukan Rusia Tidak Akan Mampu Serangan Besar-besaran

&amp;ldquo;Dalam lanskap dunia yang berkembang ini, tidak dapat dihindari bahwa E. Macron, bersama dengan para pemimpin lainnya di Barat harus menyesuaikan diri dengan realitas hubungan yang kuat, adil, dan saling menghormati antara Moskow dan Beijing,&quot; tulis Grushko dalam sebuah pernyataan di situs Kementerian Luar Negeri Rusia, dikutip Antara.

Kecaman dari Rusia dipicu oleh pernyataan Macron dalam wawancara dengan harian Prancis l'Opinion, di mana dia mengancam untuk mengisolasi Kremlin karena invasinya ke Ukraina lebih dari 14 bulan lalu.
Macron menyebut bahwa Rusia secara de facto telah tunduk kepada China dan kehilangan akses ke kawasan Baltik yang sangat penting, dengan memicu keputusan Swedia dan Finlandia untuk bergabung ke Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).



Pernyataan tersebut tampaknya merujuk pada pembicaraan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping di Moskow pada Maret lalu, di mana keduanya mengatakan akan memperdalam kemitraan strategis dengan memasuki era baru hubungan bilateral.

</description><content:encoded>
MOSKOW - Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengecam tudingan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang mengatakan bahwa Rusia tunduk pada China.

Menurut dia, hubungan Rusia dengan China adalah sebagai mitra strategis dan tidak ada ketergantungan antara satu sama lain.

Dikutip Antara, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Grushko mengatakan Paris telah terpaku pada penguatan hubungan Moskow dengan Beijing, serta adanya perubahan tatanan dunia.


BACA JUGA:
Tidak Akan Ubah Pendirian, Presiden Ramaphosa: Afrika Selatan Tidak Memihak dalam Perang Rusia-Ukraina

Menurut dia, Barat tampak takut terhadap pembentukan sistem hubungan internasional yang benar-benar multilateral, dengan beberapa poros terpisah terutama Rusia dan China.


BACA JUGA:
Kurang Sumber Daya hingga Rudal, Ukraina Tegaskan Pasukan Rusia Tidak Akan Mampu Serangan Besar-besaran

&amp;ldquo;Dalam lanskap dunia yang berkembang ini, tidak dapat dihindari bahwa E. Macron, bersama dengan para pemimpin lainnya di Barat harus menyesuaikan diri dengan realitas hubungan yang kuat, adil, dan saling menghormati antara Moskow dan Beijing,&quot; tulis Grushko dalam sebuah pernyataan di situs Kementerian Luar Negeri Rusia, dikutip Antara.

Kecaman dari Rusia dipicu oleh pernyataan Macron dalam wawancara dengan harian Prancis l'Opinion, di mana dia mengancam untuk mengisolasi Kremlin karena invasinya ke Ukraina lebih dari 14 bulan lalu.
Macron menyebut bahwa Rusia secara de facto telah tunduk kepada China dan kehilangan akses ke kawasan Baltik yang sangat penting, dengan memicu keputusan Swedia dan Finlandia untuk bergabung ke Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).



Pernyataan tersebut tampaknya merujuk pada pembicaraan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping di Moskow pada Maret lalu, di mana keduanya mengatakan akan memperdalam kemitraan strategis dengan memasuki era baru hubungan bilateral.

</content:encoded></item></channel></rss>
