<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Perang Ukraina, Kanselir Jerman: Beberapa Negara Anggap Barat Terapkan Standar Ganda Atas Rusia</title><description>Scholz mengimbau para sekutunya di Barat untuk mengatasi masalah tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/16/18/2815084/soal-perang-ukraina-kanselir-jerman-beberapa-negara-anggap-barat-terapkan-standar-ganda-atas-rusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/16/18/2815084/soal-perang-ukraina-kanselir-jerman-beberapa-negara-anggap-barat-terapkan-standar-ganda-atas-rusia"/><item><title>Soal Perang Ukraina, Kanselir Jerman: Beberapa Negara Anggap Barat Terapkan Standar Ganda Atas Rusia</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/16/18/2815084/soal-perang-ukraina-kanselir-jerman-beberapa-negara-anggap-barat-terapkan-standar-ganda-atas-rusia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/16/18/2815084/soal-perang-ukraina-kanselir-jerman-beberapa-negara-anggap-barat-terapkan-standar-ganda-atas-rusia</guid><pubDate>Selasa 16 Mei 2023 18:31 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/16/18/2815084/soal-perang-ukraina-kanselir-jerman-beberapa-negara-anggap-barat-terapkan-standar-ganda-atas-rusia-laq5BmG0Gw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kanselir Jerman Olaf Scholz (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/16/18/2815084/soal-perang-ukraina-kanselir-jerman-beberapa-negara-anggap-barat-terapkan-standar-ganda-atas-rusia-laq5BmG0Gw.jpg</image><title>Kanselir Jerman Olaf Scholz (Foto: Reuters)</title></images><description>BERLIN &amp;ndash; Kanselir Jerman Olaf Scholz dalam pidatonya, pada Senin (15/5/2023) mengatakan negara-negara berpengaruh seperti India, Vietnam dan Afrika Selatan menolak mengkritik invasi Rusia ke Ukraina karena mereka yakin prinsip-prinsip internasional tidak diterapkan secara setara.
&amp;ldquo;Ketika saya berbicara kepada para pemimpin negara-negara tersebut, banyak yang meyakinkan saya bahwa mereka tidak mempertanyakan prinsip-prinsip yang mendasari tatanan dunia kita. Yang sulit mereka terima adalah penerapan prinsip-prinsip tersebut secara tidak setara,&amp;rdquo; terangnya pada KTT Solusi Global di Berlin, dikutip VOA.


BACA JUGA:
Tidak Akan Ubah Pendirian, Presiden Ramaphosa: Afrika Selatan Tidak Memihak dalam Perang Rusia-Ukraina

&amp;ldquo;Yang mereka harapkan adalah keterwakilan dengan persyaratan yang setara, dan diakhirinya standar ganda Barat,&amp;rdquo; lanjutnya.

BACA JUGA:
Jika Terpilih Jadi Presiden Lagi, Trump Janji Akan Akhiri Perang Rusia-Ukraina dalam 24 Jam&amp;nbsp;

Scholz mengimbau para sekutunya di Barat untuk mengatasi masalah tersebut jika ingin kekuatan Asia, Afrika dan Amerika bergabung dengan mereka untuk membangun dan mempertahankan tatanan dunia yang stabil.
Scholz mengatakan, pada KTT G7 di Hiroshima, Jepang pada 19 Mei mendatang, kelompok itu akan mengambil langkah-langkah untuk menciptakan ekonomi yang aman dan tangguh berdasarkan kemitraan dengan Global South, alias negara-negara yang dianggap memiliki pertumbuhan ekonomi dan industri yang lebih rendah dan umumnya terletak di selatan negara-negara industri. Selanjutnya, pertemuan dengan para pemimpin Afrika rencananya akan dilaksanakan November mendatang untuk memajukan G20 Compact dengan Afrika.

</description><content:encoded>BERLIN &amp;ndash; Kanselir Jerman Olaf Scholz dalam pidatonya, pada Senin (15/5/2023) mengatakan negara-negara berpengaruh seperti India, Vietnam dan Afrika Selatan menolak mengkritik invasi Rusia ke Ukraina karena mereka yakin prinsip-prinsip internasional tidak diterapkan secara setara.
&amp;ldquo;Ketika saya berbicara kepada para pemimpin negara-negara tersebut, banyak yang meyakinkan saya bahwa mereka tidak mempertanyakan prinsip-prinsip yang mendasari tatanan dunia kita. Yang sulit mereka terima adalah penerapan prinsip-prinsip tersebut secara tidak setara,&amp;rdquo; terangnya pada KTT Solusi Global di Berlin, dikutip VOA.


BACA JUGA:
Tidak Akan Ubah Pendirian, Presiden Ramaphosa: Afrika Selatan Tidak Memihak dalam Perang Rusia-Ukraina

&amp;ldquo;Yang mereka harapkan adalah keterwakilan dengan persyaratan yang setara, dan diakhirinya standar ganda Barat,&amp;rdquo; lanjutnya.

BACA JUGA:
Jika Terpilih Jadi Presiden Lagi, Trump Janji Akan Akhiri Perang Rusia-Ukraina dalam 24 Jam&amp;nbsp;

Scholz mengimbau para sekutunya di Barat untuk mengatasi masalah tersebut jika ingin kekuatan Asia, Afrika dan Amerika bergabung dengan mereka untuk membangun dan mempertahankan tatanan dunia yang stabil.
Scholz mengatakan, pada KTT G7 di Hiroshima, Jepang pada 19 Mei mendatang, kelompok itu akan mengambil langkah-langkah untuk menciptakan ekonomi yang aman dan tangguh berdasarkan kemitraan dengan Global South, alias negara-negara yang dianggap memiliki pertumbuhan ekonomi dan industri yang lebih rendah dan umumnya terletak di selatan negara-negara industri. Selanjutnya, pertemuan dengan para pemimpin Afrika rencananya akan dilaksanakan November mendatang untuk memajukan G20 Compact dengan Afrika.

</content:encoded></item></channel></rss>
